BRI Tegaskan Kooperatif Hormati Proses Hukum Kasus Korupsi KoinWorks
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan sikap kooperatif dan komitmennya terhadap prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam menghadapi kasus korupsi yang melibatkan fintech KoinWorks. Hal ini disampaikan dalam pernyataan resmi BRI untuk menghormati proses hukum yang tengah berjalan terkait penetapan tiga orang manajemen PT LAT sebagai tersangka dalam dugaan manipulasi pengajuan kredit melalui KoinWorks.
Kasus Korupsi KoinWorks dan Penetapan Tersangka
Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta telah menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus ini, yakni:
- BAA – Direktur Operasional PT LAT sejak 2021 hingga sekarang
- BH – Direktur Utama PT LAT 2015-2022 dan Komisaris PT LAT 2022-sekarang
- JB – Direktur Utama PT LAT tahun 2024 hingga saat ini
Ketiga tersangka yang merupakan pengurus PT LAT, pemilik fintech KoinWorks, diduga bekerja sama melakukan manipulasi pengajuan kredit yang tidak layak dan menyalurkan pembiayaan secara melawan hukum dari bank persero kepada beberapa nasabah.
BRI Tegaskan Sikap Kooperatif dan Penguatan Pengawasan
Corporate Secretary BRI, Dhanny, menyampaikan bahwa perusahaan akan bersikap kooperatif dan mengikuti seluruh proses hukum sesuai ketentuan yang berlaku. Ia menegaskan bahwa BRI selalu mengedepankan prinsip GCG, prudential banking, dan manajemen risiko dalam setiap proses bisnisnya.
"Sebagai bagian dari komitmen perusahaan terhadap Good Corporate Governance, BRI terus memperkuat sistem pengawasan dan manajemen risiko di seluruh lini bisnis guna memastikan seluruh aktivitas operasional berjalan sesuai regulasi dan prinsip kehati-hatian,"
tutup Dhanny dalam pernyataannya, Kamis (7/5/2026).
Implikasi dan Pentingnya GCG dalam Industri Perbankan
Kasus ini menjadi pengingat pentingnya penerapan GCG dan manajemen risiko yang ketat terutama dalam penyaluran kredit melalui kanal fintech yang semakin berkembang. BRI sebagai salah satu bank terbesar di Indonesia menunjukkan komitmen kuat untuk menjaga integritas dan transparansi, sekaligus menghindari risiko hukum dan reputasi yang dapat merugikan nasabah dan pemangku kepentingan.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, sikap kooperatif BRI dalam kasus KoinWorks tidak hanya penting secara hukum, tetapi juga sebagai cerminan tanggung jawab institusional dalam menjaga kepercayaan publik di era digitalisasi keuangan. Kasus korupsi sebesar ini berpotensi mengguncang sektor fintech yang sedang tumbuh pesat dan menuntut pengawasan lebih ketat dari regulator dan pelaku industri.
Lebih jauh, BRI harus memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat mekanisme internal, memperbaiki sistem evaluasi kredit fintech, dan mengedukasi nasabah agar lebih waspada terhadap risiko pembiayaan digital. Publik perlu mengawasi perkembangan kasus ini dengan cermat karena akan mempengaruhi masa depan kolaborasi bank dan fintech di Indonesia.
Untuk informasi lebih lengkap, Anda dapat membaca berita asli di CNBC Indonesia dan sumber terpercaya lainnya seperti Kompas.
Kasus ini masih akan berlanjut dengan proses hukum yang ketat, dan menjadi penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk tetap mengedepankan transparansi dan akuntabilitas demi menjaga stabilitas industri keuangan nasional.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0