Netanyahu Tegaskan Serangan Israel di Ladang Gas Pars Selatan Tanpa Libatkan AS

Mar 20, 2026 - 05:40
 0  4
Netanyahu Tegaskan Serangan Israel di Ladang Gas Pars Selatan Tanpa Libatkan AS

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu secara tegas mengakui bahwa serangan militer Israel di ladang gas Pars Selatan milik Iran dilakukan tanpa melibatkan Amerika Serikat (AS). Pernyataan ini disampaikan dalam konferensi pers yang disiarkan secara langsung, menjelaskan bahwa Israel bertindak secara sepihak dalam operasi militer di ladang gas terbesar di dunia tersebut.

Ad
Ad

Serangan Israel di Ladang Gas Pars Selatan Tanpa Keterlibatan AS

Dalam konferensi pers yang dikutip AFP pada Jumat, 20 Maret 2026, Netanyahu menyatakan,

"Israel bertindak sendiri melawan kompleks gas Asaluyeh. Presiden Trump meminta kami untuk menahan diri dari serangan di masa mendatang dan kami tetap berpegang pada prinsip itu."
Ini menegaskan bahwa Presiden AS saat itu, Donald Trump, telah meminta Israel untuk menunda serangan lanjutan, dan Israel menghormati permintaan tersebut.

Menurut laporan Al Jazeera, Netanyahu menjelaskan bahwa penundaan serangan lebih lanjut dilakukan atas permintaan Trump. Pemimpin Israel itu juga optimis bahwa setiap upaya Iran untuk menutup jalur strategis Selat Hormuz akan gagal.

Penolakan Netanyhu Terkait Keterlibatan AS dalam Konflik

Selama konferensi pers, Netanyahu menghabiskan banyak waktu untuk menyangkal rumor yang beredar bahwa pemerintahannya mendorong AS terlibat dalam perang melawan Iran. Ia menyebut tuduhan tersebut sebagai "kabar bohong" dan "konyol".

"Kabar bohong bahwa kami menyeret Amerika Serikat ke dalam perang ini bukan hanya kabar bohong, itu konyol," ujar Netanyahu.

Ia juga menambahkan bahwa Presiden Trump, sejak lebih dari setahun lalu, telah berkomitmen untuk mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

"Dunia berhutang budi yang sangat besar, sangat besar kepada Presiden Trump karena telah memimpin upaya ini untuk melindungi masa depan kita," tegas Netanyahu.

Konteks Serangan dan Dampaknya pada Ladang Gas Pars Selatan

Serangan Israel menargetkan fasilitas ladang gas Pars Selatan yang berada di Teluk Persia, menyebabkan kebakaran besar. Ladang gas ini dikenal sebagai cadangan gas alam terbesar di dunia dan memasok sekitar 70% gas alam domestik Iran. Fasilitas ini terletak di Zona Ekonomi Khusus Energi South Pars di Asaluyeh, provinsi Bushehr, Iran Selatan.

Menurut laporan AFP yang mengutip Ehsan Jahanian, wakil gubernur Bushehr, serangan menggunakan proyektil yang diluncurkan oleh musuh Amerika-Zionis, istilah yang biasa digunakan pemerintah Iran untuk Israel dan Amerika Serikat.

Ladang gas South Pars/North Dome merupakan sumber vital bagi ekonomi Iran, sehingga serangan Israel ini berpotensi menimbulkan ketegangan serius di kawasan Timur Tengah yang sudah sarat konflik.

Ancaman Iran dan Respons Israel terhadap Penutupan Selat Hormuz

Netanyahu juga mengomentari upaya Iran yang dianggapnya sebagai ancaman global, yaitu kemungkinan penutupan Selat Hormuz, jalur maritim internasional utama untuk pengiriman minyak dan gas dunia.

"Kelompok fanatik kematian di Iran mencoba memeras dunia dengan menutup jalur maritim internasional utama, Selat Hormuz. Itu tidak akan berhasil," kata Netanyahu.

Selat Hormuz memang merupakan titik strategis yang sangat penting bagi perdagangan energi global. Jika ditutup oleh Iran, dampaknya tidak hanya pada Timur Tengah, tetapi juga pada pasar energi dunia dan keamanan internasional.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pengakuan Netanyahu bahwa Israel bertindak sendiri tanpa dukungan langsung AS dalam serangan ke ladang gas Iran menunjukkan adanya upaya Israel untuk mengendalikan narasi konflik yang semakin memanas di Timur Tengah. Dengan menegaskan bahwa AS tidak terlibat langsung, Netanyahu berusaha membatasi eskalasi yang bisa menarik Amerika Serikat lebih jauh ke dalam konfrontasi militer dengan Iran.

Namun, pernyataan ini juga memperlihatkan kompleksitas hubungan strategis antara Israel dan AS, di mana ada koordinasi politik dan diplomatik di balik layar, meskipun tidak dalam bentuk operasi militer bersama. Selain itu, ancaman Iran terhadap Selat Hormuz menjadi perhatian global karena potensi gangguan besar pada pasokan energi dunia. Konflik ini bukan hanya soal bilateral Israel-Iran, tetapi bisa berdampak luas pada stabilitas geopolitik dan ekonomi internasional.

Ke depan, publik dan pengamat internasional harus terus memantau langkah-langkah diplomasi dan militer di kawasan ini, terutama sikap AS yang selama ini menjadi penyeimbang utama. Apakah AS akan tetap mengedepankan permintaan penundaan serangan atau justru terlibat lebih dalam? Bagaimana Iran merespons tekanan ini juga akan sangat menentukan arah konflik yang berlangsung.

Kita perlu waspada terhadap potensi eskalasi yang dapat meluas dan mengganggu perdamaian regional maupun global. Informasi terbaru dan analisis mendalam harus terus diikuti agar masyarakat mendapat gambaran utuh tentang dinamika konflik ini.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad