Kecelakaan Maut di Pringsewu: Pikap Oleng Tabrak Pemotor, 2 Tewas 1 Kritis
Kecelakaan maut kembali terjadi di Jalan Lintas Barat Sumatera, tepatnya di Dusun Krandegan, Pekon Gadingrejo Timur, Kecamatan Gadingrejo, Kabupaten Pringsewu. Pada Selasa, 7 April 2026 sekitar pukul 12.30 WIB, sebuah mobil pikap Mitsubishi L300 hitam bernomor polisi BE 8122 YW oleng dan menabrak sepeda motor Honda Vario merah dengan nomor polisi BE 4002 UH. Insiden tragis ini mengakibatkan dua orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka kritis.
Detil Kronologi dan Korban Kecelakaan di Pringsewu
Kapolres Pringsewu, AKBP M. Yunnus Saputra, menjelaskan bahwa kendaraan pikap dikemudikan oleh Putra Ridho Pangestu (21), warga Tanjungkarang Barat, Bandar Lampung. Sementara sepeda motor dikendarai oleh Yuni Mardiatun (53) yang membawa dua penumpang, yaitu Yeni Apriyani (43) dan Wagiyem (43), keduanya warga Kemiling, Bandar Lampung.
"Dari hasil penyelidikan awal, mobil pikap melaju dari arah Pringsewu menuju Bandar Lampung. Saat tiba di tikungan tajam, kendaraan diduga hilang kendali dan banting setir ke kanan hingga masuk ke jalur berlawanan," ujar Yunnus pada Rabu (8/4).
Benturan antara pikap dan motor tidak dapat dihindari, menyebabkan Yuni Mardiatun dan Yeni Apriyani mengalami luka berat. Meskipun sempat mendapatkan perawatan medis, keduanya akhirnya meninggal dunia. Sementara penumpang lain, Wagiyem, masih dalam kondisi kritis dan dirawat intensif di RS Mitra Husada Pringsewu.
Sopir pikap dilaporkan selamat tanpa luka. Namun, kedua kendaraan mengalami kerusakan parah dengan pecahan berserakan di lokasi kejadian. Mobil pikap bahkan keluar jalur dan masuk ke area persawahan, memperparah situasi kecelakaan tersebut.
Respon Polisi dan Imbauan Keselamatan Lalu Lintas
Petugas kepolisian segera melakukan evakuasi korban dan mengatur arus lalu lintas di lokasi untuk menghindari kemacetan yang sempat terjadi akibat banyak pengendara memperlambat laju kendaraan.
Kedua kendaraan kini diamankan di Unit Gakkum Satlantas Polres Pringsewu. Polisi masih melakukan pemeriksaan terhadap pengemudi pikap untuk mengungkap penyebab pasti kecelakaan.
"Kami mengimbau pengguna jalan agar lebih waspada, terutama saat melintasi jalur rawan seperti tikungan tajam, guna mencegah kecelakaan serupa terjadi kembali," tegas Kapolres Yunnus.
Faktor Risiko Kecelakaan di Tikungan Tajam
Jalan Lintas Barat Sumatera dikenal memiliki sejumlah tikungan tajam yang rawan kecelakaan. Kecepatan tinggi, kondisi jalan yang licin, dan kurangnya kewaspadaan menjadi faktor utama penyebab kecelakaan fatal di kawasan ini.
Dalam kasus ini, dugaan hilangnya kendali pada kendaraan pikap menjadi titik fokus penyelidikan, yang mungkin terkait dengan kecepatan kendaraan atau faktor teknis lainnya.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kecelakaan maut di Pringsewu ini mengingatkan pentingnya pengawasan dan penegakan aturan lalu lintas terutama di jalur rawan kecelakaan. Tikungan-tikungan tajam seperti di Dusun Krandegan perlu mendapat perhatian serius dari pemerintah daerah dan instansi terkait, termasuk pemasangan rambu peringatan yang lebih jelas serta pengaturan kecepatan maksimum.
Selain itu, kejadian ini menunjukkan betapa rentannya keselamatan pengguna jalan, khususnya pengendara motor yang seringkali menjadi korban utama dalam tabrakan dengan kendaraan roda empat. Edukasi keselamatan berkendara wajib digalakkan untuk mengurangi risiko kecelakaan serupa.
Masyarakat juga diharapkan lebih waspada dan disiplin berlalu lintas, terutama saat melintasi jalur berbahaya. Ke depan, penguatan sistem pengawasan dan peningkatan infrastruktur jalan harus menjadi prioritas agar keselamatan publik dapat lebih terjamin.
Untuk informasi lebih lanjut dan update kejadian ini, Anda dapat mengunjungi sumber berita asli di Liputan6 Regional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0