Claude Anthropic Jadi Aplikasi iPhone Terpopuler Usai Konflik dengan Pentagon

Mar 4, 2026 - 11:06
 0  2
Claude Anthropic Jadi Aplikasi iPhone Terpopuler Usai Konflik dengan Pentagon

Perusahaan kecerdasan buatan (AI) Anthropic tiba-tiba menjadi sorotan publik setelah aplikasinya, Claude, menempati posisi teratas di Apple App Store untuk iPhone. Lonjakan popularitas ini terjadi menyusul keputusan Pentagon yang menyebut Anthropic sebagai "risiko rantai pasokan", sebuah peristiwa yang mengubah dinamika persaingan di dunia AI.

Ad
Ad

Lonjakan Popularitas Claude di Tengah Konflik

Sebelum Februari, nama Anthropic mungkin belum banyak dikenal di luar komunitas teknologi. Namun, perkembangan terakhir membawa perusahaan ini ke pusat perhatian. Claude, asisten AI yang dikembangkan Anthropic, berhasil menggeser dominasi ChatGPT dari OpenAI dan menduduki posisi pertama dalam daftar aplikasi gratis terpopuler di iPhone selama akhir pekan kemarin.

Fenomena ini terjadi saat Anthropic terlibat dalam perseteruan terbuka dengan Pentagon terkait standar keamanan AI mereka. Bahkan sebelum konflik itu, pembaruan fitur Claude sempat menimbulkan kekhawatiran soal dampak AI terhadap industri perangkat lunak, yang mengguncang pasar Wall Street.

Selain itu, Anthropic juga sempat melakukan serangan publik yang cukup tajam terhadap pesaing utamanya, OpenAI, melalui iklan saat Super Bowl, salah satu acara televisi dengan jumlah penonton terbesar di Amerika Serikat.

Data dan Reaksi Publik terhadap Claude

Pada awal Februari, Claude berada pada peringkat 42 aplikasi gratis terpopuler di Apple App Store, namun melonjak menjadi nomor satu hanya dalam beberapa hari setelah Pentagon mengumumkan penilaiannya dan Presiden Donald Trump memerintahkan pemerintah federal menghentikan penggunaan produk Anthropic.

Sementara itu, di Google Play Store untuk perangkat Android, ChatGPT masih memimpin sebagai aplikasi gratis teratas, dengan Claude berada di posisi keempat.

Respons nyata terhadap situasi ini juga muncul di luar dunia digital. Di luar kantor Anthropic di San Francisco, trotoar penuh dengan tulisan ucapan terima kasih sebagai bentuk dukungan, sedangkan di depan kantor OpenAI, terdapat pesan yang meminta OpenAI untuk "melakukan hal yang benar" dan "mempertahankan kebebasan sipil".

Menurut data Google Trends, pencarian kata kunci "Anthropic" mencapai titik tertinggi sejak perusahaan ini didirikan, menandakan meningkatnya minat publik secara signifikan.

Seorang juru bicara Anthropic menyatakan kepada CNN bahwa dalam pekan terakhir terjadi rekor pendaftaran pengguna baru Claude. Menanggapi perhatian ini, Anthropic meluncurkan fitur baru yang memudahkan pengguna mengimpor riwayat percakapan dari chatbot AI lain ke dalam Claude. Selain itu, fitur pengingat konteks percakapan kini tersedia untuk pengguna gratis, sebelumnya hanya untuk pelanggan berbayar.

Menariknya, penyanyi pop terkenal Katy Perry juga disebut-sebut sebagai pengguna setia Claude.

Namun, tingginya permintaan menyebabkan layanan Claude sempat mengalami gangguan pada Senin pagi, yang menurut Anthropic disebabkan oleh "permintaan yang belum pernah terjadi sebelumnya". Layanan kembali pulih dalam beberapa jam.

Perbandingan Claude dengan ChatGPT

Claude memang sudah lama menjadi favorit di kalangan insinyur perangkat lunak dan komunitas Silicon Valley, terutama untuk fitur pemrogramannya. Namun, secara umum, Claude masih tertinggal jauh dari popularitas ChatGPT yang telah mencapai lebih dari 900 juta pengguna mingguan.

Menurut data dari Similarweb, situs ChatGPT mendapat lebih dari 30 juta pengunjung mingguan, sementara Claude hanya sekitar 3 juta, termasuk selama pekan terakhir. Data lain dari Statcounter pada Juni menunjukkan bahwa 79,8% trafik situs chatbot berasal dari ChatGPT, sedangkan hanya 0,5% dari Claude.

Dalam hal penggunaan aplikasi harian, ChatGPT biasanya memiliki lebih dari 20 juta pengguna aktif, sementara Claude kurang dari 2 juta. Namun, unduhan harian Claude meningkat dua kali lipat minggu lalu, yang berpotensi menaikkan jumlah pengguna aktif.

ChatGPT menjadi fenomena besar sejak diluncurkan pada akhir 2022 dan dianggap sebagai pelopor dalam pergeseran penggunaan chatbot AI. Sementara itu, perhatian yang kini mengarah ke Claude dan perkembangan fitur perusahaan ini bisa menjadi titik balik penting bagi Anthropic, yang didirikan oleh mantan karyawan OpenAI.

Respons OpenAI dan Perubahan Kontrak dengan Pentagon

Senin malam, CEO OpenAI, Sam Altman, mengakui adanya kritik terhadap perusahaannya terkait kontrak dengan Pentagon. Ia mengumumkan perubahan kontrak yang lebih ketat untuk melindungi penggunaan AI mereka agar tidak disalahgunakan dalam pengawasan massal warga Amerika Serikat.

"Satu hal yang saya rasa salah: kami seharusnya tidak terburu-buru mengumumkan hal ini pada hari Jumat. Masalahnya sangat kompleks dan membutuhkan komunikasi yang jelas," tulis Altman di platform X. "Kami benar-benar berusaha meredakan ketegangan dan menghindari hasil yang lebih buruk, tapi saya pikir ini justru terkesan oportunistik dan ceroboh."

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, lonjakan popularitas Claude Anthropic tidak semata-mata soal persaingan aplikasi AI, melainkan mencerminkan ketegangan yang lebih besar antara inovasi teknologi dan kebijakan keamanan nasional. Penilaian Pentagon terhadap Anthropic sebagai risiko rantai pasokan menunjukkan betapa seriusnya pemerintah AS mengawasi pengembangan AI yang bisa berdampak pada keamanan negara.

Konflik ini juga menimbulkan pertanyaan penting tentang bagaimana perusahaan AI harus menyeimbangkan inovasi dengan tanggung jawab etis dan politik. Dalam konteks global, persaingan antara Anthropic dan OpenAI bisa menjadi indikator awal bagaimana industri AI akan diatur dan dikendalikan ke depan.

Pengguna dan pengamat teknologi sebaiknya terus memantau perkembangan ini karena keputusan dan kebijakan yang muncul dari kasus ini berpotensi memengaruhi standar penggunaan AI secara luas, termasuk aspek privasi, keamanan data, dan kebebasan sipil.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad