DPR RI Tinjau Pembangunan Tanggul Rob di Belawan, Ijeck Tekankan Rencana Kerja Konkrit
Komisi V DPR RI
Kunjungan ini dipimpin oleh Anggota DPR RI Musa Rajekshah dari Fraksi Partai Golkar, yang akrab disapa Ijeck. Dalam peninjauan lapangan, Ijeck menilai bahwa meskipun Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah membangun tanggul dan rumah pompa air, hasilnya belum memuaskan dan belum mampu mengatasi banjir rob secara tuntas.
Masalah Banjir Rob di Belawan: Ancaman Berkelanjutan bagi Ekonomi
Banjir rob di Belawan telah menjadi permasalahan yang berlangsung lama dan kerap mengganggu aktivitas perekonomian masyarakat. Ijeck menyampaikan,
"Sudah dibangun tanggul banjir rob dan rumah pompa air, tapi dari hasil pantauan saya, masalah ini belum selesai tuntas,"tegasnya.
Menurutnya, jika pembangunan tanggul ini tidak dikelola dengan efektif, maka akan berpotensi menjadi pemborosan anggaran. Oleh karena itu, Ijeck menegaskan pentingnya rencana kerja yang lebih konkrit dan terarah.
Seruan untuk Rencana Kerja yang Lebih Konkret dan Sinergi Lintas Sektor
Musa Rajekshah mengingatkan bahwa pemerintah tidak dapat menyelesaikan masalah banjir rob ini sendirian. Ia mengajak Pemerintah Kota Medan dan badan usaha milik daerah maupun nasional (BUMD/BUMN) untuk turut aktif berkontribusi.
- Keterlibatan Pemerintah Daerah sangat penting, terutama dalam hal pengelolaan tanah BUMD dan BUMN yang dapat digunakan untuk mendukung pembangunan tanggul.
- Perlu koordinasi lintas sektor agar solusi yang dihasilkan bersifat menyeluruh dan berkelanjutan.
Ijeck juga menyarankan agar alternatif lain dicari jika metode pembangunan tanggul saat ini belum efektif untuk menuntaskan persoalan banjir rob.
Respon Pemerintah Daerah dan Langkah Ke Depan
Wakil Wali Kota Medan, Zakiyuddin Harahap, menyatakan perlunya langkah konkret dan terintegrasi dalam mengatasi banjir rob di Belawan. Ia menegaskan pentingnya pertemuan lintas sektor untuk membahas solusi menyeluruh atas permasalahan yang sudah berlangsung lama tersebut.
Dengan pendekatan kolaboratif antara kementerian, pemerintah daerah, dan BUMN/BUMD, diharapkan persoalan banjir rob dapat diatasi secara permanen.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, kunjungan Komisi V DPR RI ini bukan sekadar inspeksi lapangan biasa, melainkan sinyal kuat bahwa masalah banjir rob di Belawan harus menjadi prioritas nasional. Banjir rob yang terus berulang bukan hanya mengancam keselamatan warga, tapi juga berpotensi menurunkan produktivitas ekonomi dan investasi di kawasan pelabuhan penting ini.
Penting bagi pemerintah pusat dan daerah untuk tidak hanya fokus pada pembangunan fisik seperti tanggul semata, tetapi juga memastikan kualitas konstruksi, pemeliharaan berkelanjutan, dan pengelolaan lingkungan yang lebih baik. Selain itu, mengintegrasikan teknologi penanggulangan bencana dan sistem peringatan dini dapat menjadi game-changer dalam mengurangi dampak banjir rob.
Ke depan, publik harus mengawasi bagaimana rencana kerja konkrit yang dijanjikan oleh Kementerian PU dan mitra terkait direalisasikan. Tanpa komitmen nyata dan sinergi lintas sektor, masalah banjir rob akan terus menjadi beban berat bagi masyarakat Belawan dan sekitarnya.
Untuk informasi lebih lengkap dan update terkini dari kunjungan DPR RI ini, Anda dapat membaca langsung di VIVA Medan serta mengikuti laporan dari CNN Indonesia.