Meta Gugat Pengiklan Scam dari Brasil, China, dan Vietnam atas Penipuan Selebriti

Mar 1, 2026 - 14:45
 0  2
Meta Gugat Pengiklan Scam dari Brasil, China, dan Vietnam atas Penipuan Selebriti

Meta mengambil langkah tegas dengan mengajukan gugatan hukum terhadap sejumlah pengiklan scam yang berbasis di Brasil, China, dan Vietnam. Upaya ini bertujuan memerangi praktik penipuan yang marak menggunakan citra selebriti untuk menarik korban melalui iklan palsu di platform sosial media mereka.

Ad
Ad

Gugatan terhadap pengiklan scam seleb dari berbagai negara

Pengumuman resmi dari Meta pada Kamis, 27 Februari 2026, menyebutkan bahwa pengiklan scam tersebut telah dikenai sanksi berupa pembekuan metode pembayaran, penonaktifan akun terkait, serta pemblokiran domain website yang digunakan sebagai alat penipuan.

Meta juga mengirimkan surat peringatan (cease and desist) kepada delapan konsultan pemasaran yang menawarkan jasa untuk mengelabui sistem penegakan kebijakan iklan Meta. Taktik seperti membuka blokir akun palsu dan menyewa akses akun terpercaya digunakan untuk membypass kontrol platform.

Tiga pengiklan utama yang digugat Meta adalah:

  • Vitor Lourenço de Souza dan Milena Luciani Sanchez dari Brasil, yang menggunakan gambar dan suara selebriti yang telah diedit untuk mempromosikan produk kesehatan palsu.
  • B&B Suplementos e Cosméticos Ltda. dan beberapa individu terkait, juga dari Brasil, yang memanfaatkan citra dokter terkenal secara sintetis untuk menjual produk kesehatan ilegal dan mengajarkan teknik scam tersebut melalui kursus.
  • Shenzhen Yunzheng Technology Co., Ltd dari China, yang menjalankan iklan jebakan selebriti untuk menipu orang di berbagai negara, termasuk AS dan Jepang, dengan modus investasi palsu.

Modus penipuan dan teknik canggih yang digunakan

Meta mengungkap bahwa mereka telah mengembangkan perlindungan khusus untuk lebih dari 500.000 selebriti dan tokoh publik guna mencegah penyalahgunaan citra mereka dalam iklan scam. Selain itu, pengiklan Vietnam, Lý Văn Lâm, juga sedang digugat karena menggunakan teknik cloaking untuk mengelabui sistem review iklan Meta.

Cloaking adalah metode di mana iklan menunjukkan konten yang berbeda kepada sistem peninjau dan pengguna sebenarnya, sehingga iklan scam tetap lolos pemeriksaan. Pengiklan ini menawarkan barang bermerek dengan harga diskon palsu jika pengguna mengisi survei, kemudian mencuri data kartu kredit untuk melakukan penarikan biaya berulang tanpa izin (subscription fraud).

Skala besar penipuan di platform Meta dan dampaknya

Investigasi Reuters sebelumnya mengungkap bahwa 19% dari penjualan iklan Meta sebesar $18 miliar di China pada 2024 didominasi oleh iklan scam, judi ilegal, dan konten terlarang lainnya. Program Badged Partners Meta pun tengah ditinjau ulang karena adanya agensi yang membiarkan iklan terlarang berjalan.

Selain itu, analisis dari Gen Digital terhadap 14,5 juta iklan di Eropa dan Inggris menunjukkan bahwa hampir 31% iklan mengarah ke situs scam, phishing, atau malware. Iklan scam tersebut menghasilkan lebih dari 300 juta tayangan dalam waktu kurang dari sebulan, dengan 10 pengiklan bertanggung jawab atas lebih dari 56% iklan scam yang terdeteksi.

  • Modus penipuan melibatkan kombinasi malvertising dan skema pig butchering, terutama menargetkan korban di Jepang.
  • Penipuan melibatkan chatbot AI yang memanipulasi korban agar menginvestasikan uang dengan janji keuntungan palsu yang harus dibayar "biaya pelepasan".
  • Lebih dari 23.000 domain terkait skema ini telah ditemukan.
  • Router dirusak untuk mengubah pengaturan DNS demi mengarahkan pengguna ke situs scam.
  • Jaringan notifikasi push jahat juga menyasar pengguna Android di berbagai negara Asia, termasuk Indonesia.
  • 150+ situs palsu meniru firma hukum di AS dan Inggris untuk menipu korban yang mencari bantuan hukum.

Upaya penegakan hukum dan pemberantasan scam di Asia Tenggara

Penindakan terhadap scam ini juga dilakukan oleh aparat keamanan di Asia Tenggara. Pemerintah Kamboja, misalnya, melaporkan telah melakukan 48 operasi penangkapan dalam sembilan bulan pertama 2025, dengan 168 orang ditangkap dan 2.722 dideportasi terkait jaringan penipuan online.

Hasilnya, aktivitas scam di Kamboja turun hingga 50% sejak awal tahun ini. Perdana Menteri Kamboja, Hun Manet, menegaskan bahwa pusat-pusat scam online merusak reputasi dan ekonomi negara.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah hukum Meta ini menjadi sinyal penting bahwa perusahaan teknologi global tak hanya mendorong inovasi, tetapi juga harus aktif menjaga keamanan pengguna dari ancaman digital yang semakin kompleks. Penipuan berbasis selebriti dan teknik cloaking menunjukkan tingkat kecanggihan yang memerlukan kolaborasi lintas negara dan sektor.

Fakta bahwa sebagian besar iklan scam berasal dari jaringan terorganisir di Asia dan mengincar korban global memperlihatkan bahwa ini bukan lagi masalah lokal, melainkan tantangan keamanan siber internasional. Pemerintah dan korporasi harus memperkuat regulasi, penegakan hukum, dan edukasi masyarakat agar korban penipuan digital dapat diminimalisir.

Ke depan, penting bagi pengguna media sosial untuk selalu waspada terhadap iklan yang terlalu bagus untuk jadi kenyataan, terutama yang memanfaatkan nama besar selebriti. Sementara itu, Meta dan platform lain harus terus mengembangkan teknologi deteksi dan perlindungan dengan pendekatan AI agar dapat lebih cepat mengidentifikasi dan memblokir aktivitas scam.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad