Investasi Jember Melonjak 70,2% di 2025, Properti dan Industri Olahan Jadi Andalan
Jember, Kabarpas.com – Realisasi investasi di Kabupaten Jember sepanjang tahun 2025 mencatat lonjakan signifikan yang mencapai Rp 2,57 triliun, tumbuh 70,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Lonjakan ini terutama didorong oleh sektor properti dan industri olahan yang menjadi magnet utama bagi para investor.
Faktor Pendorong Investasi di Jember
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jember, Isnaini Dwi Susanti, mengungkapkan bahwa kenaikan investasi ini tidak lepas dari berbagai program terintegrasi yang dilaksanakan pemerintah daerah. Kolaborasi lintas Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam menjalankan program rumpun investasi menjadi kunci utama akselerasi tersebut.
“Program kolaboratif lintas OPD dan penguatan publikasi penanaman modal menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan signifikan ini,” ujar Isnaini pada Senin (6/4/2026).
Selain itu, peningkatan diseminasi informasi melalui Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) dan pelaksanaan berbagai kegiatan teknis juga memperkuat iklim investasi di Jember. Kemudahan perizinan dengan sistem digitalisasi seperti JELITA dan inovasi layanan terpadu lintas sektor menjadi keunggulan yang menarik kepercayaan investor.
Dominasi Sektor Properti dan Industri Olahan
Dari sisi pelaku usaha, realisasi investasi di Jember pada 2025 didominasi oleh Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) yang melibatkan 410 pelaku usaha, sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) tercatat sebanyak 47 pelaku usaha. Sektor yang paling banyak menerima investasi adalah:
- Perumahan, kawasan industri, dan perkantoran (real estate)
- Industri makanan dan minuman
- Pengolahan tembakau
- Industri kimia dan farmasi
Meskipun jumlah pelaku usaha mencapai 457 dengan penyerapan tenaga kerja hampir 10 ribu orang, kualitas kesejahteraan pekerja masih menjadi tantangan yang belum terukur secara langsung oleh DPMPTSP. Isu ini menjadi domain Dinas Tenaga Kerja, namun pemerintah daerah terus mendorong pelaku usaha untuk memperhatikan aspek kesejahteraan, khususnya penyediaan layanan kesehatan pekerja sesuai kebijakan Universal Health Coverage (UHC) yang digalakkan Bupati Jember.
Strategi Pemerintah untuk Menyebarkan Dampak Investasi
Isnaini menjelaskan bahwa sebaran investasi di Jember saat ini belum merata dan masih terkonsentrasi pada sektor real estate. Oleh karena itu, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi agar investasi berdampak langsung kepada masyarakat luas, antara lain:
- Memperkuat kolaborasi antara pelaku usaha besar dan UMKM
- Mengakselerasi program berbasis ekonomi lokal, seperti penyediaan bahan baku oleh pelaku usaha lokal
- Mengembangkan agrowisata edukasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru
Beberapa destinasi unggulan seperti Puncak Rembangan, Puslit Kopi, dan kawasan wisata pantai Watu Ulo–Papuma diproyeksikan sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis masyarakat. Pelaksanaan event nasional dan internasional juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi lokal.
Target dan Prioritas Investasi Tahun 2026
Memasuki 2026, Pemkab Jember tidak hanya menargetkan peningkatan nilai investasi, tetapi juga menambah jumlah pelaku usaha aktif. Upaya ini akan didukung dengan:
- Penguatan kemitraan strategis
- Peningkatan kepatuhan pelaporan LKPM
- Percepatan penyediaan regulasi dasar seperti Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta kebijakan kawasan industri dan pariwisata
Pemerintah juga mulai memprioritaskan pengembangan sektor baru seperti pariwisata berbasis aset daerah dan penguatan ekosistem ekonomi lokal melalui program kemitraan. Selain itu, hilirisasi komoditas unggulan seperti kopi dan tembakau menjadi fokus besar untuk membuka investasi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah daerah.
“Hilirisasi kopi dan tembakau menjadi peluang besar. Dengan dukungan data yang terintegrasi, tenaga kerja lokal, dan kemitraan strategis, ini bisa membuka investasi baru sekaligus meningkatkan nilai tambah daerah,” pungkas Isnaini.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, lonjakan investasi di Jember sebesar 70,2% pada tahun 2025 menandakan bahwa pemerintah daerah berhasil menciptakan iklim investasi yang kondusif lewat sinergi lintas OPD dan inovasi layanan publik. Dominasi sektor properti dan industri olahan bukan hanya menunjukkan potensi ekonomi Jember yang kuat, tapi juga membuka peluang besar bagi sektor pendukung seperti konstruksi dan jasa.
Namun, permasalahan ketimpangan sebaran investasi dan kualitas kesejahteraan pekerja masih menjadi tantangan yang perlu perhatian serius. Jika tidak diatasi, potensi kesenjangan sosial dan ekonomi bisa menghambat pertumbuhan jangka panjang. Oleh karena itu, strategi memperkuat kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM serta pengembangan ekonomi lokal berbasis agrowisata dan pariwisata harus terus dikawal agar manfaat investasi dapat dirasakan secara merata.
Ke depan, pembaca perlu mengawasi implementasi kebijakan hilirisasi kopi dan tembakau serta dampak regulasi baru terhadap iklim investasi. Dengan langkah yang tepat, Jember berpeluang menjadi contoh daerah yang berhasil mengakselerasi investasi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal secara inklusif.
Untuk informasi lebih lengkap, kunjungi sumber asli berita di Kabarpas.com.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0