GOTO Buka Suara soal PHK Massal Tokopedia Setelah Akuisisi TikTok

Jul 4, 2026 - 18:33
 0  3
GOTO Buka Suara soal PHK Massal Tokopedia Setelah Akuisisi TikTok

PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) memberikan pernyataan resmi terkait isu pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi di Tokopedia setelah diambil alih oleh TikTok. Kabarnya, Tokopedia memangkas hingga 90% jumlah karyawannya, sebuah langkah yang menjadi sorotan publik dan pasar.

Ad
Ad

GOTO Pegang 24,99% Saham Tokopedia

Berdasarkan keterbukaan informasi yang dirilis di laman Bursa Efek Indonesia (BEI), GOTO tercatat sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di Tokopedia. Kepemilikan saham ini membuat GOTO menjadi salah satu pihak yang berkepentingan dalam keputusan strategis Tokopedia, termasuk terkait restrukturisasi sumber daya manusia.

Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho, menyatakan bahwa perseroan menghormati setiap langkah yang diambil oleh manajemen Tokopedia dalam rangka penyesuaian organisasi.

"Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi,"
ujarnya seperti dikutip dari BEI pada Sabtu (4/7/2026).

Dampak PHK Terbatas pada Keuangan GOTO

GOTO menggunakan metode ekuitas sesuai dengan PSAK 28 untuk mencatat investasinya di Tokopedia sebagai entitas asosiasi dan ventura bersama. Oleh sebab itu, dampak finansial dari PHK ini diperkirakan hanya akan bersifat terbatas pada laporan laba-rugi perseroan.

Simon menegaskan:

"Perseroan mencatatkan investasinya di PT Tokopedia menggunakan metode ekuitas sesuai dengan PSAK 228, investasi pada entitas asosiasi dan Ventura Bersama. Dengan demikian, kemungkinan adanya dampak keuangan terhadap Perseroan hanya akan terbatas."

Selain itu, GOTO juga memastikan tidak ada dampak material terhadap laba/rugi perusahaan maupun biaya layanan e-commerce yang diterima dari Tokopedia. Aspek non-keuangan pun diperkirakan tidak mengalami perubahan signifikan akibat PHK ini.

Sikap TikTok dan Penyesuaian Organisasi Tokopedia

Sejak akhir 2023, TikTok telah menjadi pemegang saham mayoritas Tokopedia dengan porsi 75%. Manajemen TikTok mengakui tengah melakukan penyesuaian organisasi, khususnya dalam divisi riset dan pengembangan (R&D), untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.

Juru Bicara TikTok menyatakan:

"Ini bukan keputusan yang mudah, dan kami fokus untuk memberikan dukungan kepada rekan-rekan kami yang terdampak selama masa transisi ini."

Sebelumnya, kabar PHK hingga 90% karyawan Tokopedia pertama kali muncul dari akun Instagram @ecommurz. TikTok menjelaskan bahwa penyesuaian ini bertujuan menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan guna mendukung pertumbuhan jangka panjang bagi bisnis, komunitas kreator, dan penjual di platform mereka.

Sejarah Efisiensi Karyawan Tokopedia

Tokopedia yang telah berusia 17 tahun memang telah mengalami beberapa gelombang efisiensi karyawan sejak diakuisisi oleh TikTok. Restrukturisasi ini dianggap sebagai bagian dari strategi bisnis untuk menjaga daya saing di tengah persaingan e-commerce yang semakin ketat.

  • Tokopedia melakukan efisiensi besar-besaran setiap tahun sejak 2023.
  • Kabarnya, hanya sekitar 10% karyawan yang akan tersisa setelah PHK di awal Juli 2026.
  • Penyesuaian organisasi fokus pada divisi R&D untuk inovasi produk.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah PHK massal Tokopedia setelah diambil alih TikTok menunjukkan pergeseran strategi bisnis fundamental yang berpotensi mengubah lanskap e-commerce Indonesia. Meski GOTO sebagai pemegang saham minoritas berusaha meredam kekhawatiran dengan menyatakan dampak keuangan terbatas, realitas di lapangan menunjukkan bahwa restrukturisasi ini dapat berdampak luas pada industri tenaga kerja digital dan ekosistem startup lokal.

Lebih jauh, pengurangan jumlah karyawan hingga 90% menandakan bahwa perusahaan induk ingin mempercepat efisiensi dan inovasi yang lebih fokus pada teknologi dan otomasi. Hal ini bisa menjadi pertanda bahwa model bisnis e-commerce tradisional mulai bergeser ke integrasi dengan platform digital global seperti TikTok.

Ke depan, publik dan pelaku industri perlu mengawasi bagaimana Tokopedia dan GOTO menyesuaikan diri dengan transformasi ini serta dampaknya terhadap persaingan pasar dan kualitas layanan kepada konsumen. Perkembangan ini juga menjadi cerminan dinamika investasi asing dalam perusahaan teknologi Indonesia yang semakin kompleks.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru, simak laporan langsung detikFinance dan berita resmi dari Tokopedia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad