Durasi Makan 8 Jam Terbukti Efektif Turunkan Berat Badan Secara Konsisten

May 4, 2026 - 10:30
 0  3
Durasi Makan 8 Jam Terbukti Efektif Turunkan Berat Badan Secara Konsisten

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa pembatasan waktu makan hanya dalam delapan jam sehari dapat menjadi strategi efektif untuk menurunkan berat badan sekaligus menjaga hasilnya dalam jangka panjang. Temuan ini dipresentasikan dalam ajang European Congress on Obesity yang digelar di Malaga, Spanyol.

Ad
Ad

Penelitian ini fokus pada orang dengan kelebihan berat badan hingga obesitas yang menerapkan pola makan terbatas waktu (time-restricted eating). Para peserta berhasil menurunkan berat badan dan mempertahankan penurunan tersebut hingga satu tahun lamanya.

Efektivitas Pembatasan Waktu Makan Terbukti Konsisten

Menariknya, penelitian menunjukkan bahwa efektivitas metode ini tidak bergantung pada kapan waktu makan dilakukan, apakah pagi atau siang hari. Selama pola makan dengan jendela waktu delapan jam ini dijalankan secara konsisten selama tiga bulan, hasil penurunan berat badan tetap signifikan.

"Pembatasan waktu makan menjadi delapan jam per hari selama tiga bulan dapat menghasilkan penurunan berat badan yang signifikan hingga setidaknya satu tahun," ujar Dr Alba Camacho-Cardenosa, peneliti utama dari University of Granada, dikutip dari Independent, Senin (4/5/2026).

Detail Studi dan Metode yang Digunakan

Dalam studi terbaru ini, 99 partisipan diamati selama 12 bulan dan dibagi menjadi empat kelompok:

  • Makan lebih dari 12 jam sehari
  • Jendela makan 8 jam dimulai sebelum pukul 10.00
  • Jendela makan 8 jam dimulai setelah pukul 13.00
  • Waktu makan 8 jam bebas ditentukan sendiri oleh partisipan

Semua peserta juga diberikan panduan mengonsumsi pola makan Mediterania yang kaya nutrisi sehat. Hasilnya memperlihatkan kelompok yang makan lebih dari 12 jam hanya mengalami penurunan berat badan rata-rata 1,4 kilogram, sedangkan kelompok dengan pembatasan waktu makan berhasil menurunkan berat badan sekitar 3 hingga 4 kilogram.

Selain penurunan berat badan, kelompok dengan pembatasan waktu makan juga mencatat pengurangan lingkar pinggang dan pinggul beberapa sentimeter serta kemampuan mempertahankan berat badan lebih baik setelah satu tahun.

Setelah 12 bulan, kelompok yang makan lebih dari 12 jam bahkan mengalami kenaikan berat badan rata-rata 0,4 kilogram, sementara kelompok dengan pola makan terbatas waktu masih mencatat penurunan sekitar 2 kilogram.

Fakta lain yang menarik adalah sekitar 85% hingga 88% peserta yang menjalani pola makan ini mengaku mampu konsisten mengikuti metode pembatasan waktu makan.

Praktis dan Mudah Dijalankan

Dr Jonatan Ruiz, koordinator studi, menyebut metode ini lebih mudah dijalankan dibandingkan harus menghitung kalori secara ketat setiap hari.

"Metode puasa intermiten ini tampak lebih praktis dan tidak terlalu melelahkan, sehingga bisa menjadi alternatif bagi orang dewasa dengan kelebihan berat badan," ungkapnya.

Meskipun hasil awal ini sangat menjanjikan, penelitian tersebut belum melalui proses peer review. Oleh karena itu, diperlukan studi lanjutan untuk mengonfirmasi efektivitas metode ini secara lebih mendalam.

Dr Maria Chondronikola dari University of Cambridge Metabolic Research Laboratories menekankan perlunya penelitian tambahan untuk menilai aspek-aspek seperti kepatuhan terhadap jadwal makan, jumlah kalori yang dikonsumsi, dan dampak terhadap metabolisme tubuh.

Manfaat Tambahan dan Relevansi

Penelitian sebelumnya yang dipublikasikan di Nature Medicine juga mendukung temuan ini dengan menunjukkan bahwa pembatasan waktu makan tidak hanya menurunkan berat badan, tetapi juga meningkatkan kesehatan kardiometabolik.

Dengan begitu, metode ini bisa menjadi game-changer dalam pengelolaan berat badan, terutama bagi masyarakat yang kesulitan menjalankan diet ketat atau penghitungan kalori harian.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, penelitian ini memberikan sinyal kuat bahwa durasi makan memainkan peran penting dalam manajemen berat badan. Metode puasa intermiten dengan jendela makan 8 jam merupakan alternatif yang praktis dan mampu meningkatkan kepatuhan jangka panjang, sebuah masalah umum dalam program diet konvensional. Hal ini sangat relevan mengingat meningkatnya prevalensi obesitas di Indonesia dan dunia.

Namun, perlu diingat bahwa efektivitas metode ini bukan hanya soal waktu makan, melainkan juga kualitas makanan yang dikonsumsi. Panduan pola makan Mediterania dalam studi ini menjadi faktor pendukung yang signifikan. Oleh karena itu, pembaca yang tertarik mencoba harus tetap memperhatikan asupan nutrisi sehat agar hasilnya optimal.

Ke depan, penting untuk menunggu hasil studi lanjutan yang lebih komprehensif dan sudah melalui peer review untuk memastikan keamanan dan efektivitas metode ini. Pemerintah dan praktisi kesehatan juga perlu mempertimbangkan strategi pembatasan waktu makan sebagai bagian dari program pengendalian obesitas nasional.

Untuk informasi lebih lengkap dan update terbaru tentang penelitian ini, Anda dapat mengunjungi situs resmi CNBC Indonesia.

Dengan meningkatnya pemahaman tentang pola makan dan metabolisme, kita dapat berharap metode ini menjadi solusi efektif dan terjangkau bagi masyarakat luas yang ingin mengelola berat badan dengan lebih baik.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad