Dua Perusahaan Utah Ubah Cara Kerja AI untuk Bisnis Nyata dengan Hasil Mengagumkan

Mar 24, 2026 - 13:00
 0  14
Dua Perusahaan Utah Ubah Cara Kerja AI untuk Bisnis Nyata dengan Hasil Mengagumkan

Di tengah perdebatan para pembuat kebijakan tentang aturan dan risiko kecerdasan buatan (AI), dua perusahaan di Utah telah membuktikan bahwa AI bukan sekadar diskusi, melainkan solusi nyata yang mengubah cara bisnis beroperasi. MyAdvice dan GCommerce menghadirkan AI yang disesuaikan untuk kebutuhan spesifik klien mereka, menghasilkan peningkatan signifikan dalam efisiensi dan layanan pelanggan.

Ad
Ad

MyAdvice: AI Kustom yang Mengerti Bisnis Anda

Shawn Miele, pendiri MyAdvice di Park City, telah mengelola perusahaan pemasaran digital yang melayani lebih dari seribu penyedia layanan kesehatan seperti dokter, dokter gigi, dan pengacara. Tiga tahun lalu, dia mengambil langkah berani dengan mengembangkan Maya, sebuah sistem AI yang berbeda dari chatbot biasa.

Alih-alih menggunakan model AI generik, MyAdvice menciptakan model bahasa kecil yang disesuaikan untuk setiap klien. Artinya, AI yang melayani sebuah kantor dokter gigi di Provo memiliki pengetahuan khusus tentang praktik tersebut, mencakup gaya komunikasi, layanan, pasien, dan merek mereka. Model ini berbeda dengan AI yang digunakan untuk firma hukum di Salt Lake City, karena memang dirancang untuk tujuan yang berbeda.

Keunggulan utama dari pendekatan ini adalah tingkat kepercayaan dan akurasi yang jauh lebih tinggi. Chatbot generik sering kali menghasilkan jawaban yang salah (disebut 'halusinasi'), namun Maya mampu memberikan informasi akurat secara konsisten karena dilatih dengan data spesifik dan terverifikasi dari masing-masing klien.

"AI ini bekerja dengan cara yang dapat diulang sehingga standar kualitas selalu terjaga," kata Miele. "Berbeda dengan manusia, yang kadang kualitasnya bisa bervariasi."

Implikasi praktisnya sangat terasa. Setelah mengganti chatbot lama dengan Maya, tingkat konversi klien MyAdvice meningkat hingga tiga kali lipat. Selain itu, waktu tanggapan terhadap ulasan pasien yang sebelumnya rata-rata lebih dari 20 hari kini turun drastis menjadi kurang dari 24 jam dengan hampir 100 persen ulasan mendapat respon.

Untuk dokter gigi yang sebelumnya menangani hal-hal administratif sambil melayani pasien, ini bukan sekadar peningkatan kecil, melainkan perubahan besar dalam cara kerja mereka. "Kini dokter bisa fokus melihat lebih banyak pasien, yang tentu lebih bernilai," tambah Miele.

GCommerce: Menghadirkan Koneksi Langsung Hotel dan Pelanggan dengan AI

Scott Van Hartesvelt, pemilik GCommerce, sebuah agensi pemasaran digital untuk hotel, telah berkecimpung di industri selama 24 tahun. Dia mengelola kehadiran online lebih dari 2.500 properti hotel di seluruh Amerika Serikat dan menyaksikan berbagai perubahan teknologi, mulai dari internet, media sosial, hingga mobile. Namun, baginya, AI adalah perubahan paling drastis dan cepat.

Salah satu persoalan utama yang dihadapi industri perhotelan saat ini adalah bagaimana AI seperti ChatGPT dan Google Gemini mulai digunakan wisatawan untuk merencanakan dan memesan perjalanan. Masalahnya, saat AI memesan kamar hotel, transaksi tersebut sering diarahkan melalui situs pihak ketiga seperti Expedia atau Booking.com, sehingga hotel kehilangan hubungan langsung dengan tamu dan harus membayar komisi besar.

"Setelah tragedi 11 September 2001, Expedia dan Booking.com menguasai pasar dengan menghubungkan inventaris hotel dan tamu secara langsung, sehingga mereka menjadi perantara permanen," ujar Van Hartesvelt. "Kini, hal itu terulang kembali dengan AI."

Menurutnya, iklan ChatGPT yang sering menampilkan tema perjalanan menunjukkan betapa besar potensi pasar ini dan kebutuhan untuk memperbaiki layanan pelanggan yang selama ini belum optimal.

Penelitian dari Skift mengungkapkan bahwa rata-rata wisatawan mengunjungi 141 halaman berbeda dalam 45 hari sebelum memesan hotel, sementara studi Accenture menunjukkan 66 persen wisatawan tidak menikmati proses perencanaan perjalanan. AI bisa menjadi solusi untuk menyederhanakan proses tersebut.

GCommerce berupaya mengatasi masalah ini dengan metode aktif, yaitu menggunakan protokol data baru untuk langsung memasukkan inventaris hotel ke sistem AI. Dengan cara ini, ketika seseorang bertanya pada ChatGPT tentang rekomendasi penginapan, hasil yang muncul adalah ketersediaan dan harga dari hotel itu sendiri — bukan daftar dari pihak ketiga. Ini membangun kembali koneksi langsung antara hotel dan pelanggan yang sempat hilang di era internet.

Implikasi untuk Utah dan Masa Depan AI

Sementara para legislator Utah tengah merumuskan regulasi dan kerangka kerja untuk AI, perusahaan seperti MyAdvice dan GCommerce sudah lebih dulu mengaplikasikan teknologi ini dalam bisnis nyata. AI kini aktif dalam menjawab pertanyaan pelanggan, menanggapi ulasan, dan bahkan memengaruhi keputusan pemesanan hotel.

Kedua pemimpin perusahaan itu sepakat bahwa ada tantangan kepercayaan yang harus dihadapi, termasuk kekhawatiran staf dan klien yang belum siap memberikan kendali komunikasi kepada AI, serta transparansi bagi konsumen yang sering tidak tahu kapan mereka berinteraksi dengan mesin.

"Bisnis yang bisa mengadopsi AI secara jujur dan membuat stafnya lebih produktif, bukan tergantikan, akan memperoleh keunggulan kompetitif yang berkelanjutan," ujar Miele dan Van Hartesvelt.

Miele menegaskan, "Utah sangat berkomitmen pada teknologi. Kami berada dalam perlombaan yang sama dengan Silicon Valley dan kami yakin akan menjadi pemimpin AI di masa depan."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, keberhasilan MyAdvice dan GCommerce menunjukkan bahwa perkembangan AI tidak hanya soal regulasi dan teori, melainkan sudah menjadi kekuatan transformatif di lapangan. Pendekatan kustomisasi AI yang fokus pada kebutuhan unik bisnis lokal bisa menjadi model yang diadopsi secara luas, bukan hanya di Utah tapi juga di Indonesia.

Selain itu, tantangan kepercayaan dan transparansi yang disebutkan menjadi isu krusial yang harus segera ditangani agar adopsi AI bisa berlangsung secara berkelanjutan dan etis. Pelaku bisnis perlu melihat AI sebagai alat untuk meningkatkan kemampuan manusia, bukan menggantikannya, yang akan memicu inovasi dan efisiensi tanpa mengorbankan tenaga kerja.

Ke depan, kita harus mengawasi bagaimana kebijakan pemerintah merespons inovasi ini dan apakah akan ada dukungan yang memadai untuk membangun ekosistem AI yang sehat. Inisiatif seperti yang dilakukan oleh dua perusahaan Utah ini bisa menjadi inspirasi dan benchmark penting bagi pengembangan AI di berbagai sektor industri di Indonesia.

Kesimpulannya, AI yang disesuaikan dan terintegrasi langsung dengan kebutuhan bisnis nyata memberikan perubahan yang nyata dan signifikan, membuka peluang baru sekaligus menuntut kesiapan dari berbagai pihak untuk mengadopsi teknologi ini secara bertanggung jawab.

Tetap ikuti perkembangan teknologi dan regulasi AI agar Anda tidak ketinggalan bagaimana kecerdasan buatan akan mengubah wajah bisnis di masa depan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad