CEO Palantir Kritik Model Bisnis AI: 'Kenapa Mereka Memungut Biaya Token?'

Jul 4, 2026 - 01:30
 0  1
CEO Palantir Kritik Model Bisnis AI: 'Kenapa Mereka Memungut Biaya Token?'

CEO Palantir, Alex Karp, melontarkan kritik keras terhadap model bisnis kecerdasan buatan (AI) yang saat ini banyak diterapkan, terutama terkait penjualan token sebagai sumber pendapatan utama. Dalam wawancara dengan CNBC, Karp menyatakan bahwa ada sesuatu yang "benar-benar salah" dalam cara perusahaan AI menjual produknya, dan ia mengajak para pelaku bisnis untuk menguji hipotesisnya dengan menghubungi CEO lain yang juga mengalami kekecewaan serupa.

Ad
Ad

Model Bisnis AI yang Dipertanyakan

Palantir, perusahaan perangkat lunak yang berfokus pada teknologi AI dan dikenal sebagai salah satu penyedia utama sistem pengawasan pemerintah AS, tengah menggandeng Nvidia untuk mengembangkan model terbuka yang akan digunakan oleh lembaga-lembaga negara. Namun, Karp menilai pendekatan yang mengandalkan penjualan token sebagai unit nilai adalah langkah yang salah.

"Ada sesuatu yang benar-benar salah. Pandangan dasar di antara perusahaan di negara ini adalah 'Saya akan santai dan membuang waktu dengan token. Saya tidak akan mendapatkan nilai apa pun, dan mereka akan mengambil kekayaan intelektual saya,'" kata Karp.

Menurutnya, penggunaan AI yang optimal harusnya berada di lingkungan tertutup, bukan didasarkan pada biaya per token yang membuat pemilik data kehilangan kendali atas informasi mereka.

Kepercayaan dan Kepemilikan Data Jadi Kunci

Karp menekankan pentingnya membangun kembali kepercayaan dalam penggunaan AI dengan menjawab pertanyaan-pertanyaan mendasar seperti:

  • Siapa pemilik data?
  • Di mana data disimpan (cached)?
  • Apakah prompt yang diberikan aman?
  • Apakah data ini dipindahkan ke pihak lain?

Tanpa transparansi ini, kepercayaan sulit dibangun, terutama bagi institusi pemerintahan dan perusahaan besar yang membutuhkan jaminan keamanan dan kontrol penuh atas data mereka.

Nilai Sebenarnya Ada di Model, Aplikasi, dan Komputasi

Karp mengilustrasikan bahwa nilai sesungguhnya dari AI tidak hanya terletak pada model itu sendiri. Ada tiga komponen utama yang harus diperhitungkan:

  1. Model AI itu sendiri
  2. Lapisan aplikasi yang membangun fungsi di atas model
  3. Kemampuan komputasi untuk mengoperasikan AI secara efektif

Dia mengatakan, "Misalnya saya bisa membuat Anda menghasilkan satu miliar dolar besok, bukankah saya akan meminta 30% dari keuntungan itu?" Lalu mempertanyakan, "Mengapa mereka memungut biaya untuk token jika AI itu sangat berharga?"

Karp juga menilai bahwa model AI saat ini telah "dijual secara berlebihan dan tanpa tanggung jawab". Ia menyoroti risiko keamanan yang muncul karena model AI tersebut disebarkan tanpa kontrol ketat, bahkan sampai bisa diakses oleh musuh atau pihak tidak bertanggung jawab.

AI dan Keamanan Nasional: Kekhawatiran Karp

Salah satu aspek yang ditekankan Karp adalah penggunaan AI dalam konteks militer dan pertahanan nasional. Ia mempertanyakan apakah masuk akal menyerahkan kendali "medan perang" negara kepada pandangan mayoritas di Silicon Valley yang menurutnya "gila dan tidak bertanggung jawab".

"Apakah kita benar-benar akan menyerahkan medan perang negara ini kepada konsensus di Silicon Valley? Itu benar-benar gila. Dan secara privat, banyak perusahaan besar juga tidak mau bicara secara terbuka karena takut dicap eksentrik atau bahkan menggunakan narkoba. Saya sendiri tidak melakukannya," ujar Karp.

Ketika pewawancara menyebut bahwa nada bicara Karp terdengar marah, CEO Palantir tersebut menolak anggapan itu dan menegaskan, "Ini suara bisnis Amerika yang saya salurkan. Ini benar-benar masalah besar bagi negara ini."

Seruan untuk Para CEO dan Masa Depan AI

Dalam wawancara yang lebih panjang yang belum sepenuhnya tersedia di YouTube, Karp mengajak para tamu dan penonton untuk menghubungi CEO lain dan bertanya apakah mereka juga kecewa dengan perkembangan AI saat ini.

"Mereka dua kali lebih marah daripada saya," katanya.

Karp menunjukkan bahwa kegelisahan ini bukan hanya miliknya sendiri, melainkan sebuah fenomena yang perlu mendapat perhatian serius oleh seluruh industri dan pemerintah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kritik keras dari Alex Karp membuka cakrawala penting terkait bagaimana model bisnis AI dapat memengaruhi keamanan data dan kedaulatan digital sebuah negara. Penjualan token sebagai unit transaksi mungkin menguntungkan secara finansial bagi penyedia teknologi, namun tanpa kontrol yang ketat dan transparansi, hal ini dapat menimbulkan risiko penyalahgunaan data dan hilangnya nilai hak kekayaan intelektual.

Selain itu, sorotan Karp mengenai penggunaan AI dalam konteks militer mengingatkan kita akan bahaya mengandalkan teknologi yang dikembangkan tanpa regulasi dan pengawasan ketat. Jika tidak ada batasan yang jelas, AI yang berpotensi kuat ini dapat disalahgunakan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab, termasuk musuh negara atau aktor jahat lainnya.

Ke depan, penting bagi pemerintah dan pelaku industri untuk membangun ekosistem AI yang terpercaya, transparan, dan aman. Kerjasama seperti yang dilakukan Palantir dan Nvidia dalam mengembangkan model terbuka untuk lembaga pemerintah dapat menjadi langkah awal menuju solusi tersebut. Namun, publik harus terus mengawasi dan menuntut akuntabilitas agar teknologi AI benar-benar membawa manfaat tanpa mengorbankan keamanan dan privasi.

Untuk informasi lebih lengkap, baca langsung wawancara dan analisisnya di sumber asli PC Gamer serta laporan terpercaya lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad