Eks Komisaris KAI Ungkap Bahaya Jalur Campuran KRL dan Kereta Jarak Jauh

May 4, 2026 - 10:50
 0  3
Eks Komisaris KAI Ungkap Bahaya Jalur Campuran KRL dan Kereta Jarak Jauh

Mantan Komisaris PT Kereta Api Indonesia (KAI) Riza Primadi mengungkapkan bahwa kejadian kecelakaan kereta di Bekasi Timur bukan semata karena kesalahan individu, melainkan lebih mencerminkan masalah sistem operasional dan infrastruktur yang ada.

Ad
Ad

Dalam pernyataannya kepada wartawan di Jakarta pada Senin (4/5/2026), Riza menekankan bahwa mencampur perjalanan kereta api jarak jauh (KAJJ) dengan KRL dalam satu jalur memiliki potensi sangat tinggi untuk menimbulkan kecelakaan.

Perbedaan Operasional Antara KRL dan Kereta Jarak Jauh

Menurut Riza, faktor utama yang harus diperhatikan adalah perbedaan pola berhenti dan kecepatan antara keduanya. Kereta jarak jauh biasanya memiliki kecepatan lebih tinggi dan pola berhenti yang berbeda dibandingkan KRL yang beroperasi lebih sering berhenti di stasiun-stasiun kecil.

“Pada prinsipnya secara operasional perjalanan KA dengan mencampur dua jenis KA yang berbeda (KAJJ dan KRL) sangat berpotensi terjadinya KKA,” ujar Riza.

Hal ini menjadi tantangan besar dalam pengelolaan jalur kereta api karena perbedaan karakteristik operasional tersebut berpotensi menyebabkan gangguan jadwal dan risiko kecelakaan yang lebih tinggi.

Kecelakaan di Bekasi Timur dan Faktor Sistemik

Kecelakaan yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, menurut Riza, bukan hanya disebabkan oleh human error atau kelalaian individu di lapangan. Ia menilai bahwa ada persoalan mendasar pada sistem dan infrastruktur yang perlu segera dievaluasi dan diperbaiki.

Hal ini termasuk perlunya pemisahan jalur antara kereta jarak jauh dan KRL agar dapat mengurangi risiko tabrakan dan meningkatkan keselamatan operasional.

Dampak dan Solusi Sistem Operasional Kereta

Masalah jalur campuran ini juga memperlihatkan perlunya:

  • Pengembangan infrastruktur rel khusus untuk memisahkan jalur KRL dengan kereta jarak jauh
  • Peningkatan sistem pengendalian lalu lintas kereta yang lebih canggih dan responsif dalam mengatur pergerakan kereta
  • Pelatihan dan pengawasan ketat bagi petugas operasional di lapangan guna meminimalisir human error
  • Penerapan teknologi keselamatan seperti Automatic Train Control (ATC) untuk memantau dan mengatur kecepatan kereta

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan potensi kecelakaan akibat jalur campuran dapat diminimalisir secara signifikan.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, pernyataan mantan Komisaris KAI ini membuka mata kita terhadap persoalan fundamental dalam pengelolaan moda transportasi kereta api nasional. Seringkali, fokus publik tertuju pada kesalahan individu saat terjadi kecelakaan, namun masalah sistemik operasional dan infrastruktur justru menjadi akar permasalahan yang lebih kompleks dan membutuhkan perhatian serius.

Ke depan, pemerintah dan PT KAI harus lebih proaktif dalam melakukan evaluasi menyeluruh terhadap tata kelola jalur kereta api, terutama di wilayah padat seperti Bekasi yang menjadi persimpangan antara KRL dan kereta jarak jauh. Investasi dalam infrastruktur rel baru dan teknologi pengendalian kereta adalah keharusan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan penumpang.

Selain itu, transparansi dan komunikasi publik terkait langkah-langkah perbaikan akan sangat penting untuk membangun kepercayaan masyarakat terhadap transportasi kereta api. Untuk informasi lebih lanjut, simak laporan lengkap di Kompas.com serta berita terkini dari CNN Indonesia.

Ke depan, pengawasan ketat dan pemisahan jalur kereta sangat krusial agar kecelakaan serupa tidak terulang, sekaligus mendukung peningkatan kualitas layanan kereta api nasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad