Amazon Akuisisi Fauna Robotics, Pembuat Robot Humanoid 'Mudah Didekati' Sprout

Mar 25, 2026 - 06:20
 0  6
Amazon Akuisisi Fauna Robotics, Pembuat Robot Humanoid 'Mudah Didekati' Sprout

Amazon mengumumkan akuisisi Fauna Robotics, sebuah startup yang mengembangkan robot humanoid yang dirancang untuk menjadi mudah didekati dan ramah manusia. Kesepakatan ini diumumkan pada Selasa, namun nilai transaksi tidak diungkapkan.

Ad
Ad

Fauna Robotics dikenal dengan produk pertamanya yang dinamai Sprout, sebuah robot bipedal setinggi 3 kaki 6 inci (sekitar 107 cm) dengan harga sekitar $50.000. Robot ini dirancang tidak hanya agar terlihat ramah dan approachable, tetapi juga agar dapat diakses dengan mudah oleh para pengembang perangkat lunak.

Fauna Robotics dan Produk Sprout

Didirikan pada tahun 2024 oleh para insinyur yang sebelumnya bekerja di Meta dan Google, Fauna Robotics berbasis di New York. Sprout memiliki bobot sekitar 50 pon (23 kg) dan menonjol karena desainnya yang berfokus pada interaksi manusia serta kemampuan yang dapat dikembangkan oleh komunitas pembuat aplikasi.

Sejak peluncurannya awal tahun ini, Fauna telah berhasil menarik perhatian sejumlah pelanggan besar seperti Disney dan Boston Dynamics, anak perusahaan Hyundai. Keberhasilan ini menunjukkan potensi tinggi robot humanoid yang mudah digunakan dan dikustomisasi.

Strategi Robotik Amazon

Fauna Robotics yang memiliki sekitar 50 karyawan kini resmi bergabung dengan Amazon di kantor mereka di New York. Dalam sebuah unggahan LinkedIn, CEO Fauna, Rob Cochran, menyatakan antusiasmenya bergabung dengan Amazon dan berjanji untuk terus mengoperasikan Fauna sebagai "Fauna Robotics, sebuah perusahaan Amazon."

"Kami sangat bersemangat dengan kesempatan untuk membangun robot yang cakap, aman, dan menyenangkan bagi semua orang," ujar juru bicara Amazon kepada CNBC.

Amazon sendiri sudah lebih dari satu dekade mengembangkan kemampuan robotik, terutama dalam otomatisasi gudang. Akuisisi Kiva Systems senilai $775 juta pada 2012 menjadi tonggak utama pembentukan divisi Amazon Robotics yang fokus pada robotik gudang.

Baru-baru ini, Amazon juga membeli Rivr, perusahaan robotik asal Swiss yang mengembangkan mesin untuk pengiriman hingga ke pintu rumah, sebagai bagian dari upaya memperluas jangkauan robotik ke layanan pengiriman dan penggunaan personal.

Persaingan di Pasar Robot Humanoid

Dengan mengambil alih Fauna, Amazon secara resmi memasuki pasar robot humanoid yang semakin ramai. Tesla, misalnya, tengah mengembangkan robot humanoid bernama Optimus yang akan diproduksi di pabrik Fremont, California, dengan target produksi satu juta unit per tahun.

  • Perusahaan lain yang juga aktif di pasar ini termasuk 1X, Figure AI, Apptronik, Agility Robotics, dan Unitree asal Tiongkok.

Amazon sebelumnya sudah mencoba memasuki pasar robot rumahan dengan meluncurkan Astro pada 2021, robot pribadi berukuran kecil yang dijual terbatas dengan harga sekitar $1.600. Namun, Astro masih terbatas pada fungsi tertentu dan pembeliannya harus melalui undangan khusus.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, akuisisi Fauna Robotics oleh Amazon menandai langkah strategis penting dalam persaingan teknologi robotik personal dan komersial. Amazon tidak hanya memperkuat posisi di bidang otomatisasi gudang dan logistik, tetapi juga mulai mengembangkan produk robotik yang dapat berinteraksi langsung dengan konsumen.

Langkah ini bisa menjadi game-changer dalam cara robot humanoid diintegrasikan ke dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari membantu pekerjaan rumah hingga layanan pelanggan dan hiburan. Namun, tantangan besar yang harus dihadapi adalah bagaimana Amazon dapat membuat robot ini terjangkau dan benar-benar bermanfaat bagi pasar massal, bukan hanya segmen premium.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Amazon akan menggabungkan keahlian perangkat keras dan perangkat lunak dari Fauna dengan ekosistem produk dan layanan mereka yang luas. Apakah robot seperti Sprout dapat menjadi bagian dari ekosistem pintar di rumah dan bisnis, atau malah menjadi alat baru dalam otomatisasi layanan pelanggan dan pengiriman, akan menentukan keberhasilan inisiatif ini.

Dengan persaingan ketat dari Tesla dan startup lain, serta kemajuan teknologi AI yang terus berkembang, pasar robot humanoid di Indonesia dan dunia diperkirakan akan semakin menarik dan penuh inovasi dalam beberapa tahun mendatang.

Terus ikuti perkembangan terbaru untuk mendapatkan informasi terkini tentang bagaimana robot humanoid akan mengubah cara kita hidup dan bekerja.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad