Update Perang AS-Iran 2026: Trump Sebut Perang Bisa Lebih dari 1 Bulan, Selat Hormuz Ditutup

Mar 3, 2026 - 11:45
 0  5
Update Perang AS-Iran 2026: Trump Sebut Perang Bisa Lebih dari 1 Bulan, Selat Hormuz Ditutup

Perang antara Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran kini memasuki fase eskalasi penuh yang berdampak serius terhadap stabilitas kawasan Timur Tengah dan pasar global, terutama harga energi dan emas. Dalam 48 jam pertama, militer AS telah menghantam lebih dari 1.250 target strategis di Iran, sementara Iran membalas dengan serangan ke lebih dari 500 target AS dan Israel, termasuk kantor pemerintahan Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Ad
Ad

Serangan Besar-Besaran dan Opsi Perang Darat

Menurut laporan US Central Command (CENTCOM), target-target yang diserang oleh AS mencakup pusat komando, fasilitas rudal balistik, armada laut, dan sistem pertahanan pesisir Iran. Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa konflik ini berpotensi berlangsung lebih lama dari rencana awal, yang diperkirakan 4-5 minggu. Dalam pernyataannya di Gedung Putih, Trump membuka opsi pengerahan pasukan darat ke Iran jika diperlukan.

"Sejak awal kami memproyeksikan empat hingga lima minggu, tetapi kami memiliki kemampuan untuk bertahan jauh lebih lama dari itu," ujar Trump.

Trump juga menegaskan empat tujuan utama operasi militer yang dinamakan Operasi Epic Fury:

  1. Menghancurkan kemampuan rudal Iran.
  2. Memusnahkan angkatan laut Iran.
  3. Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.
  4. Menghentikan dukungan Iran terhadap kelompok bersenjata di luar wilayahnya.

Penutupan Selat Hormuz dan Dampaknya pada Pasar Energi

Iran secara resmi menutup Selat Hormuz, jalur vital pengiriman minyak dan gas global, yang dilewati sekitar 20% minyak dunia dan 25% gas bumi global. Jenderal Garda Revolusi Iran memperingatkan akan menyerang kapal yang melintas di selat tersebut.

"Kami akan membakar kapal mana pun dan tidak akan membiarkan setetes minyak pun keluar dari kawasan ini," tegasnya, memprediksi harga minyak bisa melonjak hingga US$200 per barel.

Penutupan ini memicu lonjakan harga gas alam di Eropa hingga lebih dari 50% akibat gangguan pasokan dari Teluk. Selain itu, harga emas dunia juga melonjak drastis ke angka sekitar US$5.400 per troy ounce sebelum stabil di kisaran US$5.300, sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian geopolitik.

Korban dan Dampak Regional

Jumlah korban jiwa terus bertambah. Militer AS melaporkan 6 tentara tewas, sementara Bulan Sabit Merah Iran menyebutkan 555 warga sipil tewas akibat serangan gabungan AS dan Israel di 131 kota. Konflik juga meluas ke negara-negara Teluk yang menjadi pangkalan militer AS, seperti Kuwait dan Qatar, yang mengalami serangan rudal dan drone dari Iran.

Kelompok Hizbullah Lebanon pun terlibat dalam konflik dengan melancarkan serangan ke Israel, memicu pengungsian lebih dari 28.500 warga Lebanon Selatan. Di Beirut, komandan sayap bersenjata Jihad Islam Palestina tewas dalam serangan Israel.

Reaksi dan Kondisi di Lapangan

  • Bandara Dubai mulai beroperasi terbatas setelah tiga hari penutupan, namun wisatawan dan atlet internasional masih banyak yang terjebak.
  • Jerman dan beberapa negara mengirim pesawat evakuasi untuk menarik warga dari kawasan Timur Tengah.
  • Demo pro-Iran terus berlangsung di Irak, termasuk bentrokan di dekat Kedutaan AS di Baghdad.
  • Drone yang diduga dari Hizbullah menyerang pangkalan militer Inggris di Siprus.
  • Asosiasi maskapai penerbangan internasional mendesak agar penerbangan sipil tidak menjadi target konflik.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, eskalasi perang ini menandai titik kritis yang bisa mengubah keseimbangan kekuatan di Timur Tengah. Penutupan Selat Hormuz merupakan game-changer bagi pasar energi global, yang berpotensi memicu krisis energi dunia dengan harga minyak melambung tinggi dan gangguan pasokan.

Lebih jauh, opsi pengerahan pasukan darat yang disinggung Presiden Trump membuka kemungkinan keterlibatan militer AS dalam perang darat yang panjang dan berdarah, yang dapat memperluas konflik hingga melibatkan negara-negara regional lainnya. Risiko konflik yang meluas juga meningkat dengan keterlibatan Hizbullah dan kelompok bersenjata Palestina.

Publik dan pelaku pasar perlu mengawasi perkembangan situasi dengan cermat, terutama langkah diplomasi internasional yang bisa menjadi kunci perdamaian. Namun, dengan kedua pihak yang menunjukkan sikap keras, konflik ini diperkirakan akan tetap intens dalam waktu dekat.

Terus ikuti update terbaru karena dinamika perang ini berpotensi memengaruhi stabilitas global dan perekonomian dunia.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad