Dua Warga Hilang Akibat Banjir Situbondo Ditemukan Meninggal Dunia
Banjir besar yang melanda Kabupaten Situbondo, Jawa Timur pada awal Maret 2026 menelan korban jiwa. Dua warga yang sebelumnya dilaporkan hilang akibat terseret arus banjir ditemukan dalam kondisi meninggal dunia setelah operasi pencarian yang dilakukan selama beberapa hari.
Dua Korban Banjir Situbondo Ditemukan Meninggal Dunia
Korban pertama bernama Tohari (44), ditemukan pada Selasa (10/3) sore di pinggir aliran Sungai Lubawang, tepatnya di Dusun Petak, Desa Bloro, Kecamatan Besuki. Tohari dinyatakan hilang sejak Sabtu (7/3) setelah terseret banjir yang melanda wilayah tersebut.
Korban kedua, Jelani (53), ditemukan Kamis (12/3) di area ladang sekitar 10 meter dari aliran Sungai Jatibanteng. Penemuan ini mengakhiri pencarian intensif yang dilakukan tim SAR gabungan.
Proses Pencarian dan Evakuasi Korban
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banyuwangi, I Made Oka Astawa, menyampaikan bahwa pencarian dilakukan dengan metode penyisiran visual di sepanjang aliran sungai dan permukaan laut menggunakan pola parallel search pattern.
"Korban ditemukan pada radial 350 derajat dengan jarak sekitar 6,8 kilometer dari lokasi kejadian awal. Selanjutnya korban dievakuasi oleh tim SAR gabungan menuju RSUD Besuki menggunakan ambulans," ujar Made.
Dengan ditemukannya kedua korban, pihak SAR resmi mengusulkan penutupan operasi pencarian dan pertolongan.
Latar Belakang Banjir dan Dampaknya di Situbondo
Banjir melanda wilayah barat Kabupaten Situbondo sejak Sabtu (7/3) hingga Minggu (8/3) dini hari. Peristiwa ini dipicu oleh hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak Sabtu sore, menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno.
Akibat luapan debit air, ribuan permukiman di enam kecamatan terdampak banjir. Dua warga Kecamatan Jatibanteng dilaporkan hilang terseret arus, yakni Tohari dari Desa Patemon dan Jelani dari Desa Sumberanyar.
Dampak dan Upaya Penanganan Banjir Situbondo
- Ribuan hektar permukiman terdampak banjir.
- Operasi pencarian dan evakuasi korban melibatkan tim SAR gabungan dari berbagai instansi.
- BPBD Jawa Timur terus melakukan pemantauan dan mitigasi bencana di wilayah rawan banjir.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peristiwa banjir di Situbondo ini bukan hanya soal kehilangan korban jiwa, tetapi juga menjadi peringatan serius mengenai kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di daerah rawan banjir. Intensitas hujan tinggi yang menjadi penyebab utama banjir cenderung meningkat seiring perubahan iklim global, sehingga pemerintah daerah harus memperkuat sistem peringatan dini dan infrastruktur pengendalian banjir.
Lebih jauh, dampak sosial ekonomi juga perlu menjadi fokus perhatian, mengingat ribuan warga terdampak dan kemungkinan besar mengalami kerugian materi yang besar. Kejadian ini harus mendorong koordinasi lebih baik antarinstansi terkait serta partisipasi masyarakat dalam upaya mitigasi bencana.
Ke depan, pembaca disarankan untuk mengikuti perkembangan terbaru dan kebijakan pemerintah dalam penanganan banjir ini, serta menerapkan langkah-langkah kesiapsiagaan bencana di lingkungan masing-masing.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0