Pemkot Makassar Andalkan Kajian Akademik untuk Kurangi Titik Banjir Secara Terukur

Mar 6, 2026 - 13:30
 0  4
Pemkot Makassar Andalkan Kajian Akademik untuk Kurangi Titik Banjir Secara Terukur

Pemerintah Kota Makassar terus mengintensifkan upaya mitigasi banjir dengan pendekatan kajian akademik yang sistematis dan kolaboratif. Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menegaskan bahwa strategi ini merupakan langkah penting untuk mengurangi frekuensi dan dampak banjir di beberapa titik rawan di kota tersebut.

Ad
Ad

Kajian Akademik Bersama Universitas Hasanuddin Jadi Landasan Strategi

Kerjasama dengan Universitas Hasanuddin menjadi fondasi utama dalam menyusun kajian terkait banjir. Kajian ini mencakup:

  • Analisis titik-titik rawan banjir yang paling sering terdampak.
  • Evaluasi menyeluruh terhadap kondisi dan kapasitas infrastruktur drainase kota.
  • Rekomendasi penanganan terpadu yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

"Kajian ini kami jadikan acuan untuk mengajak seluruh pihak terkait duduk bersama dan bekerja secara terkoordinasi," tegas Munafri pada Kamis, 5 Maret 2026.

Penurunan Titik Banjir dan Durasi Evakuasi Jadi Indikator Keberhasilan

Munafri mengungkapkan bahwa hasil kajian tersebut sudah mulai menunjukkan buahnya. Beberapa titik banjir lama di Makassar mulai berkurang, dan durasi evakuasi warga yang terdampak banjir menjadi lebih singkat.

"Titik-titik banjir yang selama ini menjadi langganan mulai menunjukkan perbaikan, dan jarak waktu pengungsian warga sudah sangat pendek," ujar Munafri.

Menurutnya, pendekatan yang reaktif tidak cukup. Perencanaan integratif dan berbasis data akademik memungkinkan intervensi yang lebih efektif dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

Kolaborasi Lintas Pemerintahan Jadi Kunci Penanganan Banjir

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, menambahkan bahwa penanganan banjir harus dilakukan secara bertahap dan melibatkan kerja sama lintas pemerintahan. Hal ini termasuk koordinasi antara Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang, Pemerintah Provinsi, dan Pemerintah Kota Makassar.

"Kita tidak bisa menyelesaikan semua persoalan sekaligus, tapi harus fokus pada hal-hal yang bisa dikerjakan secara bertahap dan terkoordinasi," tegas Sudirman.

Normalisasi Sungai dan Perbaikan Infrastruktur Drainase

Upaya teknis seperti normalisasi sungai telah dilakukan dengan pengerukan sepanjang 5 kilometer di wilayah rawan banjir, dengan sisa sekitar 3 kilometer yang akan segera dikeruk. Fokus utama juga diarahkan pada penyempitan saluran dan pintu air bermasalah, khususnya di Blok 8 dan 10 Perumnas Antang.

  • Proyek perbaikan ini termasuk dalam program multiyears yang dirancang untuk hasil jangka panjang.
  • Pemasangan pompa air di titik-titik rawan banjir juga dipersiapkan sebagai solusi tambahan.

"Koordinasi antara balai wilayah sungai, provinsi, dan Kota Makassar sangat penting agar kapasitas sungai dan fungsi drainase kembali optimal," tambah Gubernur Sudirman.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pendekatan berbasis kajian akademik yang diambil Pemkot Makassar merupakan langkah progresif dan berbasis data yang sangat dibutuhkan dalam pengelolaan risiko banjir di perkotaan. Banjir yang berulang tidak hanya mengganggu aktivitas masyarakat, tapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan infrastruktur dan kerugian ekonomi yang besar.

Namun, mitigasi banjir bukan hanya soal teknis pengerukan atau perbaikan drainase semata. Kolaborasi lintas sektor dan pemerintahan harus terus diperkuat agar setiap intervensi terintegrasi dan berkelanjutan. Selanjutnya, masyarakat juga perlu dilibatkan dalam upaya adaptasi dan respon cepat saat banjir terjadi.

Ke depan, penting untuk memantau hasil implementasi rekomendasi kajian akademik ini serta memastikan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan program mitigasi banjir. Jika berhasil, model ini bisa menjadi contoh bagi kota-kota lain yang menghadapi masalah serupa di Indonesia.

Dengan komitmen bersama dan pendekatan ilmiah yang mendalam, peluang Makassar untuk mengurangi dampak banjir secara signifikan semakin terbuka lebar.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad