Qualcomm Gandeng OpenAI Kembangkan Chip AI Smartphone, Saham Melonjak 12%

Apr 27, 2026 - 20:49
 0  3
Qualcomm Gandeng OpenAI Kembangkan Chip AI Smartphone, Saham Melonjak 12%

Qualcomm mencatat lonjakan saham sebesar 12% setelah muncul kabar bahwa perusahaan semikonduktor asal Amerika Serikat ini akan bekerja sama dengan OpenAI untuk mengembangkan chip pengolah khusus smartphone berbasis kecerdasan buatan (AI).

Ad
Ad

Kolaborasi Qualcomm, OpenAI, MediaTek, dan Luxshare

Menurut analis Ming-Chi Kuo dari TF International Securities yang mengumumkan kabar ini melalui posting di platform X pada hari Senin, Qualcomm akan bermitra dengan perusahaan semikonduktor Taiwan, MediaTek, dalam pengembangan chip tersebut. Selain itu, produsen asal China, Luxshare, akan turut serta dalam perancangan serta produksi perangkat smartphone AI ini.

Kuo memperkirakan bahwa produksi massal perangkat ini akan dimulai pada tahun 2028. Kabar kemitraan ini membuat harga saham Qualcomm langsung naik 7% segera setelah pembukaan pasar, meskipun secara keseluruhan saham perusahaan ini turun 13% sepanjang tahun ini.

Strategi OpenAI dan Pentingnya Smartphone untuk AI

Mengomentari kerja sama ini, Kuo menjelaskan bahwa "hanya dengan mengendalikan penuh sistem operasi dan perangkat keras, OpenAI dapat memberikan layanan agen AI yang komprehensif". Ia menambahkan bahwa smartphone merupakan perangkat yang mampu menangkap kondisi pengguna secara real-time secara menyeluruh, yang menjadi input paling penting untuk inferensi agen AI secara langsung.

"Smartphone akan tetap menjadi kategori perangkat terbesar dalam waktu dekat," ujar Kuo. Oleh karena itu, sangat masuk akal bagi OpenAI untuk mengembangkan perangkat yang sepenuhnya dijalankan oleh AI, terutama karena perusahaan ini telah mengumpulkan data pengguna selama bertahun-tahun.

Kuo juga menyoroti kematangan teknologi perangkat keras smartphone saat ini yang memungkinkan OpenAI untuk berkolaborasi dengan rantai pasokan untuk mewujudkan perangkat AI ini. Dari sisi bisnis, OpenAI kemungkinan akan menggabungkan model berlangganan dengan perangkat keras dan membangun ekosistem agen AI baru bersama para pengembang.

Ambisi OpenAI dalam Industri Smartphone AI

Qualcomm dikenal luas sebagai perancang chip dan teknologi nirkabel untuk smartphone, terutama lewat prosesor Snapdragon yang menjadi otak banyak ponsel Android, serta teknologi modem yang mendukung konektivitas 4G dan 5G.

Langkah OpenAI untuk bermitra dengan Qualcomm menjadi wajar mengingat sudah ada investasi besar pada sektor perangkat keras. Tahun lalu, OpenAI mengakuisisi startup desain milik mantan kepala desain Apple, Jony Ive, bernama io, senilai sekitar 6,4 miliar dolar AS dalam bentuk ekuitas, dengan rencana meluncurkan perangkat AI baru dalam dua tahun ke depan.

CEO OpenAI, Sam Altman, pernah menyatakan bahwa perangkat yang sedang dirancang bersama io berbeda dari smartphone biasa. Perangkat ini dikatakan mampu "mengetahui segala hal yang pernah Anda pikirkan, baca, dan ucapkan," dan dia membandingkannya dengan pengalaman berjalan di Times Square yang penuh dengan gangguan.

"Perangkat ini akan menawarkan suasana yang jauh berbeda, seperti duduk di kabin indah di tepi danau dan pegunungan, menikmati ketenangan dan kedamaian," ujar Altman.

Selain itu, pada bulan September lalu dilaporkan bahwa Luxshare telah menandatangani kesepakatan dengan OpenAI untuk memproduksi perangkat konsumen, memperkuat kolaborasi di sektor perangkat keras AI ini.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kemitraan Qualcomm, OpenAI, MediaTek, dan Luxshare menandai babak baru dalam pengembangan teknologi AI yang terintegrasi langsung ke dalam perangkat smartphone. Hal ini tidak hanya akan mengubah cara kita berinteraksi dengan perangkat sehari-hari, tetapi juga membuka peluang baru untuk ekosistem layanan berbasis AI yang lebih personal dan real-time.

Namun, ada tantangan besar yang perlu diantisipasi, seperti perlindungan data pengguna dan potensi ketergantungan berlebihan pada AI dalam aktivitas sehari-hari. Selain itu, dominasi beberapa perusahaan besar dalam rantai pasokan perangkat keras dan perangkat lunak berpotensi menimbulkan dinamika pasar yang kompleks.

Ke depan, penting untuk memantau bagaimana implementasi teknologi ini berlangsung, bagaimana respons konsumen, serta pengaruhnya terhadap industri smartphone dan AI secara global. Kolaborasi ini bisa menjadi pionir dalam era baru perangkat AI yang benar-benar cerdas dan adaptif.

Informasi lengkap dapat dilihat pada sumber asli CNBC.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad