Nvidia DLSS 5 Jadi Bahan Lelucon di Media Sosial, Ini Sebabnya

Mar 20, 2026 - 04:00
 0  3
Nvidia DLSS 5 Jadi Bahan Lelucon di Media Sosial, Ini Sebabnya

Nvidia DLSS 5, teknologi terbaru dari Nvidia yang diklaim mampu meningkatkan performa sekaligus kualitas grafis game secara signifikan, justru menjadi bahan olokan di media sosial. Meski Nvidia mempresentasikan DLSS 5 sebagai terobosan terbesar dalam grafis komputer beberapa tahun terakhir, banyak gamer menanggapi dengan kritik dan humor yang tajam.

Ad
Ad

Apa Itu DLSS dan Peran DLSS 5?

DLSS (Deep Learning Super Sampling) adalah teknologi peningkatan gambar berbasis kecerdasan buatan yang pertama kali diperkenalkan Nvidia pada 2018. Awalnya berfungsi sebagai metode upscaling resolusi untuk meningkatkan kualitas gambar tanpa membebani perangkat keras, kini teknologi ini bahkan mampu menghasilkan frame baru secara otomatis. Menurut Nvidia, lebih dari 750 game telah mengintegrasikan teknologi ini.

DLSS 5 yang akan dirilis pada musim gugur ini menjanjikan lompatan besar dalam kualitas grafis, memungkinkan pengembang game menampilkan gambar fotorealistik yang selama ini hanya bisa dicapai pada efek visual Hollywood. Namun, contoh visual yang dipamerkan Nvidia justru menimbulkan kontroversi.

Reaksi Negatif Gamer Terhadap Visual DLSS 5

Dalam cuplikan demonstrasi yang memperlihatkan karakter Grace Ashcroft dari Resident Evil Requiem, terlihat perbedaan mencolok antara DLSS 5 mati dan menyala. Sementara latar belakang dan detail grafis meningkat, wajah karakter tampak berubah drastis dengan bibir lebih penuh, kantung mata lebih terang, bahkan terlihat seperti memakai riasan.

Karakter-karakter lain dari Hogwarts Legacy, Starfield, dan EA Sports FC juga mendapat perlakuan serupa, yang menurut banyak gamer menghilangkan estetika asli dan menciptakan kesan uncanny valley atau gambar yang terasa aneh dan tidak alami.

"Obsesi terhadap fidelitas grafis dibandingkan arahan artistik sudah mencapai level kritis," komentar seorang pengguna YouTube.

Banyak yang merasa DLSS 5 mengubah pencahayaan, fitur wajah, dan elemen visual yang seharusnya menjadi keputusan kreatif pengembang game.

Meme dan Candaan Viral di Media Sosial

Respons netizen tidak hanya berupa kritik serius, tapi juga berujung pada meme yang viral. Salah satu meme populer menunjukkan foto bersejarah "Migrant Mother" yang diubah menjadi versi wanita tersenyum dengan riasan tebal, disertai tulisan "Nvidia mempersembahkan DLSS 5." Format meme ini kemudian diikuti dengan berbagai perbandingan "sebelum dan sesudah" DLSS 5 yang memperlihatkan perubahan wajah atau gaya seni yang berlebihan dan kadang menggelikan.

Contoh lain memperlihatkan perbandingan gambar kartun asli dengan versi hiper-realistis yang menimbulkan kesan aneh dan kurang natural.

Tanggapan Nvidia dan CEO Jensen Huang

Dalam komentar resmi di video YouTube yang memperlihatkan kemampuan DLSS 5, Nvidia menegaskan bahwa "pengembang game memiliki kontrol artistik penuh dan rinci atas efek DLSS 5 untuk menjaga estetika unik game mereka."

"Kritik itu sepenuhnya salah," kata Jensen Huang, pendiri dan CEO Nvidia, dalam sesi tanya jawab pers.

Huang menjelaskan bahwa DLSS 5 menggabungkan kendali penuh atas geometri, tekstur, dan elemen game dengan kecerdasan buatan generatif. Pengembang dapat mengatur AI ini agar sesuai dengan gaya artistik yang diinginkan. Dengan demikian, menurut Huang, teknologi ini tidak menghilangkan kontrol artistik pengembang.

Nvidia juga mengumumkan bahwa DLSS 5 akan diimplementasikan pada beberapa judul populer seperti Assassin’s Creed Shadows, Delta Force, Justice, Phantom Blade Zero, dan Sea of Remnants saat dirilis nanti.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, fenomena reaksi keras terhadap DLSS 5 menggambarkan ketegangan antara kemajuan teknologi dan ekspektasi estetika komunitas gamer. Meskipun Nvidia berambisi menghadirkan grafis ultra-realistis, pengguna game melihatnya sebagai intervensi yang mengubah karakter visual karya seni digital yang selama ini dihargai, terutama dalam hal pencahayaan dan ekspresi wajah.

Reaksi meme dan kritik ini juga menandakan bahwa teknologi grafis, terutama yang melibatkan AI generatif, harus disandingkan dengan sensitivitas terhadap preferensi artistik dan budaya pengguna. Jika tidak, inovasi terbaik sekalipun bisa berujung pada penolakan publik.

Ke depan, layak untuk mengamati bagaimana pengembang game memanfaatkan DLSS 5 dalam menjaga keseimbangan antara peningkatan teknis dan menjaga integritas artistik, serta bagaimana Nvidia merespons masukan dari komunitas. Teknologi ini bisa menjadi titik balik penting dalam industri game jika dikelola dengan tepat.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad