Kamala Harris Buka Peluang Maju Lagi di Pilpres AS 2028, Ini Kata Dia
Kamala Harris, mantan Wakil Presiden Amerika Serikat, mengisyaratkan kemungkinan untuk kembali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden AS tahun 2028. Pernyataan ini disampaikan di tengah sorotan publik atas kekalahannya dari Donald Trump pada Pilpres 2024 lalu.
Sinyal Kembali Maju di Pilpres 2028
Sinyal tersebut muncul saat Harris tampil dalam konvensi tahunan National Action Network yang dipimpin tokoh hak sipil AS, Al Sharpton, pada Jumat (10/4) waktu setempat. Saat ditanya langsung oleh Sharpton apakah ia berencana maju lagi di Pilpres 2028, Harris merespons dengan jawaban terbuka.
"Dengar, mungkin saja, mungkin saja. Saya sedang memikirkannya," ujar Kamala Harris.
Walaupun belum memberikan kepastian, Harris menegaskan bahwa pengalamannya sebagai Wakil Presiden AS di bawah Joe Biden dari tahun 2021 hingga 2025 memberinya pemahaman mendalam tentang tanggung jawab jabatan presiden.
"Saya tahu seperti apa pekerjaan itu, dan saya tahu apa yang dibutuhkan," kata Harris.
Kritik Terhadap Kepemimpinan Donald Trump
Sebelumnya, dalam pidatonya pada Kamis (9/4), Harris juga menyampaikan kritik tajam terhadap kebijakan Donald Trump. Ia menyoroti perang yang dilakukan AS dan Israel terhadap Iran sebagai "perang pilihan" dan menilai bahwa kepemimpinan Trump membuat Amerika Serikat semakin tidak dapat diandalkan oleh para sekutunya.
"Amerika, di bawah Donald Trump, semakin tidak dapat diandalkan sebagai mitra bagi kawan-kawan kami, dan Amerika juga semakin kehilangan pengaruh," kritik Harris.
Latar Belakang Pencalonan Kamala Harris dan Pilpres 2024
Kamala Harris mencatat sejarah sebagai perempuan kulit hitam dan keturunan Asia Selatan pertama yang mendapatkan nominasi dari partai besar di AS. Ia menjadi kandidat utama Partai Demokrat dalam Pilpres 2024 setelah Joe Biden mundur dari pencalonan pada Juli 2024 dan mendukungnya sebagai penerus.
Pencalonan Harris pada saat itu terbilang unik karena ia menerima nominasi melalui voting roll-call tanpa mengikuti pemilihan pendahuluan sebagai kandidat presiden. Waktu menuju pemilu umum pun tinggal kurang dari empat bulan.
Pada Pilpres 2024, Donald Trump yang maju untuk masa jabatan kedua yang tidak berurutan berhasil memenangkan 312 suara elektoral, sedangkan Harris memperoleh 226 suara elektoral. Trump meraih 49,8 persen suara dan Harris 48,3 persen.
Tokoh Demokrat Lain yang Berpotensi Maju di 2028
Selain Harris, sejumlah tokoh Partai Demokrat yang juga disebut-sebut berpeluang maju dalam Pilpres 2028 turut hadir dalam forum National Action Network tersebut, antara lain:
- Gubernur Illinois JB Pritzker
- Gubernur Pennsylvania Josh Shapiro
- Mantan Menteri Perhubungan Pete Buttigieg
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, sinyal dari Kamala Harris untuk mempertimbangkan pencalonan kembali pada Pilpres 2028 menandakan dinamika politik AS yang terus berkembang, khususnya di kubu Demokrat yang tengah mencari figur kuat untuk menghadapi Donald Trump atau kandidat dari Partai Republik lainnya. Dengan pengalaman sebagai Wakil Presiden dan posisi historisnya sebagai perempuan kulit hitam pertama di jabatan tersebut, Harris memiliki modal politik yang signifikan meskipun kekalahan di 2024 menjadi tantangan besar.
Namun, pernyataannya yang terbuka juga menunjukkan strategi komunikasi politik yang hati-hati, menjaga peluang tanpa membuat komitmen dini yang bisa membatasi fleksibilitas politiknya. Hal ini penting karena lanskap politik AS sangat dinamis dan dapat berubah drastis dalam beberapa tahun ke depan.
Selain itu, kritik Harris terhadap Trump dan kebijakan luar negeri AS menunjukkan bahwa isu-isu geopolitik seperti hubungan dengan Iran dan keandalan Amerika di mata dunia akan terus menjadi tema sentral dalam kampanye 2028. Pemilih kemungkinan besar akan menilai calon berdasarkan kemampuan mereka menjalankan kebijakan luar negeri yang stabil dan dapat dipercaya.
Untuk tetap mengikuti perkembangan terbaru soal Pilpres AS 2028 dan dinamika politik Kamala Harris, pembaca dapat merujuk langsung ke sumber asli CNN Indonesia serta berita terpercaya lainnya.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0