PKB Tegaskan Kaderisasi Jantung Partai, Fokus Tingkatkan Kualitas Kader
Wakil Ketua Umum DPP PKB, M Hanif Dhakiri, menegaskan bahwa kaderisasi merupakan fondasi utama dan jantung dari kekuatan partai politik PKB. Pernyataan ini disampaikannya dalam acara Halalbihalal dan Penghargaan Kaderisasi yang digelar di Kantor DPP PKB, Jakarta Pusat, pada Jumat (10/4/2026).
Hanif menyebut bahwa kaderisasi selama ini seringkali dipandang sebagai kerja politik yang sunyi dan kurang terlihat, namun sebenarnya memiliki dampak besar bagi pergerakan dan kekuatan elektoral partai. "Ada 145 ribu alumni kaderisasi secara nasional yang menunjukkan hasil nyata," ujar Hanif.
Peran Strategis Kaderisasi dalam Menguatkan Partai
Menurut Hanif, kaderisasi bukan hanya soal menambah suara dalam pemilu, tapi membangun kualitas kader agar mampu menjadi pemimpin yang visioner dan bertanggung jawab. Ia memproyeksikan bahwa dengan konsistensi, Lembaga Kaderisasi Nasional (LKN) PKB dapat menyumbang sekitar 21 kursi DPR RI pada tahun 2028.
"Kaderisasi adalah jantung partai. Struktur partai ibarat tubuh, tapi tanpa jantung yang bergerak, tubuh itu tidak berarti," tegas Hanif. Ia mengingatkan bahwa struktur partai yang lengkap tanpa kaderisasi hanya menjadi formalitas tanpa gerakan nyata di masyarakat.
Dalam kesempatan yang sama, Hanif juga mengutip arahan Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar (Cak Imin), yang menekankan pentingnya agar PKB dan kadernya naik kelas dalam cara berpikir dan bekerja, dari yang lebih reaktif menjadi visioner.
Fokus Peningkatan Kualitas Kader dan Tantangan Pemilu 2029
Hanif menegaskan bahwa kaderisasi harus menghasilkan kader yang berkualitas, kompeten, dan memiliki keberpihakan jelas kepada masyarakat. Menurutnya, kualitas kader menjadi kebutuhan mendesak untuk menghadapi dinamika politik yang semakin kompetitif dan pragmatis.
"Perbedaan antara politisi dan pemimpin adalah pada tanggung jawab untuk mencapai tujuan bersama," jelas Hanif. Ia menilai bahwa PKB memiliki keunggulan utama pada kualitas kadernya yang harus terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Hanif juga menegaskan bahwa kaderisasi bukan sekadar pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter, penanaman nilai-nilai, disiplin politik, dan orientasi masa depan partai.
Ia mengajak seluruh jajaran partai untuk tidak cepat puas dengan capaian saat ini dan mendorong rekrutmen kader muda dan perempuan sebagai strategi menjelang Pemilu 2029.
"Kaderisasi adalah jalan politik kita untuk menjaga identitas dan keberlanjutan partai," tutup Hanif dengan optimisme tinggi, bahkan menyebut target besar PKB termasuk menjadikan Gus Muhaimin sebagai Presiden atau Wakil Presiden 2029.
Capaian Program Kaderisasi PKB dalam Setahun Terakhir
Ketua LKN DPP PKB, Zainul Munasichin, memaparkan capaian kaderisasi PKB dari Juni 2025 hingga Maret 2026. Program kaderisasi telah berjalan masif dengan 1.560 angkatan dan 144.872 peserta kader di seluruh Indonesia.
- Pendidikan Kader Penggerak Bangsa yang digelar anggota DPR RI PKB telah mencapai 58 angkatan dengan total 8.181 peserta.
- Pendidikan Sekolah Kader Perubahan yang digelar anggota DPRD mencapai 900 angkatan dengan 68.401 peserta, menjadi program kaderisasi terbesar dari sisi jumlah peserta.
- Pendidikan Kader Loyalis di tingkat cabang dan badan partai mencapai 241 angkatan dengan 28.850 peserta.
Zainul menambahkan bahwa penghargaan bagi kader dan lembaga yang berkontribusi besar dalam kaderisasi diberikan sebagai pemicu semangat untuk meningkatkan aktivitas kaderisasi di seluruh struktur partai.
Selain itu, kaderisasi juga menjadi tolok ukur dalam penilaian kinerja partai dan persyaratan dalam restrukturisasi kepengurusan di tingkat daerah. "Ketua DPW dan pengurus wajib mengikuti pendidikan kader minimal tingkat pertama sebelum pengisian jabatan strategis," tandas Zainul.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, penegasan PKB mengenai kaderisasi sebagai jantung partai menunjukkan kesadaran strategis akan pentingnya sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi persaingan politik yang semakin kompleks dan dinamis. Bukan hanya soal kuantitas suara, kader yang memiliki integritas, visi, dan kemampuan leadership menjadi kunci utama keberhasilan partai di masa depan.
Penekanan pada naik kelas dalam cara berpikir dan kerja politik juga mencerminkan PKB yang berusaha melakukan transformasi agar lebih adaptif terhadap tuntutan zaman dan generasi pemilih muda yang kritis. Ini adalah upaya yang perlu diapresiasi karena membangun partai yang responsif dan berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan struktur organisasi, tetapi harus didukung oleh kualitas kader yang mampu menjadi agen perubahan.
Kita perlu mengamati bagaimana pelaksanaan kaderisasi ini akan terus berlanjut dan berpengaruh pada performa PKB, terutama menjelang Pemilu 2029. Apakah peningkatan kualitas kader benar-benar akan terinternalisasi dalam budaya partai dan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang efektif? Jika berhasil, PKB dapat menjadi contoh bagi partai lain dalam mengelola regenerasi dan pembinaan kader.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca langsung sumber lengkap berita di kumparan.com.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0