Disanksi dan Diancam Seperti Iran, Mampukah Kuba Bertahan Melawan AS?

Mar 27, 2026 - 08:50
 0  4
Disanksi dan Diancam Seperti Iran, Mampukah Kuba Bertahan Melawan AS?

Kuba kembali menjadi sorotan global setelah Amerika Serikat memberikan ancaman keras yang menyerupai tekanan yang dialami Iran. Negara Amerika Latin ini memang sudah lama menjadi musuh utama AS, terlebih setelah mengalami embargo ekonomi selama lebih dari 64 tahun. Pertanyaannya kini, mampukah Kuba bertahan dan melawan di tengah tekanan yang semakin intensif?

Ad
Ad

Sejarah Panjang Embargo AS terhadap Kuba

Embargo ekonomi yang dijatuhkan AS kepada Kuba merupakan salah satu yang terlama di dunia. Menurut laman resmi pemerintah AS, state.gov, embargo ini diberlakukan sejak Februari 1962. Presiden John F. Kennedy mengumumkan embargo perdagangan sebagai respons atas kebijakan pemerintah Kuba saat itu.

Sejak saat itu hingga kini, embargo ini masih berlaku, membatasi hampir seluruh aktivitas perdagangan, keuangan, dan komunikasi antara Kuba dan AS. Dampaknya sangat terasa di berbagai aspek kehidupan masyarakat Kuba.

Dampak Embargo AS Terhadap Kehidupan Warga Kuba

Laporan The Guardian pada 2022 mencatat beberapa dampak serius akibat embargo ini, antara lain:

  • Dermaga pelabuhan Kuba tampak sepi karena larangan kapal pesiar dan pertukaran budaya oleh AS.
  • Penutupan cabang Western Union di Kuba menghentikan pengiriman uang dari keluarga di luar negeri yang sangat dibutuhkan masyarakat.
  • Rumah sakit kekurangan obat-obatan dan alat medis, karena teknologi medis yang mengandung komponen AS dilarang diekspor ke Kuba.
  • Isolasi komunikasi digital, di mana warga Kuba tidak dapat memakai aplikasi seperti Zoom, Skype, atau Microsoft Teams untuk berkomunikasi dengan dunia luar.
  • Krisis energi yang membuat warga hanya mendapat jatah listrik terbatas, memperburuk kondisi ekonomi dan sosial.

Isben Peralta, salah satu warga Kuba, mengungkapkan kepada CBC News,

"Beberapa dari kami yang memiliki usaha kecil masih bisa makan, tetapi banyak, sangat banyak orang yang tidak mampu. Kondisinya sangat buruk."

Ancaman Baru dari Amerika Serikat dan Respon Kuba

Situasi semakin memanas ketika Presiden Donald Trump pada 16 Maret 2026 menyatakan niatnya untuk mengambil alih Kuba, meski tanpa menjelaskan secara rinci alasan di balik ancaman tersebut. Ancaman ini menguatkan ketegangan yang sudah berlangsung lama antara kedua negara.

Namun, Presiden Kuba Miguel Diaz-Canel memberikan pernyataan tegas menanggapi ancaman tersebut:

"Menghadapi skenario terburuk, Kuba memiliki satu jaminan: setiap agresor eksternal akan menghadapi perlawanan yang tak tergoyahkan."

Kuba pun menegaskan solidaritasnya dengan Iran, negara yang juga menjadi sasaran serangan brutal dari Israel dan AS. Walaupun ketegangan belum sampai ke level agresi militer secara langsung, upaya AS menggulingkan rezim Kuba telah berlangsung selama puluhan tahun dan selalu gagal.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ancaman dan sanksi yang terus dijatuhkan AS kepada Kuba bukan hanya soal politik bilateral, melainkan simbol dari pola intervensi yang lebih luas di Amerika Latin. Kuba, seperti Iran sebelumnya, menjadi contoh negara yang berani menentang dominasi AS meski harus menghadapi isolasi dan tekanan ekonomi yang luar biasa berat.

Perlawanan Kuba tidak hanya bersifat simbolis tetapi juga praktis, dengan membangun solidaritas regional dan internasional yang menguat. Namun, tekanan embargo yang telah berlangsung selama lebih dari enam dekade sudah membentuk tantangan struktural yang sangat kompleks, terutama dalam hal kemiskinan dan akses teknologi.

Ke depan, yang perlu diperhatikan adalah bagaimana Kuba mampu memanfaatkan dukungan global dan inovasi lokal untuk mengurangi ketergantungan pada sistem yang dikuasai AS. Selain itu, dinamika politik AS sendiri juga dapat mempengaruhi kebijakan sanksi ke depan.

Situasi ini juga menjadi peringatan bagi negara-negara lain mengenai risiko intervensi dan embargo ekonomi sebagai alat tekanan politik. Penasaran dengan perkembangan terbaru ketegangan ini? Tetap ikuti berita internasional terkini untuk mendapatkan informasi yang paling akurat dan mendalam.

Sumber berita asli dapat dibaca lengkap di CNN Indonesia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad