Penjualan Hewan Kurban di Kendal Turun Akibat PMK, Harga Naik 15 Persen

Apr 25, 2026 - 15:21
 0  4
Penjualan Hewan Kurban di Kendal Turun Akibat PMK, Harga Naik 15 Persen

Menjelang perayaan Idul Adha 2026, aktivitas jual beli hewan kurban di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, mulai menunjukkan geliat. Namun, penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibandingkan tahun lalu, yang diduga kuat akibat dampak penyakit mulut dan kuku (PMK) yang sempat menyerang ternak sapi di daerah tersebut.

Ad
Ad

Penurunan Penjualan Hewan Kurban di Kendal Akibat PMK

Abas Komarudin, salah satu pedagang sapi kurban di Desa Rejosari, Kecamatan Ngampel, mengungkapkan bahwa meskipun terjadi peningkatan jumlah pembeli dalam beberapa pekan terakhir, penjualan secara keseluruhan mengalami penurunan. Hal ini disebabkan oleh pasokan sapi sehat yang terbatas karena wabah PMK yang menyerang beberapa ternak sapi sebelumnya.

“Untuk tahun ini memang ada penurunan pasokan dibanding tahun lalu, tapi harga justru naik sekitar 15 persen,” ujar Abas saat ditemui di kandangnya pada Sabtu (25/4/2026).

Menurut Abas, saat ini ia memiliki stok sekitar 50 ekor sapi dengan harga bervariasi mulai dari Rp23 juta hingga Rp30 juta per ekor. Kenaikan harga ini menjadi efek domino dari terbatasnya hewan kurban sehat yang tersedia di pasaran.

Kesehatan Hewan Jadi Prioritas dan Faktor Harga

Abas menegaskan bahwa semua sapi yang dijual dalam kondisi sehat dan dirawat secara alami, tanpa campuran bahan tambahan seperti bekatul atau ampas tahu dalam pakan mereka. Hal ini penting untuk menjamin kualitas dan keamanan hewan kurban yang nantinya akan dipotong dan dibagikan kepada masyarakat.

Selain sebagai pedagang, Abas juga dikenal sebagai anggota DPRD Kendal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), yang aktif mendukung pelaksanaan kurban di daerahnya.

Pengalaman dan Harapan Pembeli Hewan Kurban

Samiyo Puspito, warga Desa Brangsong sekaligus panitia kurban Mushola Baitul Muslimin, menjadi salah satu pembeli yang telah rutin membeli sapi kurban dari Abas selama tiga tahun terakhir. Tahun ini, ia membeli tiga ekor sapi dengan harga sekitar Rp26,5 juta per ekor.

“Sudah tiga kali kami beli di sini, dan sapinya selalu sehat,” ujar Samiyo.

Samiyo menjelaskan bahwa musholanya biasanya menyembelih antara tiga hingga enam ekor sapi dan beberapa kambing setiap tahun. Untuk meringankan biaya pembelian, pembelian sapi biasanya dilakukan secara patungan oleh tujuh orang anggota masyarakat.

Ia berharap, partisipasi masyarakat dalam berkurban semakin meningkat sehingga manfaat daging kurban dapat lebih luas dirasakan oleh masyarakat, khususnya yang jarang mengonsumsi daging.

“Semoga tahun ini yang berqurban semakin banyak, sehingga lebih banyak masyarakat yang merasakan manfaatnya,” pungkas Samiyo.

Upaya Pemerintah dan Mitigasi Dampak PMK

Di tengah kekhawatiran dampak PMK, pemerintah daerah dan Kementerian Pertanian telah melakukan berbagai upaya seperti pengawasan kesehatan hewan, vaksinasi, dan pembatasan mobilitas ternak untuk menekan penyebaran penyakit. Langkah-langkah ini penting agar kualitas hewan kurban tetap terjaga dan masyarakat tidak khawatir saat membeli hewan kurban.

Berdasarkan laporan resmi di Media Indonesia, pengawasan kesehatan hewan menjadi prioritas utama dalam menghadapi Idul Adha tahun ini demi memastikan hewan kurban bebas dari PMK.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, dampak PMK terhadap penjualan hewan kurban di Kendal bukan hanya soal angka penjualan yang menurun, tetapi juga menyoroti pentingnya ketahanan peternakan lokal terhadap penyakit menular. Kenaikan harga hewan kurban sebesar 15 persen berpotensi membebani masyarakat yang ingin berkurban, terutama bagi kelompok ekonomi menengah ke bawah.

Selain itu, terbatasnya pasokan sapi sehat bisa memicu inflasi lokal pada harga daging kurban, yang bisa berimbas pada distribusi daging ke masyarakat luas. Jika tidak diantisipasi dengan baik, hal ini bisa mengurangi jumlah masyarakat yang dapat menikmati daging kurban, sehingga makna sosial dan ibadah dari Idul Adha menjadi kurang optimal.

Ke depan, penting bagi pemerintah dan pelaku usaha peternakan untuk memperkuat sistem pengendalian penyakit ternak dan meningkatkan produksi sapi sehat agar pasokan hewan kurban stabil dan harga tetap terjangkau. Masyarakat juga perlu terus diajak untuk memastikan membeli hewan kurban yang sehat dan legal, demi menjaga keamanan pangan dan kesehatan bersama.

Simak terus perkembangan terkait kesehatan hewan kurban dan kesiapan menghadapi Idul Adha di media terpercaya agar Anda dapat berkurban dengan tenang dan berkah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad