Peringatan Penting: Jangan Bayar Lunas Properti Sebelum Dibangun

Jul 20, 2026 - 18:10
 0  8
Peringatan Penting: Jangan Bayar Lunas Properti Sebelum Dibangun

Masalah rumah belum dibangun meski sudah dibayar lunas oleh konsumen masih menjadi persoalan serius yang berulang di Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Tulus Abadi, mantan Ketua Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI), dalam sebuah Podcast Suara Hunian dari Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) pada Senin (20/07/2026).

Ad
Ad

Kasus Developer Kabur dan Rumah Tak Pernah Dibangun

Kasus pengaduan terkait rumah yang tidak kunjung dibangun merupakan salah satu yang paling ekstrem dan masih terjadi sampai saat ini. Tulus menyatakan, banyak developer yang tiba-tiba menghilang setelah menerima pembayaran, baik untuk apartemen maupun rumah tapak.

"Pengaduan yang paling ekstrem di kita masih terjadi sampai saat ini, yaitu rumah tidak dibangun. Developer yang kabur, baik apartemen maupun rumah tapak," ujar Tulus Abadi.

Menurutnya, konsumen yang sudah membayar lunas sering kali dirugikan karena rumah yang dijanjikan tak kunjung selesai.

Pengalaman Nyata dari Kasus di Sentul

Sebagai contoh nyata, Tulus menceritakan pengalamannya mendampingi konsumen yang membeli rumah secara tunai di sebuah proyek perumahan di kawasan Sentul sekitar tahun 2003. Waktu itu, rumah dijanjikan akan selesai dalam waktu dua tahun, namun hingga batas waktu tersebut tidak ada pembangunan sama sekali.

YLKI kemudian turun tangan untuk mendampingi para konsumen agar proyek tersebut bisa dilanjutkan. Namun, konsumen terpaksa mengeluarkan biaya tambahan agar pembangunan rumah dapat berjalan kembali.

  • Konsumen terpaksa bayar lebih untuk melanjutkan pembangunan.
  • Developer awal tidak bertanggung jawab dan menghilang.
  • Waktu penyelesaian melewati batas yang dijanjikan.

Persoalan Perumahan Masih Jadi Keluhan Utama Konsumen

Tulus juga menegaskan bahwa masalah perumahan masih menjadi salah satu pengaduan paling dominan yang disampaikan oleh konsumen di Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan konsumen di sektor properti harus lebih diperkuat.

Situasi ini menjadi peringatan penting agar konsumen tidak langsung membayar lunas properti yang belum dibangun untuk menghindari risiko kerugian.

Langkah Pencegahan dan Perlindungan Konsumen

Untuk mencegah kasus serupa, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan oleh calon pembeli properti:

  1. Memastikan legalitas dan reputasi developer sebelum membeli.
  2. Membayar uang muka secara bertahap sesuai kemajuan pembangunan.
  3. Mengikuti perkembangan proyek secara rutin dan meminta laporan progres pembangunan.
  4. Melibatkan lembaga konsumen atau pengacara jika ada indikasi masalah.

Langkah-langkah ini penting agar konsumen tidak terjebak dalam kasus properti bermasalah seperti yang dialami banyak orang selama ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peringatan dari Tulus Abadi ini sangat relevan dan mendesak untuk direspons serius oleh semua pihak. Masalah rumah yang tidak dibangun meski sudah lunas membayar bukan hanya soal kerugian materi, tetapi juga berdampak pada kepercayaan masyarakat terhadap industri properti dan pengembang.

Selain itu, pemerintah dan otoritas terkait perlu memperkuat pengawasan dan regulasi agar kasus developer kabur bisa diminimalisir. Perlindungan konsumen harus menjadi prioritas, dengan sistem pembayaran yang lebih aman dan transparan.

Konsumen juga harus lebih cerdas dan waspada dalam membeli properti, jangan mudah tergiur janji manis tanpa memastikan progress pembangunan. Ke depan, edukasi konsumen dan penegakan hukum yang tegas menjadi kunci untuk menghindari kasus serupa.

Untuk informasi lebih lengkap dan kasus terkini terkait properti, Anda bisa mengunjungi langsung sumber berita aslinya di Kompas Properti.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad