Jensen: Pangsa Pasar Nvidia di China Turun Jadi Nol Persen, Kebijakan Ekspor AS Gagal

May 4, 2026 - 03:24
 0  5
Jensen: Pangsa Pasar Nvidia di China Turun Jadi Nol Persen, Kebijakan Ekspor AS Gagal

CEO Nvidia, Jensen Huang, mengungkapkan bahwa pangsa pasar perusahaan dalam segmen AI accelerator di China telah turun drastis menjadi nol persen. Pernyataan ini mencengangkan mengingat sekitar dua tahun lalu Nvidia menguasai mayoritas pasar akselerator AI di China.

Ad
Ad

Dalam wawancara bersama Special Competitive Studies Project, sebuah inisiatif bipartisan dari pembuat kebijakan Amerika Serikat yang bertujuan menjaga daya saing jangka panjang AS, Huang menyatakan,

"Di China, kami sekarang sudah turun ke nol. Menyerahkan seluruh pasar sebesar China mungkin tidak masuk akal secara strategi, jadi saya rasa kebijakan ini sudah banyak mengalami kegagalan. Mungkin masuk akal pada waktu itu, tapi saya rasa kebijakan harus dinamis dan mengikuti perkembangan zaman. Bisa dikatakan aman bahwa kehadiran perusahaan chip Amerika dan perusahaan lainnya di China sangat masuk akal."

Penurunan Pangsa Pasar Nvidia di China

Sebelumnya pada awal tahun ini, analis Bernstein memperkirakan bahwa pangsa pasar GPU AI Nvidia di China bisa turun dari 66% pada 2024 menjadi sekitar 8% dalam beberapa tahun ke depan. Penurunan ini disebabkan oleh kebijakan pembatasan ekspor yang diberlakukan pemerintah AS serta pergeseran permintaan yang mulai dipenuhi oleh vendor lokal China hingga 80%.

Jensen Huang menambahkan bahwa penurunan sebenarnya terjadi lebih lambat, namun ia hanya membahas penjualan langsung Nvidia kepada pelanggan di China.

China Sebagai Kompetitor Kuat di Bidang AI

Meskipun tanpa dukungan GPU AI dan tumpukan perangkat lunak terdepan yang dikembangkan di AS, China tetap menjadi pesaing tangguh di bidang model AI mutakhir.

"Perusahaan Amerika menang di seluruh dunia," kata Huang. "Namun di beberapa lapisan teknologi, ada satu lapisan yang sangat penting, karena di lapisan lain China bisa unggul. Mereka memiliki energi yang lebih murah, bakat luar biasa, dan jumlah ahli sains serta matematika yang banyak. Jumlah peneliti AI di China sangat luar biasa, dan itu adalah salah satu harta nasional mereka."

Dampak Kebijakan Ekspor AS Terhadap Pasar China

Huang berpendapat kebijakan kontrol ekspor AS sebetulnya dapat menjadi bumerang secara strategis. Dengan menyerahkan pasar sebesar China, hal ini justru mempercepat dorongan China menuju kemandirian teknologi.

Sementara itu, kehadiran perusahaan Amerika di pasar China dinilai dapat memperluas pengaruh ekosistem teknologi AI AS secara global.

Fakta di lapangan menunjukkan semakin banyak pengembang China yang mengandalkan perangkat keras lokal, dengan perusahaan seperti Huawei, Cambricon, Moore Threads, dan MetaX yang terus mengembangkan perangkat silikon dan perangkat lunak AI mereka sendiri. Namun, di sisi perangkat lunak—terutama dalam hal ekosistem CUDA milik Nvidia—masih menjadi tantangan besar bagi perusahaan lokal untuk menyaingi.

Perlunya Strategi AI yang Lebih Dinamis

Jensen Huang mengingatkan bahwa narasi yang didorong oleh ketakutan dan pembatasan ekspor bisa memperlambat adopsi AI secara global, sementara China dan wilayah lain semakin agresif memanfaatkan AI sebagai alat ekonomi.

"Kepemimpinan jangka panjang akan bergantung pada kemampuan ekosistem AI Amerika untuk menguasai pasar global, bukan hanya pada pembatasan terhadap pesaing," tegas Huang.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan Jensen Huang membuka fakta penting bahwa kebijakan proteksionis AS yang bertujuan mengekang kemajuan teknologi China justru berpotensi melemahkan posisi perusahaan-perusahaan AS di pasar strategis yang besar seperti China. Penyerahan pangsa pasar sebesar itu bukan hanya kehilangan pendapatan, tetapi juga risiko hilangnya pengaruh teknologi di panggung global.

Selain itu, dominasi pasar AI kini tidak cukup hanya mengandalkan perangkat keras unggulan, tetapi juga harus didukung oleh pengembangan perangkat lunak dan ekosistem yang kuat. China yang agresif membangun kemampuan lokal bisa menjadi ancaman serius jika AS tidak mampu beradaptasi dengan cepat dan menjaga kehadiran di pasar internasional.

Ke depan, penting bagi pembuat kebijakan AS untuk meninjau ulang kebijakan ekspor dan mencari keseimbangan antara keamanan nasional dan pertumbuhan industri teknologi. Jika tidak, AS berisiko kehilangan keunggulan teknologi yang telah dibangun selama ini, sementara China terus memperkuat posisi sebagai kekuatan AI global.

Untuk informasi lebih lanjut dan perkembangan terkini, pantau terus berita teknologi terbaru dari sumber terpercaya seperti Tom's Hardware dan media-media teknologi terkemuka lainnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad