Yusril Puji Sikap Gentleman Delpedro Hadapi Proses Hukum Penghasutan
Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan (Menkumham) Yusril Ihza Mahendra memberikan apresiasi kepada Direktur Lokataru Foundation, Delpedro Marhaen Rismansyah, atas sikapnya yang dianggap gentleman selama menghadapi proses hukum terkait kasus penghasutan.
Pernyataan ini disampaikan Yusril menanggapi tanggapan Delpedro yang sempat menyinggung soal sikap gentleman dalam menghadapi proses hukum. Menurut Yusril, Delpedro sudah menunjukkan keberanian dan sikap dewasa dalam menjalani seluruh rangkaian hukum, mulai dari pemeriksaan hingga persidangan.
Sikap Gentleman Delpedro dalam Proses Hukum
Dalam wawancara dengan Kompas.com pada Sabtu (7/3/2026), Yusril menegaskan bahwa sejak awal dirinya meminta Delpedro untuk tidak mengeluh atau merengek ketika ditangkap dan ditahan. Menurut Yusril, sebagai seorang aktivis, Delpedro harus berani menghadapi proses hukum secara terbuka dan membela diri secara profesional.
“Kepada Delpedro dulu saya minta agar dia tidak merengek-rengek ketika ditangkap dan ditahan. Sebagai aktivis dia harus berani melakukan pembelaan diri secara gentleman baik di tingkat pemeriksaan maupun sidang pengadilan. Dia telah melakukan hal itu,”
Lebih jauh, Yusril menilai sikap tersebut menunjukkan kedewasaan dan integritas yang patut dicontoh, apalagi dalam konteks kasus yang cukup sensitif seperti penghasutan.
Proses Hukum dan Pembelaan Diri Aktivis
Kasus yang menjerat Delpedro memang menjadi sorotan publik, terutama karena statusnya sebagai aktivis dan Direktur Lokataru Foundation yang sering terlibat dalam isu-isu HAM dan hukum. Yusril menegaskan bahwa proses hukum harus dijalankan secara adil dan terbuka, serta aktivis seperti Delpedro harus memanfaatkan jalur hukum sebagai sarana pembelaan diri.
- Delpedro ditangkap dan menjalani proses hukum atas tuduhan penghasutan.
- Selama proses tersebut, Delpedro dinilai mampu menghadapi pemeriksaan dan persidangan secara dewasa dan santun.
- Yusril mendorong semua pihak agar menghormati mekanisme hukum yang berlaku.
- Delpedro akhirnya divonis bebas, menandai berakhirnya proses hukum tersebut.
Yusril juga mengingatkan bahwa bagi seorang aktivis, sikap terbuka dan penghormatan terhadap proses hukum sangat penting untuk menjaga kredibilitas dan integritas di publik.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, pujian Yusril terhadap sikap gentleman Delpedro bukan hanya soal etika menghadapi proses hukum, tapi juga sinyal positif bagi iklim demokrasi di Indonesia. Sikap terbuka dan menghormati proses hukum oleh para aktivis menunjukkan kematangan dalam demokrasi yang kerap diuji oleh gesekan politik dan hukum.
Namun, publik juga perlu mengawasi jalannya proses hukum agar tetap transparan dan bebas dari intervensi. Sikap Delpedro yang mampu bertahan secara hukum sekaligus menjaga sikap terpuji dapat menjadi contoh bagi aktivis lain dalam menyikapi tekanan hukum tanpa kehilangan martabat.
Ke depan, penting bagi aparat penegak hukum dan semua pihak untuk mengedepankan prinsip keadilan dan profesionalisme agar kepercayaan publik terhadap sistem hukum tetap terjaga. Perkembangan kasus-kasus serupa harus terus dipantau sebagai cerminan kemajuan hukum dan HAM di Indonesia.
Dengan demikian, kita berharap proses hukum di Indonesia semakin berstandar tinggi, dan sikap positif seperti yang dilakukan Delpedro menjadi norma baru dalam menghadapi tantangan hukum.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0