IDAI Tegaskan 86% Kematian Campak Disebabkan Komplikasi Paru-Paru

Mar 1, 2026 - 10:49
 0  8
IDAI Tegaskan 86% Kematian Campak Disebabkan Komplikasi Paru-Paru

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Jawa Barat menegaskan bahwa campak bukanlah penyakit ringan yang hanya ditandai dengan demam dan ruam kulit. Penyakit yang menular melalui percikan udara ini berpotensi menimbulkan komplikasi serius, terutama pada paru-paru, yang menjadi penyebab utama kematian pada pasien campak.

Ad
Ad

Komplikasi Paru-Paru Jadi Penyebab Utama Kematian Campak

Menurut Ketua IDAI Jawa Barat, Prof. Dr. dr. Anggraini Alam, Sp.A, Subsp.IPT (K), komplikasi campak bisa sangat berat dan menurunkan daya tahan tubuh pasien sehingga membuka peluang terjadinya penyakit lain yang berbahaya.

"Campak itu bukanlah penyakit ringan-ringan saja. Komplikasi bisa berat dan juga daya tahan tubuh bisa sangat menurun sehingga membuka masuknya terjadinya penyakit lain," ujar Prof. Anggraini.

Data yang dirilis IDAI menunjukkan bahwa pada 2025 terdapat 11.094 kasus konfirmasi campak dari 63.769 suspek. Pada lima pekan pertama tahun 2026, sudah tercatat 379 kasus konfirmasi dan 5.329 suspek. Lonjakan kasus ini menyebabkan fasilitas laboratorium di Indonesia kewalahan memproses spesimen.

Salah satu komplikasi paling mematikan adalah pneumonia (infeksi paru-paru). Sekitar 77 persen anak yang dirawat akibat campak mengalami infeksi paru, dan banyak di antaranya harus mendapat bantuan ventilator. Lebih lanjut, sekitar 86 persen kematian pasien campak terkait dengan pneumonia.

Dampak Jangka Panjang dan Risiko Lain dari Virus Campak

Selain menyerang paru-paru, virus campak bisa menyerang otak dan menyebabkan kematian atau gangguan saraf progresif yang dikenal sebagai Subacute Sclerosing Panencephalitis (SSPE). SSPE dapat muncul bertahun-tahun setelah infeksi, bahkan hingga 23 tahun kemudian.

Virus campak juga menyebabkan immunological amnesia, yakni kondisi di mana sistem imun kehilangan "memori" untuk melawan penyakit yang pernah dihadapi sebelumnya, sehingga anak rentan terhadap infeksi lain.

"Begitu masuk virus campak, maka diserang oleh berbagai daya tahan tubuh agar bisa meredam si virus. Berbagai potensial imun yang berperan juga ikut habis dan fungsinya berkurang. Akhirnya kemampuan daya tahan tubuh untuk training dia menghadapi penyakit menjadi turun," jelas Prof. Anggraini.

Faktor Risiko dan Pentingnya Imunisasi

IDAI memperingatkan bahwa risiko komplikasi berat campak jauh lebih tinggi pada anak-anak dengan kondisi berikut:

  • Gizi buruk
  • Belum diimunisasi campak
  • Mengidap penyakit penyerta (komorbid)

Selain pneumonia dan gangguan saraf, campak juga dapat menyebabkan:

  • Kebutaan akibat penurunan kadar vitamin A
  • Dehidrasi parah karena diare
  • Ketulian permanen akibat kerusakan telinga

Ilustrasi imunisasi campak menjadi sangat penting sebagai langkah pencegahan utama untuk menghindari risiko fatal tersebut.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan dari IDAI Jawa Barat ini harus menjadi alarm serius bagi masyarakat dan pemerintah mengenai bahaya campak yang seringkali dianggap sepele. Angka kematian yang didominasi komplikasi paru menegaskan bahwa campak dapat menjadi penyakit mematikan, terutama bila anak tidak mendapatkan imunisasi lengkap.

Selain itu, lonjakan kasus campak yang memicu kelebihan beban laboratorium menunjukkan perlunya peningkatan kapasitas layanan kesehatan dan cakupan imunisasi yang lebih merata. Masyarakat harus terus diberi edukasi bahwa campak bukan hanya soal demam dan ruam, melainkan ancaman serius yang dapat merusak sistem imun dan organ vital.

Kedepannya, penting bagi pemerintah untuk mengintensifkan kampanye imunisasi dan memperkuat sistem surveilans penyakit menular agar wabah campak bisa segera dikendalikan. Masyarakat juga perlu waspada dan segera membawa anak ke fasilitas kesehatan jika muncul gejala campak.

Terus ikuti update berita kesehatan lainnya agar tidak ketinggalan informasi penting tentang pencegahan dan penanganan penyakit menular seperti campak.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad