Diet Ketat Selama Ramadan, Wanita Ini Malah Diejek Gemuk oleh Pacar
Jakarta – Seorang wanita mengungkapkan kekecewaannya setelah menjalankan diet ketat selama bulan Ramadan namun tetap mendapatkan ejekan dari pacarnya. Kisah ini mencuri perhatian karena menunjukkan betapa pentingnya dukungan dalam perjalanan menurunkan berat badan.
Usaha Diet Ketat Selama Ramadan
Melansir dari mStar pada 2 Maret 2026, wanita tersebut awalnya memiliki berat badan 60 kilogram dengan tinggi badan 153 sentimeter. Memasuki bulan Ramadan, ia bertekad menurunkan berat badan dengan menjalani diet ketat dan rutin berolahraga.
Selama beberapa minggu, usahanya membuahkan hasil signifikan. Berat badannya berhasil turun menjadi 53 kilogram. Ia menerapkan pola makan tanpa karbohidrat dan menghindari minuman manis.
Menu hariannya hanya terdiri dari:
- Buah-buahan segar
- Sayuran
- Ayam bakar tanpa tambahan kalori tinggi
Selain itu, setelah menjalankan salat tarawih, ia rutin berolahraga dengan menggunakan kettlebell untuk mendukung proses penurunan berat badan.
Reaksi Mengecewakan dari Pacar
Meski sudah disiplin dalam menjalani diet, wanita ini mengalami momen yang sangat menyakitkan. Saat berbuka puasa, tubuhnya terasa lemas karena hampir tidak mengonsumsi karbohidrat sepanjang hari. Ia pun membeli es teh sebagai asupan gula cepat agar tidak pingsan.
Alih-alih mendapat pengertian, pacarnya justru mengkritik kebiasaan tersebut dengan mengatakan,
"Kapan kamu bisa kurus kalau masih minum manis?"Kata-kata itu sangat menusuk hati wanita tersebut.
Menurut pengakuannya, ucapan pacar itu membuatnya merasa usaha keras yang telah dilakukan selama Ramadan seakan tidak dihargai sama sekali.
Dukungan Warganet dan Pertimbangan Mengakhiri Hubungan
Setelah kisah ini viral, banyak warganet yang memberikan dukungan moral kepada wanita tersebut. Mereka menyarankan agar ia lebih menghargai dirinya sendiri dan mempertimbangkan kembali hubungan yang penuh komentar merendahkan.
Berikut beberapa komentar dari netizen:
- "IMT kamu normal, dia yang gemuk. Lebih baik putus saja," kata seorang netizen.
- "Baru jadi pacar sudah begitu, nanti kalau sudah menikah, dia berubah tidak? Pikir baik-baik," saran netizen lain.
Wanita itu pun mulai berpikir untuk mengakhiri hubungannya karena merasa lelah menerima komentar negatif meski sudah berusaha keras memperbaiki diri.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kisah ini menunjukkan bahwa dukungan emosional dari pasangan sangat krusial dalam perjalanan perubahan gaya hidup. Diet ketat, terutama yang dilakukan selama Ramadan dengan pembatasan makanan dan olahraga rutin, membutuhkan motivasi dan pengertian dari lingkungan terdekat.
Komentar negatif seperti yang dialami wanita ini bukan hanya menyakitkan secara emosional, tetapi juga bisa menghambat proses perubahan yang sedang dijalani. Hal ini berpotensi menurunkan semangat dan bahkan berpengaruh pada kesehatan mental seseorang.
Ke depan, penting bagi masyarakat untuk lebih menyadari dampak kata-kata yang dilontarkan, terutama kepada orang yang sedang berusaha memperbaiki dirinya. Bagi mereka yang mengalami hal serupa, redaksi menyarankan untuk memprioritaskan kesehatan mental dan memilih lingkungan yang suportif.
Selain itu, kisah ini juga menjadi pengingat bagi para pasangan untuk selalu bersikap bijak dan mendukung perubahan positif demi kebahagiaan bersama.
Terus ikuti berita inspiratif lainnya dan jangan ragu untuk memilih lingkungan yang mendukung perubahan sehat Anda.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0