30 Universitas Iran Diserang AS-Israel Sejak Perang Pecah, Apa Dampaknya?
Iran menyatakan lebih dari 30 universitas telah dihancurkan oleh serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel sejak konflik yang pecah pada 28 Februari 2026. Serangan ini menargetkan fasilitas pendidikan dan penelitian tinggi di berbagai wilayah Iran, terutama di Teheran, sebagai bagian dari upaya menghentikan program nuklir dan persenjataan Iran.
Serangan Terhadap Universitas dan Fasilitas Riset
Menteri Sains Iran, Hossein Simaei Sarraf, mengungkapkan bahwa kampus-kampus besar, termasuk Universitas Shahid Beheshti dan Universitas Sains dan Teknologi Teheran, menjadi sasaran langsung serangan udara gabungan AS dan Israel. Sarraf menyebutkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 30 universitas telah terkena dampak serangan tersebut.
Serangan terakhir pada Jumat pekan lalu menghancurkan pusat penelitian Institut Riset Laser dan Plasma di Universitas Shahid Beheshti. “Menyerang universitas dan pusat penelitian berarti membawa kita kembali ke Zaman Batu,” ujar Sarraf, mengacu pada ancaman Presiden AS Donald Trump sebelumnya tentang menghantam infrastruktur vital Iran.
Menurut laporan CNN Indonesia, sebagian besar kampus dalam kondisi kosong karena kegiatan perkuliahan telah dipindahkan secara daring selama konflik berlangsung, sehingga tidak menimbulkan korban jiwa di lokasi serangan.
Target Penelitian Nuklir dan Teknologi
Israel mengklaim menargetkan fasilitas penelitian yang terkait dengan program nuklir dan persenjataan Iran. Fasilitas seperti pusat penelitian satelit di Universitas Sains dan Teknologi Teheran juga hancur, memperlihatkan pola serangan yang semakin intensif terhadap sektor teknologi dan ilmiah Iran.
Selain universitas, Institut Pasteur di Teheran yang fokus pada penyakit menular dan produksi vaksin, juga menjadi korban serangan. Institut yang telah berdiri lebih dari 100 tahun ini mengalami kerusakan berat sehingga tidak dapat melanjutkan layanan kesehatan, sebagaimana dikonfirmasi oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
WHO juga melaporkan lebih dari 20 serangan telah menargetkan fasilitas kesehatan dan rumah sakit di Iran sejak awal Maret, termasuk Rumah Sakit Jiwa Delaram Sina yang mengalami kerusakan besar akibat bom.
Dampak dan Reaksi Iran
Menteri Sarraf menegaskan bahwa serangan ini bukan hanya menghancurkan fasilitas fisik, tetapi juga mengincar para ilmuwan dan profesor, yang telah menjadi target selama beberapa dekade terakhir. Beberapa profesor di Universitas Shahid Beheshti bahkan dilaporkan tewas dalam konflik yang berlangsung selama 12 hari tahun lalu.
Serangan terhadap perusahaan farmasi besar dekat Teheran pekan ini juga menimbulkan kekhawatiran terkait pasokan obat-obatan penting di tengah perang. Pemerintah Iran menuding serangan tersebut bertujuan mengganggu jalur suplai obat, sementara Israel mengklaim fasilitas tersebut terkait produksi senjata kimia.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, serangan yang menyasar universitas dan fasilitas riset di Iran ini menggambarkan eskalasi konflik yang tidak hanya bersifat militer langsung, tetapi juga perang siber dan penghambatan pengembangan teknologi strategis. Tindakan ini berpotensi menghambat kemajuan ilmiah dan teknologi Iran dalam jangka panjang, sekaligus memperparah krisis pendidikan dan kesehatan di negara tersebut.
Serangan terhadap institusi pendidikan dan kesehatan menimbulkan risiko kerusakan sosial yang luas, termasuk potensi hilangnya generasi ilmuwan muda dan terganggunya riset-riset penting yang berkaitan dengan kesehatan masyarakat. Dampak ini jarang diperhatikan dalam laporan perang konvensional, namun penting untuk dipahami sebagai bagian dari strategi peperangan modern yang kompleks.
Ke depan, publik dan dunia internasional perlu mengawasi perkembangan situasi ini, khususnya bagaimana Iran merespon serangan tersebut, dan apakah akan ada upaya diplomatik atau militer baru yang muncul. Konflik ini juga menyoroti pentingnya perlindungan fasilitas pendidikan dan kesehatan dalam zona perang, sebagai bagian dari hukum humaniter internasional.
Untuk informasi lebih lanjut dan update terkini, Anda dapat mengikuti perkembangan melalui sumber berita terpercaya seperti CNN Indonesia.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0