Campak Orang Dewasa Lebih Berbahaya: Kenali Kelompok Paling Rentan dan Cara Pencegahannya
Campak selama ini identik sebagai penyakit anak-anak, namun fakta menunjukkan campak pada orang dewasa justru lebih berbahaya. Data terbaru menyebutkan sekitar 8 persen kasus campak kini dialami oleh orang dewasa, yang memiliki risiko komplikasi lebih tinggi dan proses penyembuhan lebih lama.
Risiko Lebih Tinggi pada Orang Dewasa
Kepala Pusat Riset Kedokteran Preklinis dan Klinis Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Harimat Hendarwan, menjelaskan bahwa campak pada orang dewasa seringkali menimbulkan gejala yang lebih berat dibanding anak-anak. Hal ini termasuk risiko komplikasi serius seperti pneumonia, hepatitis, ensefalitis, dan komplikasi neurologis lainnya.
"Gejala bisa lebih intens, pemulihan lebih lama, dan risiko penularan lebih luas pada orang dewasa," kata Harimat dalam keterangan resmi, 3 Mei 2026.
Kelompok Paling Rentan Terkena Campak Dewasa
Walaupun campak bisa menyerang siapa saja, ada beberapa kelompok yang berisiko tinggi mengalami dampak serius:
- Ibu hamil: Infeksi campak selama kehamilan dapat menyebabkan kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah, serta komplikasi pada ibu.
- Orang dengan sistem imun lemah: Termasuk penderita HIV atau kondisi lain yang melemahkan kekebalan tubuh, karena campak dapat melemahkan sistem imun lebih jauh.
- Orang dengan kekurangan gizi, terutama vitamin A: Di negara berkembang, kekurangan gizi memperparah risiko kematian akibat campak yang mencapai 3-6%.
- Penderita penyakit kronis: Komplikasi campak lebih sering terjadi dan dapat berujung pada kematian.
Menurut Harimat, "Risiko kematian terbesar terjadi pada anak di bawah 1 tahun dan orang dewasa di atas 30 tahun." Komplikasi umum meliputi otitis media, diare, dan pneumonia, serta komplikasi berat seperti kebutaan dan ensefalitis.
Efektivitas dan Pentingnya Vaksinasi MMR
Vaksin MMR (Measles, Mumps, Rubella) menjadi senjata utama untuk mencegah campak, terutama pada orang dewasa yang belum memiliki kekebalan. Banyak orang dewasa tidak mengetahui status imunisasi mereka, sehingga kasus campak meningkat di kelompok ini.
"Dua dosis vaksin MMR memberikan perlindungan hingga sekitar 97%," jelas Harimat.
Namun, vaksin ini tidak dianjurkan untuk ibu hamil, pasien dengan gangguan imun, pasien kemoterapi, penerima transplantasi, atau penderita HIV yang tidak terkontrol. Untuk tenaga kesehatan dan pelancong internasional, pemberian dua dosis dengan jarak minimal 28 hari sangat dianjurkan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, peningkatan kasus campak pada orang dewasa menandakan adanya kesenjangan dalam program imunisasi dan edukasi kesehatan masyarakat. Masyarakat dewasa, terutama yang tidak mendapat vaksinasi lengkap saat anak, berisiko menghadapi komplikasi serius yang tidak dialami anak-anak. Hal ini bisa menjadi beban tambahan bagi sistem kesehatan jika tidak segera diatasi.
Selain itu, kelompok rentan seperti ibu hamil dan individu dengan imun lemah perlu mendapat perhatian khusus untuk mencegah dampak fatal. Pemerintah dan tenaga kesehatan harus meningkatkan sosialisasi pentingnya vaksinasi MMR tidak hanya untuk anak, tapi juga untuk dewasa, serta memastikan akses vaksinasi yang mudah dan terjangkau.
Menghadapi tren campak yang kembali muncul, masyarakat diimbau untuk memeriksa status imunisasi dan segera melengkapi vaksinasi bila diperlukan. Update informasi dari sumber terpercaya seperti MetroTVNews dan CDC bisa membantu meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan masyarakat.
Dengan langkah tepat, risiko komplikasi campak pada orang dewasa dapat diminimalisir sehingga kesehatan masyarakat tetap terjaga.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0