Presiden Taiwan Lai Ching-te Dikritik China: Disebut Seperti Tikus di Tengah Ketegangan

May 4, 2026 - 16:00
 0  5
Presiden Taiwan Lai Ching-te Dikritik China: Disebut Seperti Tikus di Tengah Ketegangan

Presiden Taiwan Lai Ching-te menjadi sorotan tajam setelah melakukan kunjungan tak terduga ke Kerajaan Eswatini, sebuah negara kecil di Afrika yang menjadi salah satu sekutu diplomatik Taiwan. Kunjungan ini memicu kemarahan pemerintah China, yang menyamakan tindakan Lai dengan "tikus yang menyeberang jalan", ungkapan bernada penghinaan yang memperlihatkan ketegangan yang terus meningkat antara Beijing dan Taipei.

Ad
Ad

Kunjungan Rahasia dan Reaksi China

Kantor Urusan Taiwan di China secara resmi mengeluarkan kecaman keras terhadap kunjungan tersebut. Mereka menyatakan bahwa kunjungan Lai merupakan tantangan langsung terhadap prinsip "satu-China", yang merupakan landasan kebijakan Beijing terkait Taiwan.

Kunjungan ini dilakukan secara diam-diam, tanpa pengumuman publik, dan memanfaatkan pesawat pemerintah Eswatini setelah beberapa negara Afrika lainnya seperti Seychelles, Mauritius, dan Madagaskar mencabut izin penerbangan untuk pesawat charter yang membawa Lai. Penarikan izin ini diduga kuat merupakan hasil tekanan diplomatik dari China, yang berusaha membatasi ruang gerak Taiwan di panggung internasional.

Eswatini: Sekutu Taiwan yang Terakhir di Afrika

Eswatini, yang sebelumnya dikenal sebagai Swaziland, merupakan satu-satunya negara Afrika yang masih memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan. Negara kecil yang terkurung daratan ini memiliki penduduk kurang dari 1,3 juta jiwa dan menjadi simbol penting bagi Taipei dalam mempertahankan pengakuan internasional.

Kunjungan Presiden Lai ini bukan hanya soal diplomasi bilateral, tetapi juga panggung geopolitik yang lebih luas, di mana Taiwan berusaha mempertahankan eksistensinya di tengah tekanan dan isolasi yang didorong oleh China. Eswatini menjadi tempat strategis untuk memperkuat hubungan dan dukungan di kawasan Afrika.

Reaksi Internasional dan Implikasi Diplomatik

  • Tekanan China pada negara-negara Afrika agar memutuskan hubungan dengan Taiwan semakin intensif, yang terlihat dari penarikan izin penerbangan ke pesawat Lai.
  • Kunjungan ini memperlihatkan keberanian Taiwan untuk menegaskan posisi dan mempererat hubungan dengan sekutu yang tersisa.
  • China menggunakan bahasa yang sangat keras dan menghina, memperlihatkan betapa sensitifnya Beijing terhadap aktivitas diplomatik Taiwan.

Menurut laporan SINDOnews, kunjungan ini awalnya dijadwalkan pada akhir April, namun batal secara resmi karena tekanan yang menyebabkan negara-negara transit mencabut izin penerbangan. Meski begitu, Lai tetap melanjutkan perjalanan dengan strategi lain, menunjukkan tekad kuat Taiwan untuk tidak menyerah pada tekanan Beijing.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, peristiwa ini bukan sekadar insiden diplomatik biasa, melainkan cerminan konflik yang semakin tajam antara China dan Taiwan di arena internasional. Penggunaan istilah "tikus yang menyeberang jalan" oleh Beijing merupakan indikasi betapa agresif dan emosionalnya respons China terhadap setiap langkah Taiwan yang memperkuat posisinya di luar negeri.

Langkah Lai Ching-te ke Eswatini memperlihatkan strategi Taiwan yang mulai lebih aktif mencari dukungan luar negeri meskipun menghadapi tekanan berat. Ini juga menandakan bahwa meskipun jumlah negara yang mengakui Taiwan terus menyusut, Taipei tidak akan diam begitu saja. Perjalanan diplomatik seperti ini bisa menjadi katalisator baru dalam hubungan lintas-Taiwan dan China, yang kemungkinan akan meningkatkan ketegangan di kawasan Asia-Pasifik dan Afrika.

Ke depan, pembaca perlu mengamati apakah China akan meningkatkan tekanan atau bahkan mengambil langkah lebih agresif untuk mencegah kunjungan serupa. Sementara itu, Taiwan kemungkinan akan terus mencari sekutu yang dapat menopang keberadaannya di panggung internasional, yang bisa memperumit dinamika geopolitik global.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad