Greg Abel Kelola Rp960 Triliun Investasi Berkshire Hathaway di 3 Saham AI Terdepan
Setelah hampir enam dekade memimpin Berkshire Hathaway, Warren Buffett resmi pensiun sebagai CEO pada 31 Desember 2025. Sepeninggal Buffett, Greg Abel mengambil alih kendali manajemen investasi perusahaan yang memiliki portofolio senilai sekitar Rp4.7 kuadriliun (US$313 miliar). Menariknya, meskipun Buffett dikenal tidak begitu agresif di saham teknologi, kini Abel mengelola portofolio dengan eksposur besar pada saham-saham yang berfokus pada kecerdasan buatan (AI).
Dalam pengelolaan portofolionya, Greg Abel memiliki sekitar Rp960 triliun (US$64 miliar) yang diinvestasikan pada tiga saham AI utama, yaitu Apple, Alphabet, dan Amazon. Ketiga perusahaan ini dianggap sebagai penggerak utama di bidang AI dan teknologi yang berkembang pesat.
Apple: Investasi Rp845 Triliun dengan Fokus AI dan Layanan
Apple, yang selama ini dikenal Buffett sebagai perusahaan barang konsumen, tetap menjadi tulang punggung investasi Berkshire Hathaway dengan nilai sekitar Rp845 triliun (US$57.9 miliar). Meskipun penjualan utama Apple berasal dari perangkat fisik seperti iPhone, Mac, iPad, dan perangkat wearable, masa depan perusahaan ini semakin ditopang oleh integrasi teknologi AI ke dalam produknya.
Pada Juni 2024, Apple meluncurkan Apple Intelligence, sistem AI generatif yang terintegrasi langsung ke perangkat kerasnya. Fitur ini memungkinkan pengguna mengedit foto dengan mudah, meringkas teks secara cepat, dan membuat emoji kustom. Siri, asisten suara Apple, kini juga terhubung dengan model bahasa besar (large language model/LLM) yang menggerakkan teknologi seperti ChatGPT.
Selain AI, CEO Apple, Tim Cook, juga memperkuat pendapatan perusahaan melalui layanan berlangganan yang dapat meningkatkan margin keuntungan dan loyalitas pelanggan, sekaligus mengurangi ketergantungan pada siklus pembaruan iPhone.
Alphabet: Rp80 Triliun Investasi dan Pertumbuhan Cloud AI
Pada kuartal ketiga 2025, Warren Buffett mulai membeli saham Alphabet dengan nilai awal US$4,3 miliar, yang kini menjadi sekitar Rp80 triliun (US$5,5 miliar) di bawah pengelolaan Greg Abel. Alphabet, induk Google, terkenal dengan dominasi pencarian internet globalnya, tetapi masa depan pendapatannya sangat bergantung pada layanan cloud Google Cloud yang berkembang pesat.
Alphabet telah mengintegrasikan AI generatif dan LLM ke dalam Google Cloud, yang menghasilkan pertumbuhan penjualan sebesar 48% pada kuartal yang berakhir Desember 2025. Margin keuntungan dari layanan cloud jauh lebih tinggi dibandingkan dengan iklan tradisional, yang menjadi sumber pendapatan utama Google selama ini.
Selain itu, Alphabet aktif melakukan pembelian kembali saham (share buyback), dengan nilai lebih dari US$346 miliar sejak 2016, menjadikannya salah satu program pembelian saham terbesar di Wall Street, hanya kalah dari Apple yang sudah membeli kembali saham senilai US$841 miliar sejak 2013.
Amazon: Posisi Kecil tapi Strategis di Era AI dan Cloud
Walaupun Warren Buffett sempat mengurangi kepemilikan Berkshire Hathaway di Amazon hingga 77% pada kuartal terakhir masa jabatannya, saat ini saham Amazon masih tetap menjadi bagian dari portofolio Greg Abel dengan nilai sekitar Rp7,1 triliun (US$490 juta).
Amazon dikenal sebagai pemimpin di dua industri besar: e-commerce dan layanan cloud melalui Amazon Web Services (AWS). AWS menguasai hampir sepertiga dari pangsa pasar infrastruktur cloud global. Sama seperti Google Cloud, AWS telah mengadopsi teknologi AI generatif dan LLM, yang berkontribusi pada pertumbuhan penjualan sebesar 24% dalam mata uang konstan pada kuartal keempat 2025 serta pendapatan tahunan yang mencapai US$142 miliar.
Menariknya, valuasi Amazon saat ini relatif murah dibandingkan potensi arus kas masa depannya. Di dekade 2010-an, saham Amazon diperdagangkan dengan rasio kas ke harga sekitar 30 kali, sementara saat ini harga saham diperdagangkan sekitar 9,9 kali arus kas yang diproyeksikan untuk 2027.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kepemimpinan baru Greg Abel membawa arah baru bagi Berkshire Hathaway yang mulai menguatkan posisi di sektor teknologi canggih, terutama AI. Meskipun Buffett dikenal konservatif dan menghindari saham teknologi tinggi, portofolio yang diwariskan dan kini dikelola Abel menunjukkan pergeseran strategis yang signifikan.
Investasi besar di Apple, Alphabet, dan Amazon bukan hanya soal mengikuti tren, tetapi juga menempatkan Berkshire Hathaway dalam posisi yang sangat kompetitif untuk menghadapi revolusi teknologi masa depan. Langkah ini bisa menjadi katalis utama bagi pertumbuhan nilai perusahaan dan portofolio investor dalam jangka panjang.
Namun, investor juga harus mewaspadai risiko volatilitas pasar teknologi yang bisa terjadi. Kinerja saham ini sangat dipengaruhi oleh inovasi teknologi dan regulasi yang terus berkembang. Oleh karena itu, memantau perkembangan teknologi AI dan strategi korporasi ketiga raksasa ini akan sangat penting untuk memahami arah investasi Berkshire Hathaway selanjutnya.
Kedepannya, publik dan investor disarankan untuk terus mengikuti dinamika portofolio Greg Abel yang kini menjadi wajah baru Berkshire Hathaway dalam menghadapi era teknologi yang penuh tantangan dan peluang ini.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0