Liburan ke Jepang 2026: Daftar Pajak Turis yang Naik dan Dampaknya

May 4, 2026 - 14:50
 0  3
Liburan ke Jepang 2026: Daftar Pajak Turis yang Naik dan Dampaknya

Bagi Anda yang merencanakan liburan ke Jepang pada tahun 2026, bersiaplah menghadapi biaya yang lebih tinggi. Pemerintah Jepang mulai menerapkan sejumlah kebijakan baru berupa kenaikan pajak turis dan biaya perjalanan yang secara signifikan akan menaikkan total pengeluaran wisatawan saat berkunjung ke Negeri Sakura.

Ad
Ad

Meski nilai yen saat ini masih relatif lemah, kebijakan pajak dan biaya yang baru ini membuat liburan ke Jepang tak lagi semurah sebelum-sebelumnya. Beberapa pungutan berlaku untuk semua wisatawan, sementara yang lain bergantung pada waktu kunjungan dan jenis akomodasi yang dipilih.

Kenaikan Pajak Penginapan di Berbagai Prefektur

Sektor akomodasi menjadi salah satu yang paling terdampak. Beberapa prefektur, termasuk Kyoto, mulai menerapkan tarif pajak penginapan baru sejak awal tahun ini.

  • Untuk hotel mewah, pajak bisa mencapai ¥10.000 atau sekitar Rp1,1 juta per malam.
  • Hotel kelas menengah dikenakan pajak sekitar Rp110 ribu hingga Rp440 ribu per malam.
  • Penginapan murah di bawah ¥6.000 per malam dikenakan pajak lebih rendah, sekitar Rp22 ribu.

Selain Kyoto, wilayah seperti Hokkaido juga mulai mengenakan pajak penginapan sejak April 2026. Di Sapporo, turis bahkan harus membayar biaya tambahan sekitar Rp22 ribu hingga Rp55 ribu per malam di luar pajak prefektur. Kota lain seperti Hiroshima, Gifu, dan Mie juga menerapkan pajak penginapan sekitar Rp22 ribu per malam untuk hampir semua kategori hotel.

Pajak Keberangkatan Naik Tiga Kali Lipat

Pemerintah Jepang juga berencana menaikkan pajak keberangkatan internasional mulai Juli 2026. Pajak yang sebelumnya sebesar ¥1.000 (sekitar Rp110 ribu) akan naik tiga kali lipat menjadi ¥3.000 atau sekitar Rp330 ribu per orang. Kebijakan ini berlaku bagi semua penumpang usia dua tahun ke atas yang meninggalkan Jepang melalui udara maupun laut.

Kenaikan Harga Transportasi dan Visa

Selain pajak, biaya transportasi juga mengalami kenaikan. Harga Japan Rail Pass (JR Pass) akan naik mulai 1 Oktober 2026:

  • Tiket 7 hari kelas standar naik menjadi sekitar ¥53.000 atau Rp5,8 juta.
  • Kelas premium (Green Car) untuk 7 hari mencapai sekitar Rp8,1 juta.
  • Tiket 21 hari kelas standar naik menjadi sekitar Rp11,5 juta.
  • Kelas premium untuk 21 hari bisa mencapai Rp16 juta.

Kenaikan ini membuat JR Pass semakin kurang ekonomis dibandingkan tiket reguler atau alternatif transportasi seperti penerbangan domestik.

Pemerintah Jepang juga tengah mengkaji kenaikan biaya visa. Saat ini, visa sekali masuk dikenakan biaya sekitar Rp330 ribu dan visa multiple entry sekitar Rp660 ribu. Namun, ada usulan menaikkannya menjadi sekitar Rp1,6 juta untuk single entry dan Rp3,3 juta untuk multiple entry. Jika disetujui, kebijakan ini akan semakin menambah biaya perjalanan khususnya bagi wisatawan dari negara yang masih membutuhkan visa.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, langkah pemerintah Jepang menaikkan pajak turis dan biaya perjalanan merupakan bagian dari strategi untuk menyeimbangkan pendapatan daerah dan mengatur volume wisatawan yang terus meningkat dalam beberapa tahun terakhir. Namun, kenaikan pajak dan biaya ini berpotensi menurunkan daya tarik Jepang sebagai destinasi wisata yang ramah anggaran, terutama bagi wisatawan dari Asia Tenggara dan kalangan pelajar.

Kenaikan pajak penginapan dan transportasi akan berdampak langsung pada rencana perjalanan dan anggaran wisatawan, yang mungkin harus mencari alternatif destinasi atau menyesuaikan durasi kunjungan. Selain itu, kenaikan pajak keberangkatan dan visa bisa menjadi hambatan tambahan, khususnya bagi wisatawan yang melakukan perjalanan bisnis atau kunjungan singkat.

Ke depan, sebaiknya para wisatawan memantau dengan cermat kebijakan terbaru dan mempertimbangkan opsi penginapan serta transportasi yang tetap ekonomis. Pemerintah Jepang juga perlu menyeimbangkan antara kebutuhan pendapatan daerah dengan daya tarik pariwisata agar tidak kehilangan pangsa pasar wisatawan internasional.

Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat membaca langsung berita resmi dari CNBC Indonesia dan memantau update dari situs resmi pariwisata Jepang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad