Banjir Luapan Sungai Comal Rendam 16 Desa di Pemalang, Ini Dampaknya

Mar 27, 2026 - 16:40
 0  4
Banjir Luapan Sungai Comal Rendam 16 Desa di Pemalang, Ini Dampaknya

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengonfirmasi bahwa banjir luapan Sungai Comal telah merendam 16 desa di Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Peristiwa ini terjadi setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut sejak Kamis (26/3) dini hari, yang menyebabkan kenaikan tinggi muka air antara 30 hingga 80 centimeter.

Ad
Ad

Banjir dan Dampaknya di Kabupaten Pemalang

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan dalam keterangan resmi yang diterima di Jakarta pada Jumat, bahwa hujan deras ini memicu banjir yang sangat berdampak bagi masyarakat setempat.

Menurut laporan Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB, sebanyak 7.181 kepala keluarga (KK) terdampak dan sekitar 6.727 unit rumah warga terendam akibat banjir ini. Selain itu, curah hujan ekstrem juga memicu beberapa titik longsor di berbagai lokasi di Pemalang.

Wilayah Terdampak Banjir Luapan Sungai Comal

Rinciannya, wilayah terdampak mencakup beberapa desa di tiga kecamatan utama:

  • Kecamatan Comal: Desa Susukan, Klegen, Sidorejo, Kauman, Kandang, Kebojongan, Wonokromo, dan Sarwodadi.
  • Kecamatan Ulujami: Desa Ampelgading, Patarukan, Pesantren, Mojo, dan Limbangan.
  • Kecamatan Ampelgading: Desa Kebagusan dan Sidokare.
  • Kecamatan Patarukan: Desa Kendaldoyong, Panjunan, dan Kendalrejo.

Kondisi ini menimbulkan kebutuhan mendesak akan penanganan darurat dan bantuan bagi masyarakat yang terdampak.

Upaya Penanganan dan Bantuan dari BNPB dan BPBD

Abdul Muhari memastikan bahwa tim reaksi cepat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pemalang telah berada di lokasi bencana. Mereka melakukan evakuasi warga yang terdampak dan mendistribusikan bantuan logistik berupa bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan penyintas selama masa darurat.

BNPB juga terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan lintas instansi untuk mempercepat penanganan darurat di lapangan. Selain itu, BNPB memantau secara aktif kondisi debit air sungai serta potensi cuaca ekstrem susulan yang dapat memperparah situasi di wilayah Jawa Tengah.

Ancaman Longsor dan Curah Hujan Ekstrem

Selain banjir, kejadian ini juga disertai dengan munculnya beberapa titik longsor, yang menambah kompleksitas penanganan bencana di Pemalang. Curah hujan ekstrem yang terus berlanjut berpotensi menimbulkan kerusakan lebih luas dan mengancam keselamatan warga.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, banjir luapan Sungai Comal yang merendam 16 desa ini menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan BNPB untuk memperkuat sistem mitigasi bencana di kawasan rawan banjir Jawa Tengah. Terlebih, intensitas hujan ekstrem yang semakin sering terjadi akibat perubahan iklim menunjukkan bahwa kejadian seperti ini dapat menjadi lebih sering dan berdampak lebih besar di masa depan.

Selain penanganan darurat, perlu ada upaya jangka panjang seperti perbaikan sistem drainase, normalisasi sungai, dan edukasi masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana. Ini penting agar risiko kerugian materi dan jiwa dapat diminimalisir.

Warga sekitar juga harus terus waspada terhadap potensi cuaca buruk dan mengikuti arahan pemerintah saat terjadi bencana. Dalam beberapa bulan ke depan, BNPB dan BPBD harus meningkatkan sinergi untuk memastikan penanganan cepat dan efektif.

Untuk perkembangan terkini dan informasi lebih lengkap, masyarakat dapat mengikuti update resmi dari BNPB dan pemerintah daerah melalui media terpercaya seperti Antara News serta portal resmi pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad