Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional

Mar 1, 2026 - 11:13
 0  2
Rusia Kecam Serangan AS-Israel ke Iran: Pelanggaran Berat Hukum Internasional

Rusia secara tegas mengutuk serangan militer yang dilakukan oleh Amerika Serikat dan Israel ke Iran, menilai aksi tersebut sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan prinsip-prinsip perdamaian dunia. Pernyataan ini disampaikan oleh Utusan Rusia untuk PBB, Vassily Nebenzia, dalam sesi darurat Dewan Keamanan PBB pada Minggu, 1 Maret 2026.

Ad
Ad

Serangan Tanpa Provokasi dan Pelanggaran Hukum Internasional

Dalam keterangannya, Nebenzia mengungkapkan bahwa tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi oleh Washington dan Yerusalem Barat itu tidak hanya melanggar Piagam PBB, tapi juga prinsip dasar hukum internasional yang mengatur hubungan antarnegara berdaulat.

"Tindakan Washington dan Yerusalem Barat tidak lain adalah tindakan agresi bersenjata tanpa provokasi lainnya terhadap negara anggota PBB yang berdaulat dan independen, yang melanggar piagam organisasi dan prinsip-prinsip dasar hukum internasional," ujar Nebenzia.

Ia menambahkan bahwa serangan tersebut merupakan campur tangan langsung dalam urusan dalam negeri Iran dan upaya untuk menghancurkan negara yang tidak disukai Barat. Rusia menilai langkah AS dan Israel sebagai langkah gegabah dan tidak bertanggung jawab yang memperburuk situasi keamanan di kawasan.

Dampak Negatif Serangan terhadap Stabilitas Regional

Utusan Rusia mengingatkan bahwa akibat dari tindakan militer tersebut adalah peningkatan tajam ketegangan di wilayah Timur Tengah. Menurutnya, operasi militer itu juga merupakan pengkhianatan terhadap proses diplomasi yang seharusnya dijalankan untuk menyelesaikan konflik.

"Langkah AS dan Israel yang tidak bertanggung jawab, langkah gegabah, seperti yang telah kami peringatkan sebelumnya, telah menyebabkan peningkatan tajam situasi di seluruh wilayah," tambah Nebenzia.

Sesi Darurat Dewan Keamanan PBB dan Kritik Terhadap Kepresidenan Inggris

Sesi darurat Dewan Keamanan ini diminta oleh beberapa negara seperti Prancis, Bahrain, China, Rusia, dan Kolombia. Namun, Nebenzia juga mengkritik kepresidenan Dewan Keamanan yang saat ini dijabat oleh Inggris, yang menurut Rusia dan China, berusaha mengecilkan bahaya situasi saat ini secara artifisial dan mengabaikan permintaan mereka untuk mengundang ahli independen.

"Upaya kepresidenan Inggris untuk secara artifisial mengecilkan tingkat bahaya situasi saat ini sama sekali tidak dapat diterima," kata Nebenzia, seraya menyesalkan pengabaian permintaan untuk menghadirkan Jeffrey David Sachs, direktur Pusat Pembangunan Berkelanjutan Universitas Columbia, sebagai pemberi pengarahan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, serangan militer AS dan Israel ke Iran ini bukan hanya sebuah tindakan militer semata, melainkan juga sebuah sinyal geopolitik yang menandai eskalasi konflik yang bisa membawa dampak luas tidak hanya bagi kawasan Timur Tengah tetapi juga bagi stabilitas internasional secara keseluruhan. Langkah yang dinilai gegabah dan tanpa pertimbangan matang ini bisa memicu reaksi berantai dari berbagai aktor regional dan global.

Selain itu, penolakan kepresidenan Inggris di Dewan Keamanan untuk mengakomodasi suara-suara alternatif dan ahli independen mencerminkan ketegangan diplomatik yang semakin tajam di antara negara-negara besar di PBB. Hal ini menunjukkan bahwa solusi diplomatik menjadi semakin sulit dicapai dalam kerangka organisasi internasional saat ini.

Ke depan, penting bagi masyarakat internasional untuk mengawasi perkembangan situasi ini secara ketat dan menuntut agar semua pihak kembali ke meja perundingan untuk menghindari konflik yang lebih luas dan berdampak buruk bagi perdamaian dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad