Media Sosial Bikin Liburan Terasa Biasa Saja, Ini Hasil Surveinya

Jul 26, 2026 - 00:30
 0  2
Media Sosial Bikin Liburan Terasa Biasa Saja, Ini Hasil Surveinya

Media sosial kini menjadi bagian tak terpisahkan dalam perjalanan wisata. Namun, survei terbaru dari platform Hint App mengungkap bahwa media sosial justru membuat pengalaman liburan terasa biasa saja dan kehilangan unsur kejutan.

Ad
Ad

Bagaimana Media Sosial Mengubah Cara Kita Berwisata

Menurut laporan resmi Hint App yang dirilis pada Jumat (24/7/2026), internet mengubah urutan pengalaman wisatawan. Orang-orang kini semakin sering melihat, mempelajari, dan membayangkan suatu tempat jauh sebelum mereka benar-benar mengunjunginya secara fisik.

"Internet mengubah urutan pengalaman: Orang-orang semakin sering melihat, mempelajari, dan membayangkan suatu tempat sebelum benar-benar mengunjunginya," tulis Hint App.

Fenomena ini membuat pengalaman berkunjung ke suatu destinasi wisata sebenarnya sudah dimulai dari layar ponsel, bukan saat tiba di lokasi.

Contoh Nyata Pengaruh Media Sosial Pada Liburan

Berikut beberapa contoh bagaimana media sosial mengubah cara wisatawan menikmati perjalanan:

  • Wisatawan sudah mengenali arah menuju hotel sebelum meninggalkan bandara, berkat panduan dan foto yang mereka lihat di media sosial.
  • Mereka mengetahui meja mana di restoran yang menawarkan pemandangan paling "Instagramable", sehingga sudah menentukan tempat duduk sebelum datang.
  • Pengunjung bahkan bisa mengenal menu andalan sebuah restoran hanya dengan melihat postingan pengguna lain, tanpa harus membuka menu secara langsung.

Dengan demikian, meskipun destinasi tersebut mungkin belum pernah dikunjungi secara langsung, pengalaman wisatawan sudah terbentuk lebih awal melalui tayangan di media sosial.

Fenomena Ini Berdampak pada Pengalaman Wisatawan

Menurut survei tersebut, kehadiran media sosial membuat unsur kejutan dan spontanitas dalam berlibur berkurang. Wisatawan menjadi lebih terstruktur dan terprediksi dalam perjalanan, yang bisa menghilangkan rasa petualangan dan keunikan setiap kunjungan.

Hal ini sejalan dengan data sebelumnya yang menunjukkan bahwa mayoritas orang Indonesia menggunakan media sosial untuk memilih tempat wisata, serta bahwa turis Indonesia sangat terpengaruh oleh konten media sosial dalam menentukan destinasi liburan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena ini menggambarkan perubahan besar dalam cara masyarakat menikmati perjalanan wisata. Media sosial yang seharusnya memperkaya pengalaman justru membuatnya menjadi kurang otentik dan lebih terstandarisasi.

Potensi jangka panjangnya, wisatawan bisa kehilangan momen-momen tak terduga yang biasanya menjadi cerita menarik saat liburan. Selain itu, destinasi wisata pun tertekan untuk selalu menampilkan sisi yang "Instagramable" sehingga mengabaikan nilai budaya atau keaslian tempat tersebut.

Ke depan, penting bagi pelaku industri pariwisata dan wisatawan untuk menyeimbangkan penggunaan media sosial dengan pengalaman langsung yang spontan dan otentik. Dengan begitu, liburan tidak hanya menjadi ajang pamer di dunia maya, tapi juga tetap menyimpan kenangan unik yang tidak bisa didapatkan lewat layar ponsel.

Simak terus perkembangan tren wisata di Indonesia dan dunia, karena cara kita berlibur akan terus berevolusi seiring pesatnya kemajuan teknologi.

Untuk informasi lebih lanjut dan data survei lengkap, kunjungi laman resmi Hint App dan sumber berita asli di Kompas.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad