Trump Ucap Alhamdulillah saat Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancaman Memanas

Apr 6, 2026 - 08:10
 0  3
Trump Ucap Alhamdulillah saat Desak Iran Buka Selat Hormuz, Ancaman Memanas

Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mengangkat suara kerasnya menuntut Iran membuka Selat Hormuz, jalur vital perdagangan minyak dunia yang kini diblokade oleh Teheran akibat konflik yang sedang berlangsung antara kedua negara. Dalam sebuah unggahan di media sosial buatannya, Truth Social, Trump bahkan mengucapkan kata ‘Alhamdulillah’ saat melontarkan ancaman keras terhadap Iran pada Minggu (5/4).

Ad
Ad

Ancaman Keras Trump soal Selat Hormuz

Trump menyatakan, jika Iran tidak segera membuka akses Selat Hormuz, AS akan menggempur berbagai fasilitas penting di negara tersebut seperti pembangkit listrik dan jembatan-jembatan vital. Dalam unggahannya, Trump menulis:

"Selasa akan menjadi 'Hari Pembangkit Listrik' dan 'Hari Jembatan', semuanya digabung menjadi satu di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka Selat sialan itu, brengsek, atau kalian akan hidup dalam neraka. LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah."

Di unggahan lain, Trump menyebut waktu pukul 20.00 waktu bagian Timur AS pada Selasa, yang diduga sebagai jam serangan militer yang direncanakan terhadap Iran.

Ancaman ini bukan yang pertama kali dilontarkan Trump. Pada 26 Maret lalu, presiden AS tersebut juga menuntut Iran membuka kembali Selat Hormuz untuk kapal-kapal dagang internasional.

Respons Iran dan Internasional

Pejabat Iran mengecam keras ancaman Trump. Utusan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Iran menyerukan komunitas internasional agar mengambil tindakan guna mencegah eskalasi konflik yang berpotensi mengancam warga sipil. Dilansir dari CNN Indonesia, perwakilan Iran menyatakan:

"Sekali lagi, presiden AS secara terbuka mengancam akan menghancurkan infrastruktur yang penting bagi kelangsungan hidup warga sipil di Iran. Komunitas internasional dan semua negara punya kewajiban hukum untuk mencegah tindakan kejahatan perang yang keji itu. Mereka harus bertindak sekarang."

Iran juga menegaskan akan melakukan pembalasan terhadap setiap serangan yang dilakukan AS atau sekutu dekatnya, Israel.

Latar Belakang Konflik dan Dampaknya

Konflik antara AS dan Iran semakin memanas sejak AS dan Israel melancarkan serangan militer pada 28 Februari, yang telah menewaskan Pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, serta ribuan warga sipil. Sebagai langkah balasan, Iran menutup Selat Hormuz, yang menjadi jalur utama ekspor minyak dunia dan transit kapal dagang internasional.

Penutupan Selat Hormuz telah memicu kekhawatiran krisis energi global. Sejumlah negara yang bergantung pada minyak dari jalur tersebut mulai menerapkan kebijakan penghematan energi, seperti meminta pegawai negeri sipil bekerja dari rumah dan membatasi pembelian bahan bakar minyak (BBM).

Trump dan Upaya Negosiasi

Di tengah ancaman kerasnya, Trump juga mengklaim tengah berupaya melakukan negosiasi untuk mencapai gencatan senjata. Ia sempat menunda serangan terhadap fasilitas energi Iran sebagai bagian dari upaya tersebut. Namun, sikap Iran yang tetap menolak membuka Selat Hormuz menunjukkan ketegangan yang sulit diredam dalam waktu dekat.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, ancaman Trump yang diiringi dengan ungkapan ‘Alhamdulillah’ memperlihatkan penggunaan retorika yang unik dan kontroversial untuk menggambarkan tekanan maksimal terhadap Iran. Ini bukan hanya soal militer, melainkan juga soal psikologis dan diplomasi yang memanfaatkan simbol-simbol keagamaan untuk menguatkan posisi politik.

Lebih jauh, blokade Selat Hormuz dan ancaman serangan besar berpotensi memperburuk krisis energi global yang sudah rentan. Negara-negara yang bergantung pada minyak dari kawasan Teluk harus bersiap menghadapi ketidakpastian pasokan yang berkelanjutan, yang dapat memicu inflasi dan ketidakstabilan ekonomi.

Ke depan, penting untuk terus mengamati apakah negosiasi damai yang disebut Trump akan berjalan efektif atau justru memicu eskalasi konflik yang lebih luas. Komunitas internasional harus memainkan peran aktif untuk mencegah perang yang berpotensi merugikan banyak pihak, terutama warga sipil yang selama ini menjadi korban utama dalam konflik ini.

Informasi lengkap dan perkembangan terbaru akan terus kami pantau untuk Anda.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad