Menkes Budi Sadikin Soroti Nutri-Level untuk Kurangi Konsumsi Gula Berlebih

Apr 22, 2026 - 09:40
 0  6
Menkes Budi Sadikin Soroti Nutri-Level untuk Kurangi Konsumsi Gula Berlebih

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyoroti tingginya kandungan gula dalam minuman kekinian yang populer di kalangan masyarakat Indonesia. Dalam sebuah pernyataan yang disampaikan melalui program Budi Gemar Sharing (#BGS) di Instagram, ia menjelaskan bahwa satu gelas minuman manis seperti matcha bisa mengandung hingga 3-4 sendok makan gula atau sekitar 50 gram, jumlah yang sudah melebihi batas konsumsi gula harian yang direkomendasikan.

Ad
Ad

Menurut Budi, hal ini menjadi perhatian serius karena banyak masyarakat yang belum menyadari risiko kesehatan yang muncul akibat konsumsi gula berlebih. Penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas merupakan salah satu dampak paling nyata yang harus diwaspadai.

Pengertian dan Tujuan Nutri-Level

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah mengembangkan sistem pelabelan Nutri-Level. Sistem ini bertujuan untuk memberikan informasi cepat dan jelas pada kemasan produk, terutama minuman siap saji, agar konsumen dapat dengan mudah mengenali kandungan gula, garam, dan lemak (GGL) yang terdapat di dalamnya.

Sistem Nutri-Level mengkategorikan produk ke dalam empat level, yakni:

  • Level A (hijau tua): Produk tanpa tambahan pemanis, seperti kopi hitam atau americano.
  • Level B: Produk dengan tambahan gula alami, contohnya teh manis.
  • Level C dan D (kuning hingga merah): Produk dengan kandungan gula, garam, atau lemak yang tinggi dan perlu diwaspadai serta dibatasi konsumsinya.

Budi menegaskan, "Manis atau tidak manis, kalau ada pemanis buatan, itu tidak saya rekomendasikan untuk dikonsumsi setiap hari." Pernyataan ini menegaskan keprihatinan terhadap pemanis buatan yang biasa ditemukan dalam minuman kekinian.

Strategi Bijak Konsumsi Minuman Manis

Meskipun mendorong kesadaran akan bahaya gula berlebih, Menkes juga memberikan solusi praktis agar masyarakat tetap bisa menikmati minuman favorit secara lebih sehat. Salah satunya adalah dengan meminta kadar gula yang lebih rendah saat memesan minuman di kedai atau kafe.

"Kalau tetap mau minum, minta ke baristanya less sweet," ujar Budi.

Langkah ini dianggap lebih realistis dan mudah diterapkan tanpa harus menghilangkan kebiasaan menikmati minuman kekinian.

Implementasi Nutri-Level oleh BPOM

Kepala BPOM, Taruna Ikrar, menjelaskan bahwa pelabelan Nutri-Level akan diterapkan secara bertahap, dimulai dari produk minuman siap saji. Label ini akan ditempatkan di bagian depan kemasan (front of pack nutrition labelling) dengan warna dan huruf yang mudah dikenali agar dapat menjadi panduan cepat bagi konsumen.

"Dengan pelabelan Nutri-Level diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilih produk yang lebih sehat," jelas Taruna.

BPOM menegaskan bahwa kebijakan ini bukanlah bentuk larangan terhadap produk tertentu, melainkan alat edukasi agar masyarakat dapat membandingkan dan memilih produk pangan secara lebih cermat.

Fakta Penting Tentang Gula dalam Minuman Kekinian

  • Satu gelas minuman manis seperti matcha bisa mengandung sekitar 50 gram gula, setara dengan 3-4 sendok makan.
  • Konsumsi gula berlebih merupakan faktor risiko utama penyakit tidak menular seperti diabetes dan obesitas.
  • Sistem Nutri-Level mengklasifikasikan produk berdasarkan kandungan gula, garam, dan lemak menjadi empat level yang mudah dipahami.
  • Pelabelan ini akan membantu konsumen dalam memilih produk yang lebih sehat secara cepat dan efektif.
  • Masyarakat dianjurkan untuk memilih opsi less sweet agar tetap dapat menikmati minuman favorit tanpa risiko kesehatan tinggi.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, inisiatif pemerintah melalui pelabelan Nutri-Level merupakan langkah progresif yang sangat diperlukan untuk memerangi masalah kesehatan masyarakat akibat konsumsi gula berlebih. Di tengah maraknya tren minuman kekinian yang penuh gula, edukasi visual melalui label gizi yang sederhana mampu meningkatkan awareness konsumen dengan cara yang efektif dan tidak menggurui.

Namun, keberhasilan kebijakan ini sangat bergantung pada sosialisasi yang masif dan konsistensi dalam penerapannya di lapangan. Pemerintah juga perlu memastikan bahwa pelaku industri makanan dan minuman mendukung program ini dengan menyediakan informasi yang akurat dan jujur pada kemasan produk.

Ke depan, masyarakat harus menjadi lebih kritis dan cerdas dalam memilih produk konsumsi sehari-hari. Nutri-Level bukan hanya label, tapi juga game-changer yang berpotensi mengubah pola konsumsi gula nasional jika dijalankan dengan baik dan diikuti oleh perubahan perilaku konsumen.

Untuk terus mengikuti perkembangan kebijakan dan edukasi terkait Nutri-Level serta isu kesehatan lainnya, pembaca dapat mengakses berita terbaru melalui CNBC Indonesia dan media resmi pemerintah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad