Stres Jadi Pemicu Utama Penyakit Autoimun, Ungkap Pakar UGM

Jul 22, 2026 - 10:21
 0  2
Stres Jadi Pemicu Utama Penyakit Autoimun, Ungkap Pakar UGM

Penyakit autoimun merupakan kondisi yang tidak hanya dipengaruhi oleh faktor genetik, tetapi juga oleh berbagai faktor lingkungan dan gaya hidup, terutama stres. Hal ini diungkapkan oleh Prof. Nyoman Kertia, pakar Reumatologi dari Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) Universitas Gadjah Mada (UGM).

Ad
Ad

Pengertian dan Mekanisme Penyakit Autoimun

Penyakit autoimun terjadi ketika sistem kekebalan tubuh salah mengenali sel-sel tubuh sendiri sebagai benda asing dan menyerangnya. Dalam kondisi normal, sistem imun bertugas melindungi tubuh dengan menghancurkan bakteri, virus, dan parasit berbahaya. Namun, pada autoimun, mekanisme ini keliru sehingga jaringan tubuh sendiri menjadi sasaran.

Akibatnya, berbagai organ tubuh seperti kulit, ginjal, paru-paru, dan hati bisa terdampak, menimbulkan beragam jenis penyakit autoimun. Prof. Nyoman memperkirakan sekitar 2% populasi orang dewasa di Indonesia atau sekitar 4 juta orang mengalami kondisi ini.

Faktor Genetik dan Lingkungan yang Memengaruhi Autoimun

Meskipun faktor keturunan berperan, tidak semua pasien memiliki riwayat keluarga dengan autoimun. Hal ini menunjukkan bahwa faktor lingkungan juga memegang peranan penting. Beberapa faktor tersebut antara lain:

  • Polusi udara
  • Pola makan yang kurang sehat
  • Stres berkepanjangan

“Banyak pasien mencari informasi melalui internet yang kadang tidak dipahami dengan baik, sehingga malah menambah kecemasan dan stres,” kata Prof. Nyoman, menegaskan bahwa stres merupakan pemicu dominan yang memperburuk kondisi autoimun. Stres ini tidak hanya dialami pekerja, tetapi juga mahasiswa yang menghadapi tekanan akademik.

Klasifikasi Penyakit Autoimun dan Gejalanya

Prof. Nyoman membagi penyakit autoimun menjadi dua kelompok utama:

  1. Autoimun Organ Spesifik: Menyerang satu organ tertentu, seperti Hashimoto yang menyerang kelenjar tiroid, menyebabkan gejala seperti kenaikan berat badan dan tubuh mudah lemas. Contoh lain adalah autoimun pada pankreas yang menyebabkan diabetes melitus tipe 1.
  2. Autoimun Sistemik: Menyerang banyak organ sekaligus, contohnya lupus yang dapat memengaruhi kulit, sendi, ginjal, dan paru-paru, dengan gejala yang beragam. Penyakit lain seperti rheumatoid arthritis dan scleroderma juga termasuk dalam kategori ini.

Kelompok Penderita dan Faktor Risiko

Menurut Prof. Nyoman, meskipun autoimun bisa menyerang pria, sekitar 80% penderita adalah perempuan, terutama di usia muda ketika sistem imun masih aktif. Contoh autoimun yang lebih banyak menyerang pria adalah ankylosing spondylitis.

Tiga Pemicu Utama yang Harus Dihindari Penderita Autoimun

Untuk mencegah kekambuhan, penderita autoimun dianjurkan menghindari tiga faktor utama berikut:

  • Kelelahan: Walau kondisi membaik, pengelolaan jangka panjang penting dengan membatasi aktivitas dan menjaga waktu tidur.
  • Stres: Menjadi pemicu dominan, sehingga pasien diimbau untuk tidak terlalu cemas dan mempercayakan pengobatan kepada dokter.
  • Paparan sinar matahari berlebih: Disarankan menggunakan pelindung seperti payung atau tabir surya untuk menghindari paparan berlebihan yang dapat memicu kekambuhan.

Menjaga Kesehatan Mental dan Fisik

Selain menjaga fisik, kesehatan mental juga sangat penting. Prof. Nyoman menekankan pentingnya menikmati pekerjaan dan aktivitas sehari-hari agar energi tidak terkuras akibat tekanan psikologis yang berlebihan.

“Energi seseorang akan terkuras dua kali jika terus melakukan pekerjaan yang tidak disukai, pertama untuk melawan perasaan tidak nyaman, dan kedua untuk menyelesaikan pekerjaan itu,” jelasnya.

Langkah Pencegahan Bagi Mereka yang Memiliki Bakat Genetik

Bagi individu dengan riwayat keluarga autoimun, langkah pencegahan yang direkomendasikan meliputi:

  • Menjaga pola hidup sehat
  • Menghindari rokok dan alkohol
  • Menjaga kebersihan lingkungan
  • Membatasi paparan sinar matahari berlebih
  • Mengelola stres dan menghindari kelelahan

Menurut Prof. Nyoman, menghindari stres berlebihan, kelelahan, dan paparan sinar matahari yang berlebihan adalah kunci utama dalam pengelolaan autoimun.

Untuk informasi lebih lengkap dan terpercaya, Anda dapat mengunjungi sumber resmi berita di Harian Jogja.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penekanan Prof. Nyoman terhadap stres sebagai faktor dominan pemicu penyakit autoimun membuka perspektif penting bagi masyarakat bahwa penyakit ini bukan semata-mata masalah genetik. Stres sebagai faktor yang dapat dikendalikan membuka peluang besar bagi pencegahan dan pengelolaan penyakit melalui pendekatan psikososial dan gaya hidup sehat. Hal ini mengingat tekanan hidup modern semakin meningkat, terutama di kalangan pekerja dan pelajar.

Lebih jauh, masyarakat harus berhati-hati dalam mengakses informasi medis di internet yang belum tentu akurat. Kecemasan berlebihan akibat informasi yang salah justru memperburuk kondisi. Oleh karena itu, edukasi kesehatan yang berbasis bukti dan pendampingan secara profesional sangat diperlukan.

Kedepannya, penting bagi lembaga kesehatan dan pemerintah untuk meningkatkan sosialisasi tentang pengelolaan stres dan pola hidup sehat sebagai bagian integral dari penanganan penyakit autoimun. Masyarakat juga perlu didorong untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan guna deteksi dini dan pencegahan komplikasi yang serius.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad