Kanye West Tegaskan Album Bully Tanpa Bantuan AI, Benarkah?
Kanye West baru-baru ini menegaskan bahwa album terbarunya yang sudah lama dinanti, Bully, dibuat tanpa menggunakan bantuan kecerdasan buatan (AI). Pernyataan ini disampaikan melalui unggahan di platform X pada Rabu, 25 Maret 2026, di mana ia membagikan daftar lagu album tersebut yang terdiri dari 13 lagu, termasuk trek yang sebelumnya sudah diperkenalkan seperti “Beauty and the Beast” dan “Preacher Man”. Dalam caption unggahannya, Kanye menulis dengan tegas, “BULLY ON THE WAY NO AI.”
Kontradiksi dengan Pernyataan Sebelumnya tentang AI
Pernyataan terbaru ini bertolak belakang dengan apa yang Kanye utarakan pada tahun 2025 dalam wawancara bersama Justin Laboy. Pada kesempatan itu, Kanye mengungkapkan bahwa ia memang memanfaatkan AI dalam proses penulisan lagunya, "sama seperti saya menggunakan Auto-Tune. Ini adalah alat, bukan pengganti." Dalam video yang mendampingi wawancara, penonton sempat mencermati bahwa Kanye menggunakan platform bernama Audimee, sebuah teknologi yang memungkinkan pengguna mengubah vokal dengan bantuan AI secara bebas royalti.
"Sudah saatnya saya menjelaskan kepada orang-orang tentang kekuatan AI dalam musik," kata Kanye. "Saat ini, kamu bisa mengambil lagu apapun dan memisahkannya—hanya vokal, hanya bass, drum—dan mengisolasi dengan sempurna. Jadi ketika saya mengirim lagu atau sampel ke engineer saya, saya hanya bilang, 'JS [engineer saya, John Scott], AI.'"
Meski begitu, berbagai pihak di sekitar Kanye, termasuk manajer musik Peter Jideonwo dan mantan kepala staf Yeezy sekaligus komentator sayap kanan Milo Yiannopoulos, menegaskan bahwa album Bully tidak menggunakan AI sama sekali.
Perjalanan Panjang dan Kontroversi Sebelum Rilis Bully
Kanye sudah mulai menggoda para penggemar dengan album Bully sejak September 2024, saat ia memperdengarkan lagu “Beauty and the Beast” dalam sebuah penampilan di Haikou, China. Pada tahun 2025, Kanye juga membagikan film pendek Bully V1 di X, yang menampilkan putranya, Saint West, dan memperlihatkan sebagian besar daftar lagu yang kini telah ia publikasikan.
Pada awal 2026, Kanye memastikan bahwa album itu akan dirilis pada 20 Maret melalui perusahaan musik independen, Gamma. Namun, hingga tanggal tersebut berlalu, belum ada konfirmasi resmi terkait tanggal rilis baru dari sang rapper.
Periode dua tahun terakhir sejak pengumuman awal Bully diwarnai dengan berbagai kontroversi berat bagi Kanye. Pada akhir 2024, ia menghadapi tuduhan pelecehan dan kekerasan seksual dari dua penggugat berbeda. Di awal 2025, Kanye mengaku sebagai "Nazi" dan "rasis" lewat serangkaian unggahan di X yang menuai kecaman luas.
"Saya tidak minta simpati atau pembebasan dari kesalahan, tapi saya bercita-cita untuk mendapat pengampunan Anda," tulis Kanye dalam sebuah iklan halaman penuh di Wall Street Journal pada Januari 2026. Ia menjelaskan bahwa perilakunya dipengaruhi oleh gangguan bipolar dan cedera lobus frontal yang dideritanya akibat kecelakaan mobil pada 2002, yang baru terdiagnosis dengan benar pada 2023. "Saya menulis hari ini hanya untuk meminta kesabaran dan pengertian saat saya mencari jalan pulang."
Daftar Lagu Album Bully
- Beauty and the Beast
- Preacher Man
- [11 lagu lainnya yang belum diumumkan secara rinci]
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pernyataan Kanye West yang mengklaim album Bully dibuat tanpa AI ini bisa jadi strategi untuk meredam kekhawatiran publik tentang ketergantungan teknologi dalam industri musik. Mengingat sebelumnya ia secara terbuka mengakui penggunaan AI dalam proses kreatifnya, perubahan narasi ini menimbulkan pertanyaan tentang transparansi dan autentisitas musik yang dihasilkan.
Di sisi lain, kontroversi yang menyelimuti Kanye selama dua tahun terakhir sangat mungkin memengaruhi persepsi publik terhadap karya terbarunya. Penundaan rilis dan ketidakjelasan tanggal baru juga menambah ketidakpastian di kalangan penggemar dan industri musik secara umum.
Ke depan, penting untuk mengamati bagaimana sikap Kanye dan timnya dalam mengkomunikasikan proses kreatif mereka, terutama terkait teknologi AI yang semakin berkembang pesat. Hal ini tidak hanya berdampak pada citra artis, tapi juga membuka diskusi lebih luas tentang peran AI dalam musik dan batasan penggunaannya.
Untuk informasi lebih lanjut, Anda bisa melihat langsung sumber asli berita ini di Pitchfork dan berita terkait di situs berita musik terkemuka.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0