Ramalan Harga Emas dan Perak Pekan Ini: Tekanan dan Volatilitas Masih Menghantui

May 4, 2026 - 09:32
 0  4
Ramalan Harga Emas dan Perak Pekan Ini: Tekanan dan Volatilitas Masih Menghantui

Harga emas dan perak diprediksi masih akan menghadapi tekanan di pekan ini, di tengah ketidakpastian global yang terus membayangi pasar. Berdasarkan data dari Refinitiv pada Senin (4/5/2026) pagi, harga emas tercatat di posisi US$4.613,18 per troy ons, turun tipis 0,01%. Sementara pada akhir pekan lalu, harga emas melemah 0,17% dan dalam seminggu turun 2,02%.

Ad
Ad

Faktor Penentu Pergerakan Harga Emas

Menurut Pranav Mer dari JM Financial Services, sentimen logam mulia dalam beberapa hari ke depan sangat bergantung pada faktor geopolitik dan makroekonomi, khususnya perkembangan negosiasi damai antara AS dan Iran yang berdampak pada pasar minyak, emas, dan keuangan secara luas.

Survei Kitco News menunjukkan pandangan beragam dari analis Wall Street terkait harga emas pekan ini. Dari 16 analis, 50% memperkirakan harga emas naik, 31% memprediksi turun, dan sisanya menganggap harga akan bergerak sideways. Survei online dengan 79 responden individu juga mencerminkan sentimen serupa dengan mayoritas cenderung optimistis namun tetap berhati-hati.

Risiko Koreksi dan Tekanan Kebijakan Moneter

Marc Chandler, Managing Director di Bannockburn Global Forex, menilai emas menghadapi risiko koreksi jangka pendek. Harga emas yang gagal bertahan di level US$4.647 per ons berpotensi menguji support di US$4.495 dan jika tembus, bisa turun ke kisaran US$4.400 per ons.

Dari sisi makro, Adam Button, Head of Currency Strategy di ForexLive, menyebut tren kebijakan hawkish bank sentral yang menaikkan ekspektasi suku bunga global menjadi tekanan utama bagi harga emas. Biaya peluang memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil menjadi lebih tinggi sehingga membatasi potensi kenaikan.

  • Ekspektasi suku bunga global meningkat signifikan dalam dua bulan terakhir
  • Tekanan dari fluktuasi harga minyak dan inflasi tinggi
  • Ketidakpastian pasar makin tinggi, membuat harga emas berfluktuasi lebar

Proyeksi Harga Perak: Sulit Berkilau Meski Ada Peluang

Sementara itu, harga perak juga diperkirakan sulit melambung tinggi meskipun ada sedikit perbaikan. Pagi ini harga perak di Refinitiv tercatat US$75,72 per troy ons, naik 0,51%. Namun dalam sepekan, harga perak melemah sekitar 0,44%.

Bank investasi global UBS memberikan proyeksi harga perak yang relatif stabil di kisaran US$85 per ons dalam 12 bulan ke depan, dengan potensi naik mendekati US$100 pada pertengahan 2026 sebelum kembali melemah di 2027. Namun, potensi imbal hasil jangka pendek dianggap kurang menarik bagi investor.

UBS juga menyoroti tingginya volatilitas harga perak yang mencapai sekitar 100% dalam 1-3 bulan terakhir dan diperkirakan masih tinggi di level 70-80%, bahkan setara atau lebih tinggi dari Bitcoin. Hal ini membuat perak lebih berisiko dan spekulatif dibandingkan emas yang selama ini dikenal sebagai safe haven tradisional.

Pengaruh Geopolitik Terhadap Harga Logam Mulia

Lonjakan harga perak sebelumnya sempat terjadi akibat konflik AS-Iran yang mendorong harga mendekati US$100 per ons, namun reli ini tidak bertahan lama. UBS menilai dampak geopolitik bersifat sementara dan tidak cukup kuat untuk mendorong tren kenaikan jangka panjang pada logam mulia.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kondisi pasar emas dan perak saat ini mencerminkan ketidakpastian global yang tinggi dan tekanan kebijakan moneter ketat yang akan terus membatasi pergerakan harga logam mulia ini. Meski terdapat potensi kenaikan jangka menengah, risiko koreksi jangka pendek tidak dapat diabaikan, terutama dengan volatilitas yang sangat tinggi di pasar perak.

Perkembangan geopolitik seperti negosiasi damai AS-Iran menjadi katalis utama namun sifatnya masih spotty dan tidak cukup untuk menopang tren kenaikan berkelanjutan. Investor harus berhati-hati dalam mengambil posisi, terutama mengingat biaya peluang memegang aset non-yield seperti emas dan perak yang makin mahal akibat kenaikan suku bunga global.

Kedepannya, sentimen makroekonomi dan geopolitik akan terus menjadi game changer bagi harga logam mulia. Para pelaku pasar dan investor disarankan untuk memantau perkembangan kebijakan bank sentral dan situasi geopolitik secara seksama agar bisa mengambil keputusan investasi yang tepat.

Untuk informasi dan update terkini mengenai harga emas dan perak serta analisis pasar, Anda dapat mengunjungi sumber lengkapnya di CNBC Indonesia serta laporan terbaru dari Kitco News.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad