Menkes Bongkar Fakta Minuman Zero Sugar yang Bisa Menipu Tubuh Anda

Apr 27, 2026 - 13:40
 0  7
Menkes Bongkar Fakta Minuman Zero Sugar yang Bisa Menipu Tubuh Anda

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin baru-baru ini membongkar fakta yang selama ini jarang diketahui tentang minuman berlabel zero sugar. Meskipun banyak orang menganggap minuman ini lebih sehat karena tidak mengandung gula, Menkes mengingatkan bahwa kandungan pemanis buatan di dalamnya justru dapat menipu tubuh dan memicu rasa lapar berulang.

Ad
Ad

Pemanis Buatan di Minuman Zero Sugar dan Dampaknya

Minuman zero sugar atau rendah gula biasanya menggunakan pemanis buatan seperti aspartame, sucralose, dan saccharin untuk memberikan rasa manis. Meski jumlahnya sangat kecil, pemanis buatan ini mampu menghasilkan rasa manis yang ratusan kali lipat lebih kuat dibanding gula biasa.

Menkes Budi menjelaskan, kondisi ini dapat menipu tubuh. Ketika lidah merasakan rasa manis, otak akan mempersiapkan diri menerima gula sebagai sumber energi. Namun karena gula sebenarnya tidak masuk ke tubuh, otak justru merespons dengan memicu rasa lapar dan keinginan mengonsumsi gula lebih banyak lagi.

"Lidah merasa manis, otak siap menerima gula. Tapi gulanya tidak masuk, akhirnya muncul craving atau keinginan makan gula terus," ujar Menkes Budi dalam program Budi Gemar Sharing (#BGS) yang diunggah di akun resmi Instagram-nya @bgsadikin pada 27 April 2026.

Pentingnya Membaca Label dan Memahami Nutri-Level

Lebih jauh, Menkes menegaskan bahwa konsumen harus lebih cermat dalam membaca label kandungan minuman, jangan hanya terpaku pada tulisan "zero sugar". Dalam skema pelabelan gizi yang dikenal dengan Nutri-Level, minuman dengan pemanis buatan bisa tetap masuk kategori "kurang sehat" seperti kelas C atau D.

Ini artinya, minuman rendah gula tapi mengandung pemanis buatan tidak otomatis lebih sehat. Konsumen harus memahami bahwa efek jangka panjang dari pemanis buatan belum tentu menguntungkan bagi tubuh.

Menurut Menkes, kesadaran ini sangat penting agar masyarakat tidak mudah terjebak dengan klaim produk yang hanya menonjolkan kadar gula rendah tanpa memperhatikan bahan lain yang bisa berdampak negatif.

"Jadi masih mau dikibulin sama si pemanis buatan? Saya sih nggak mau," tegas Menkes Budi.

Imbas Konsumsi Pemanis Buatan yang Jarang Disadari

Selain memicu rasa lapar, konsumsi berlebihan pemanis buatan juga dapat menimbulkan beberapa risiko kesehatan lain, seperti:

  • Gangguan metabolisme glukosa yang berpotensi meningkatkan risiko diabetes tipe 2.
  • Perubahan mikrobiota usus yang mempengaruhi sistem pencernaan dan imunitas.
  • Peningkatan keinginan mengonsumsi makanan manis, sehingga sulit mengontrol pola makan.

Karena itu, Menkes mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memilih minuman dan selalu mengecek label kandungan secara teliti.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Menkes Budi Gunadi Sadikin ini menjadi wake-up call penting bagi konsumen yang selama ini menganggap minuman zero sugar sebagai pilihan sehat tanpa risiko. Pemanis buatan yang tersembunyi sebagai alternatif gula ternyata bisa memperparah masalah pola makan dan menyebabkan efek kontraproduktif seperti meningkatnya keinginan makan gula dan camilan manis.

Ini juga menandai pentingnya regulasi yang lebih ketat dan edukasi publik soal label makanan dan minuman. Skema Nutri-Level yang disebut Menkes bisa menjadi alat efektif untuk mengedukasi masyarakat agar tidak mudah terjebak klaim sejenis. Jika tidak diantisipasi, tren konsumsi produk zero sugar yang dipasarkan sebagai sehat justru bisa meningkatkan risiko masalah kesehatan metabolik dalam jangka panjang.

Ke depan, konsumen harus lebih kritis dan tidak hanya terpaku pada label, tapi juga memahami kandungan dan efek bahan tambahan seperti pemanis buatan. Pemerintah dan pihak terkait perlu memperkuat pengawasan serta kampanye edukasi agar masyarakat makin sadar risiko tersembunyi di balik kemasan produk.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru seputar kesehatan dan gaya hidup, Anda bisa mengunjungi sumber asli berita di CNBC Indonesia serta mengikuti perkembangan berita kesehatan di Kompas Kesehatan.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad