Shahed-136: Drone Murah Iran yang Bikin AS Kewalahan dalam Perang Modern

Mar 7, 2026 - 11:03
 0  4
Shahed-136: Drone Murah Iran yang Bikin AS Kewalahan dalam Perang Modern

Drone Shahed-136 milik Iran kini menjadi sorotan utama karena perannya yang signifikan dalam konflik melawan Amerika Serikat (AS) dan sekutunya, termasuk Israel. Drone ini dianggap sebagai senjata murah namun efektif yang berhasil membuat kewalahan sistem pertahanan udara AS yang canggih dan mahal.

Ad
Ad

Strategi Iran Memanfaatkan Drone Shahed-136

Sejak serangan pada 28 Februari, Iran telah mengerahkan ratusan bahkan ribuan drone Shahed-136 untuk menyerang target-target strategis milik AS di Timur Tengah, seperti kedutaan besar, sistem radar, bandara, dan gedung-gedung tinggi terkait kepentingan AS dan Israel. Para ahli menilai bahwa penggunaan drone ini merupakan taktik peperangan asimetris Iran untuk melemahkan musuh yang secara teknologi jauh lebih unggul.

Drone Shahed-136 diproduksi dengan biaya yang relatif murah, sekitar US$30.000-50.000 (sekitar Rp505 juta-843 juta), jauh lebih rendah dibandingkan sistem rudal Patriot AS yang harganya bisa mencapai 10 kali lipat lebih mahal. Dengan biaya produksi yang rendah dan kemampuan dirakit secara rahasia menggunakan komponen dual-use, drone ini menjadi senjata ideal untuk konflik berkepanjangan yang menguras sumber daya musuh.

"Jika (konflik) ini berlangsung lama, mereka mungkin harus menemukan cara yang lebih berkelanjutan," kata Kelly Grieco, peneliti senior di Stimson Center.

Kelebihan dan Spesifikasi Drone Shahed-136

Shahed-136 memiliki panjang 3,5 meter dengan bentang sayap 2,5 meter, berat sekitar 200 kilogram, dan kecepatan maksimal 185 km/jam. Jangkauan terbangnya mencapai sekitar 2.000 kilometer. Meskipun hanya mampu membawa muatan bahan peledak seberat 50 kilogram, drone ini cukup untuk merusak gedung-gedung pencakar langit dan menimbulkan efek teror.

Drone ini biasanya diprogram untuk terbang rendah dengan jalur penerbangan kompleks agar sulit terdeteksi radar. Selain itu, operator dapat mengendalikan drone secara jarak jauh dan mengubah arah penerbangan secara mendadak, memberi fleksibilitas taktis yang tinggi dalam serangan.

"Drone tersebut memang dirancang Iran untuk perang seperti ini," ujar Kyle Glen, peneliti dari Center for Information Resilience di London.

Penggunaan Drone Shahed-136 dalam Konflik Global

Selain di Timur Tengah, drone Shahed-136 juga digunakan Rusia dalam perang melawan Ukraina. Pada November 2022, Rusia membeli sekitar 6.000 unit drone ini dari Iran. Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, menyatakan bahwa Rusia telah meluncurkan sekitar 57.000 drone Shahed ke berbagai kota dan infrastruktur Ukraina.

Dalam menghadapi drone ini, Ukraina mengembangkan sistem pertahanan multi-arah yang melibatkan kelompok bergerak, pesawat nirawak pencegat, dan rudal-rudal termasuk sistem Patriot dari AS. Namun, kehadiran drone murah ini tetap menjadi tantangan besar karena sistem pertahanan AS dan sekutunya dirancang untuk menghadapi ancaman yang lebih mahal dan kompleks.

Tekanan pada Sistem Pertahanan AS

Ketua Kepala Staf Gabungan AS dan Caine menegaskan bahwa armada drone Iran merupakan ancaman nyata bagi Washington. Namun, penggunaan sistem pertahanan udara yang mahal untuk menangkis drone murah ini menunjukkan ketidakefisienan strategi pertahanan AS.

George Barros dari Institute for the Study of War menyoroti bahwa AS gagal mengambil pelajaran berharga dari konflik Ukraina, di mana Rusia menggunakan drone Shahed untuk membuat Ukraina kewalahan. Dengan permintaan tinggi sekutu terhadap sistem Patriot dan produksi terbatas sekitar 600 unit per tahun, posisi AS kini sangat rentan terhadap strategi peperangan asimetris Iran.

"Semua indikasi menunjukkan bahwa ini merupakan ancaman serius bagi dunia, bagi negara Barat, dan bagi stabilitas," kata Omar Al Ghusbi, analis di C4ADS.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kemunculan drone Shahed-136 menandai perubahan paradigma dalam peperangan modern, terutama bagi negara-negara yang menghadapi musuh dengan kekuatan militer superior. Iran dengan cerdik memanfaatkan teknologi sederhana dan biaya rendah untuk menciptakan tekanan besar terhadap sistem pertahanan canggih AS. Strategi ini tidak hanya menimbulkan kerugian material, tetapi juga menguras sumber daya dan waktu pertahanan AS.

Ke depan, AS dan sekutunya harus segera mengembangkan solusi pertahanan yang efektif dan efisien untuk menghadapi ancaman drone murah ini. Jika tidak, konflik yang melibatkan senjata murah dan berteknologi sederhana seperti Shahed-136 bisa menjadi tren yang menyulitkan pertahanan negara-negara maju. Selain itu, negara-negara lain yang memiliki kemampuan serupa bisa mengadopsi strategi asimetris ini, memperumit dinamika keamanan global.

Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan teknologi drone dan strategi militer Iran, sekaligus mendorong inovasi sistem pertahanan udara yang mampu menyeimbangkan antara biaya dan efektivitas. Kesiagaan dan adaptasi menjadi kunci untuk menjaga stabilitas keamanan di kawasan dan dunia.

Dengan demikian, drone Shahed-136 bukan sekadar alat perang murah, melainkan simbol kecerdikan strategi militer yang mampu merubah lanskap konflik internasional.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad