Waspada! 5 Makanan Favorit Orang RI yang Picu Risiko Kanker Akibat Akrilamida

May 2, 2026 - 09:30
 0  3
Waspada! 5 Makanan Favorit Orang RI yang Picu Risiko Kanker Akibat Akrilamida

Kebiasaan mengonsumsi makanan olahan dengan suhu tinggi di Indonesia kini menjadi perhatian serius karena potensi risiko kanker yang meningkat. Metode memasak seperti menggoreng, memanggang, dan membakar dapat menghasilkan zat kimia berbahaya bernama akrilamida, yang dikenal sebagai karsinogen potensial.

Ad
Ad

Akrilamida dan Bahayanya pada Makanan Favorit Orang Indonesia

Akrilamida terbentuk saat makanan diproses pada suhu di atas 120°C melalui reaksi antara gula alami dan asam amino dalam bahan makanan. Senyawa ini sangat berbahaya karena berpotensi menyebabkan kerusakan sel tubuh dan meningkatkan risiko kanker jika terpapar dalam jangka panjang.

Menurut laporan CNBC Indonesia, ada lima jenis makanan favorit masyarakat Indonesia yang berpotensi mengandung akrilamida tinggi.

5 Makanan Favorit dengan Potensi Kandungan Akrilamida Tinggi

  1. Gorengan
    Kentang goreng, keripik, dan berbagai makanan yang digoreng merupakan sumber utama akrilamida. Semakin lama proses penggorengan dan semakin gelap warna makanan, semakin tinggi kandungan akrilamida yang terbentuk.
  2. Biskuit & Kue Kering Kemasan
    Produk ini biasanya dipanggang pada suhu tinggi dan sering mengandung gula rafinasi serta bahan tambahan lain yang meningkatkan pembentukan akrilamida.
  3. Roti Panggang
    Roti yang dipanggang hingga berwarna cokelat kehitaman mengandung akrilamida lebih banyak dibandingkan roti yang dipanggang secara ringan.
  4. Kopi
    Proses pemanggangan biji kopi juga menghasilkan akrilamida. Kandungannya bervariasi tergantung tingkat sangrai, dengan kopi sangrai gelap memiliki kadar akrilamida yang lebih tinggi dibandingkan sangrai ringan atau sedang.
  5. Sereal Sarapan
    Sereal seperti corn flakes yang diproses dengan suhu tinggi dan memiliki kandungan gula tinggi juga berpotensi mengandung akrilamida.

Bagaimana Mengurangi Risiko Paparan Akrilamida?

Mengurangi risiko akrilamida dalam makanan ternyata cukup mungkin jika menerapkan beberapa langkah berikut:

  • Hindari memasak makanan hingga gosong atau terlalu kecokelatan.
  • Batasi konsumsi makanan yang digoreng secara berlebihan.
  • Pilih metode memasak alternatif seperti merebus, mengukus, atau menumis dengan suhu yang lebih rendah.

Dengan mengubah cara memasak dan memilih jenis makanan yang lebih sehat, kita dapat menekan risiko paparan akrilamida dan potensi dampaknya terhadap kesehatan jangka panjang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kesadaran masyarakat Indonesia terhadap bahaya akrilamida masih sangat minim, padahal konsumsi makanan olahan panas sangat umum di Indonesia. Gorengan dan roti panggang misalnya, sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari yang sulit dihindari. Hal ini berpotensi menjadi ancaman kesehatan besar jika tidak segera diatasi melalui edukasi dan perubahan pola konsumsi.

Lebih jauh, pemerintah dan pelaku industri makanan bisa berperan aktif dengan mengatur standar pengolahan makanan dan menyediakan alternatif produk yang lebih sehat. Konsumen juga harus mulai bijak memilih makanan dan metode memasak agar kesehatan tetap terjaga.

Mengikuti perkembangan informasi dan penelitian terbaru terkait akrilamida penting untuk memahami bagaimana risiko ini bisa diminimalisir. Sumber asli CNBC Indonesia memberikan gambaran jelas bahwa kita perlu waspada dan bertindak sekarang agar risiko kanker akibat makanan favorit ini tidak menjadi masalah kesehatan masyarakat yang lebih besar di masa depan.

Selalu pantau dan terapkan langkah pencegahan ini demi kesehatan Anda dan keluarga.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad