Pasokan BBM Menipis, China Mendesak Iran Buka Kembali Selat Hormuz

Apr 16, 2026 - 14:11
 0  12
Pasokan BBM Menipis, China Mendesak Iran Buka Kembali Selat Hormuz

China mendesak Iran segera membuka kembali Selat Hormuz setelah mengalami penurunan signifikan dalam pasokan minyak mentah global. Langkah ini dianggap penting untuk mengatasi krisis energi yang melanda banyak negara, terutama di tengah ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Ad
Ad

Desakan China kepada Iran untuk Buka Selat Hormuz

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi, melakukan percakapan penting dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, pada Rabu (15/4). Dalam pembicaraan tersebut, Wang mendesak Iran untuk memulihkan lalu lintas perdagangan di Selat Hormuz, jalur strategis yang menghubungkan Teluk Persia dengan Samudra Hindia dan menjadi jalur utama pengiriman minyak dunia.

"Kedaulatan, keamanan, serta hak dan kepentingan sah Iran sebagai negara pesisir Selat Hormuz harus dihormati dan dijunjung tinggi," ujar Wang dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri China, yang dikutip dari CNN Indonesia. "Namun kebebasan dan keamanan navigasi di selat internasional ini harus dipastikan. Memulihkan lalu lintas normal di selat ini merupakan seruan bersama dari komunitas internasional."

Latar Belakang Penutupan Selat Hormuz dan Krisis Energi Global

Selat Hormuz bertanggung jawab atas sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia. Penutupan selat ini oleh Iran, sebagai respons terhadap serangan yang dilakukan AS dan Israel terhadap milisi Hizbullah di Lebanon yang didukung Iran, telah memperparah krisis energi global.

Penutupan awalnya sempat dijanjikan akan dibuka kembali ketika gencatan senjata dua pekan antara Iran dan Amerika Serikat mulai berlaku sejak 8 April. Namun, ketegangan yang terus berlanjut membuat Iran membatalkan niat tersebut.

Dampak Krisis Energi terhadap China dan Upaya Diversifikasi Pasokan

China, sebagai salah satu konsumen minyak terbesar dunia, merasakan dampak langsung dari penurunan pasokan ini. Data bea cukai menunjukkan bahwa impor minyak China pada bulan Maret turun sebanyak 2,8 persen.

Analis dari JLC Network Technology, Han Zhengji, mengatakan kepada South China Morning Post bahwa walaupun China telah berusaha mengganti sebagian pasokan yang hilang melalui pengiriman dari Afrika dan Amerika Selatan, volume keseluruhan pasokan minyak tetap menurun akibat gangguan logistik yang berkelanjutan.

"Situasi di Timur Tengah dapat memperketat pasokan minyak mentah China pada bulan April, meskipun dampaknya akan diredam oleh upaya berkelanjutan Beijing untuk mendiversifikasi sumber impornya," jelas Han.

Upaya Damai dan Dukungan China untuk Stabilitas Kawasan

Selain mendesak pembukaan Selat Hormuz, Wang Yi juga menegaskan dukungan China terhadap gencatan senjata dan upaya perundingan damai di kawasan tersebut. Menurutnya, langkah ini sejalan dengan kepentingan dasar rakyat Iran dan mencerminkan harapan bersama negara-negara di kawasan serta komunitas internasional.

China siap terus mendorong upaya damai dan mempererat hubungan antar negara di kawasan Timur Tengah untuk memastikan stabilitas pasokan energi dan keamanan wilayah.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, desakan China kepada Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz bukan hanya soal stabilitas pasokan energi, tetapi juga strategi geopolitik yang lebih luas. China, sebagai konsumen energi terbesar kedua dunia setelah Amerika Serikat, sangat bergantung pada kelancaran jalur ini untuk menjaga pertumbuhan ekonominya. Penutupan selat oleh Iran merupakan titik krusial yang menimbulkan ketidakpastian pasar energi global.

Selain dampak langsung pada harga dan ketersediaan minyak, ketegangan ini juga bisa memicu perlombaan pengaruh antara kekuatan besar di Timur Tengah, termasuk AS, Iran, dan sekutunya. China berusaha menempatkan diri sebagai mediator sekaligus pelaku diplomasi aktif demi menjaga kepentingan ekonominya sekaligus stabilitas kawasan.

Ke depan, publik dan pelaku pasar harus memantau bagaimana perkembangan gencatan senjata dan apakah Iran benar-benar akan membuka kembali Selat Hormuz. Jika tidak, krisis energi bisa semakin dalam dan berdampak luas, termasuk pada harga BBM di Indonesia dan negara-negara lain yang sangat bergantung pada impor minyak.

Untuk informasi terbaru dan analisis mendalam soal perkembangan situasi di Selat Hormuz dan dampaknya terhadap pasokan BBM global, pastikan terus mengikuti berita terkini dari sumber terpercaya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad