PJN Wilayah I Siapkan Alat dan Personel Siaga Banjir dan Longsor Jelang Idul Fitri
PJN Wilayah I, yang merupakan bagian dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Utara, telah melakukan persiapan matang dengan menyiapkan alat berat dan personel siaga menghadapi potensi banjir dan tanah longsor menjelang perayaan Idul Fitri. Langkah ini penting mengingat kondisi cuaca ekstrem yang kerap terjadi di wilayah tersebut dan berpotensi mengganggu mobilitas masyarakat.
Potensi Banjir dan Longsor di Wilayah Kerja PJN Wilayah I
Kasatker PJN Wilayah I, Ringgo Radetyo, menyampaikan bahwa terdapat 19 titik rawan longsor yang tersebar di beberapa daerah, termasuk Kota Manado, Kota Tomohon, Kabupaten Minahasa Utara, dan Kabupaten Minahasa. Selain itu, terdapat juga 6 titik rawan banjir yang berada di Kabupaten Minahasa Tenggara, Minahasa, Minahasa Utara, serta Kota Manado.
"Sejumlah titik di wilayah kerja kami berpotensi tanah longsor dan banjir bila terjadi cuaca ekstrem," ujar Ringgo saat ditemui di Manado, Kamis (5 Maret 2026).
Persiapan Armada dan Personel Siaga
Untuk menjamin kesiapsiagaan menghadapi situasi darurat, PJN Wilayah I telah menyiapkan berbagai peralatan antara lain 12 dump truck dan pick up serta 6 alat berat yang disiagakan di beberapa titik strategis seperti workshop Kinilow-Tomohon, batas Kota Manado dan Kota Tomohon, serta beberapa lokasi lain seperti MORR I Interchange dan Kema di Kabupaten Minahasa Utara.
Ringgo menjelaskan, "Jumlah alat berat dan pengangkut material masih akan bertambah sampai menjelang Lebaran nanti."
Selain peralatan, kesiapan personel juga menjadi fokus utama. Sebanyak 57 personel telah disiagakan dan terdistribusi di berbagai lokasi rawan sebagai berikut:
- Workshop Kinilow-Tomohon: 5 orang
- Batas Kota Manado dan Kota Tomohon: 12 orang
- Batas Kota Manado dan Tumpaan (Minahasa Selatan): 12 orang
- MORR I Interchange: 10 orang
- Kapitu-Worotican: 10 orang
- Kema (Minahasa Utara): 8 orang
Imbauan untuk Masyarakat dan Pentingnya Kesiapsiagaan
Ringgo menghimbau masyarakat agar selalu berhati-hati terutama saat berkendara di tengah kondisi cuaca ekstrem dan melewati daerah rawan banjir serta longsor. "Kami berharap warga berhati-hati apabila melakukan aktivitas berkendara saat kondisi cuaca ekstrem, terlebih ketika melintasi titik-titik rawan banjir dan tanah longsor," tuturnya.
Kesiapsiagaan ini menjadi sangat krusial menjelang Idul Fitri, ketika mobilitas masyarakat meningkat tajam dan potensi gangguan akibat bencana alam juga semakin besar. Dengan kesiapan armada dan personel, diharapkan penanganan cepat dapat dilakukan agar dampak banjir dan longsor dapat diminimalkan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, langkah yang dilakukan oleh PJN Wilayah I ini sangat penting dan merupakan upaya proaktif dalam mitigasi bencana yang harus diapresiasi. Mengingat wilayah Sulawesi Utara memang rawan bencana banjir dan longsor, terutama saat musim hujan dan cuaca ekstrem, persiapan ini bisa menjadi penyelamat bagi mobilitas masyarakat dan kelancaran transportasi jalan nasional.
Namun, kesiapsiagaan ini juga harus didukung oleh sinergi dengan pemerintah daerah dan kesadaran masyarakat agar selalu waspada dan mengikuti arahan keselamatan. Selain itu, pengembangan sistem peringatan dini berbasis teknologi juga perlu dipertimbangkan agar respon terhadap bencana bisa lebih cepat dan tepat sasaran.
Ke depan, pembaca perlu terus memantau perkembangan kesiapan dan laporan kondisi cuaca selama musim hujan dan menjelang Idul Fitri, agar dapat melakukan antisipasi secara mandiri. Kesiapsiagaan tidak hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga masyarakat luas.
Dengan kesiapan yang matang, risiko gangguan akibat banjir dan longsor pada infrastruktur jalan nasional dapat ditekan, mendukung kelancaran aktivitas masyarakat di momentum penting Idul Fitri.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0