Anggota DPRD Surabaya Minta Audit Rumah Pompa untuk Antisipasi Banjir Lebaran

Mar 5, 2026 - 20:20
 0  5
Anggota DPRD Surabaya Minta Audit Rumah Pompa untuk Antisipasi Banjir Lebaran

Surabaya – Menjelang musim hujan dengan potensi cuaca ekstrem yang diperingatkan oleh BMKG Juanda periode 1–10 Maret 2026, Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya, Achmad Nurdjayanto, meminta Pemerintah Kota Surabaya untuk segera melakukan audit menyeluruh terhadap rumah pompa dan infrastruktur pengendalian banjir lainnya sebagai langkah antisipasi banjir, terutama saat momen Lebaran nanti.

Ad
Ad

Waspada Cuaca Ekstrem dan Dampaknya pada Infrastruktur Pengendalian Banjir

Menurut Achmad, BMKG telah mengeluarkan peringatan tentang potensi hujan sedang hingga lebat yang bisa disertai petir dan angin kencang di wilayah Jawa Timur, termasuk Surabaya. Data BMKG menunjukkan peningkatan kecepatan angin hingga 25 knot di ketinggian 3000 feet dan kondisi atmosfer yang labil, yang memungkinkan terbentuknya awan konvektif.

Fenomena ini berpotensi menyebabkan genangan dan banjir apabila sistem pengelolaan air di kota tidak berfungsi optimal. Oleh sebab itu, pemantauan dan audit teknis kesiapan rumah pompa dan drainase menjadi sangat krusial.

Audit Teknis Rumah Pompa dan Drainase: Apa yang Harus Diperiksa?

Achmad menekankan beberapa aspek penting dalam audit tersebut, antara lain:

  • Jumlah rumah pompa aktif dan kapasitas pompa yang tersedia
  • Kondisi kelistrikan dan cadangan daya untuk menghindari gangguan operasional
  • Kebersihan dan normalisasi saluran drainase sebagai jalur utama pengaliran air

Kami meminta pemerintah kota memastikan seluruh rumah pompa dalam kondisi siap operasi. Audit teknis perlu dilakukan agar kapasitas pompa benar-benar siap menghadapi potensi hujan intensitas tinggi,” ujar Achmad.

Kesiapan Infrastruktur Penting Menjelang Momen Lebaran

Legislator dari Partai Golkar ini juga menyoroti pentingnya kesiapan infrastruktur pengendali banjir karena Surabaya memasuki periode peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Raya Idul Fitri.

Jangan sampai saat Lebaran justru muncul genangan di titik-titik yang seharusnya sudah bisa diantisipasi. Karena itu kesiapan rumah pompa dan saluran drainase harus benar-benar dipastikan sejak sekarang,” tegasnya.

Selain itu, Komisi C DPRD mendorong agar terjadi koordinasi intensif antara Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, dan perangkat daerah terkait untuk memastikan sistem pengendalian banjir berjalan optimal, khususnya di kawasan yang selama ini rawan genangan.

Sistem Respons Cepat dan Mitigasi Berbasis Data

Surabaya sebagai kota dengan tingkat aktivitas dan kepadatan tinggi membutuhkan sistem tanggap darurat yang cepat agar genangan tidak mengganggu mobilitas warga. Achmad menekankan pentingnya mitigasi yang berbasis data dan kesiapan lapangan.

Mitigasi harus berbasis data dan respons cepat di lapangan. Jangan sampai dampak cuaca ekstrem mengganggu aktivitas masyarakat, apalagi menjelang Lebaran,” ujar Achmad.

Audit Infrastruktur sebagai Manajemen Risiko dan Akuntabilitas

Secara kebijakan, DPRD menilai audit kesiapan infrastruktur pengendali banjir ini merupakan bagian dari manajemen risiko kota dan bentuk akuntabilitas atas penggunaan dana APBD untuk infrastruktur.

Komisi C akan meminta laporan resmi dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait selama masa peringatan cuaca ekstrem berlangsung guna memastikan kesiapsiagaan berjalan sesuai harapan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif untuk mengaudit rumah pompa dan drainase ini sangat tepat dan mendesak. Surabaya yang merupakan kota metropolitan dengan risiko banjir yang cukup tinggi terutama saat musim hujan, harus benar-benar siap menghadapi potensi bencana banjir agar tidak mengganggu aktivitas masyarakat dan perekonomian.

Langkah ini juga menjadi indikator penting bahwa pemerintah kota serius dalam pengelolaan risiko bencana dan berupaya mencegah kerugian akibat banjir. Selain itu, koordinasi antar dinas terkait sangat menentukan keberhasilan mitigasi banjir. Pemantauan berkala dan penggunaan teknologi smart monitoring bisa menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan efektivitas sistem pengendalian banjir.

Kedepannya, publik perlu terus mengawasi implementasi audit ini dan menuntut transparansi hasilnya, agar anggaran yang dikeluarkan memang tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal. Dengan kesiapan infrastruktur yang matang, Surabaya bisa lebih siap menghadapi cuaca ekstrem tanpa harus khawatir akan gangguan banjir yang merugikan.

Simak terus perkembangan terkait kesiapan infrastruktur pengendali banjir di Surabaya menjelang musim hujan dan Lebaran pada sumber resmi pemerintah dan BMKG.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad