Tokoh Pro-Israel Johnnie Moore Dimaki Aktivis HAM Saat Hendak Berdoa Bersama Trump

Mar 7, 2026 - 20:21
 0  6
Tokoh Pro-Israel Johnnie Moore Dimaki Aktivis HAM Saat Hendak Berdoa Bersama Trump

Johnnie Moore, tokoh pro-Israel yang dikenal kontroversial, mendapat perlakuan kasar dari para aktivis hak asasi manusia (HAM) Amerika Serikat saat hendak menggelar doa bersama Presiden Donald Trump di Washington DC.

Ad
Ad

Peristiwa memalukan ini terjadi ketika Moore, yang juga merupakan mantan kepala Yayasan "Kemanusiaan" Gaza (Gaza Humanitarian Foundation/GHF), menerima sorotan keras dari para pengunjuk rasa yang menuduhnya mendukung kekerasan dan penindasan terhadap warga Palestina.

Siapa Pendeta Johnnie Moore?

Melansir laporan dari The New Arab, Johnnie Moore merupakan sosok yang sangat memecah belah dan kontroversial. Ia dikenal sebagai seorang pendeta dan ahli strategi politik Amerika yang sangat dekat dengan mantan Presiden Donald Trump serta kelompok sayap kanan Israel. Moore juga diangkat sebagai pemimpin GHF pada Juni 2025, yang menjadi sorotan karena dianggap sebagai arsitek ladang pembantaian dan penggerak kampanye anti-Palestina.

Yayasan ini beroperasi dengan izin dari pemerintah Israel dan sering dikritik karena mempolitisasi serta memmiliterisasi bantuan kemanusiaan di Gaza, sebuah wilayah yang sudah sangat rentan akibat konflik berkepanjangan. Pengangkatan Moore sebagai kepala yayasan ini memicu kemarahan luas karena rekam jejaknya yang mendukung rencana agresif pengusiran paksa warga Palestina dari Gaza.

Dukungan Kontroversial Moore terhadap Kebijakan Israel

Moore dikenal aktif mendukung organisasi yang mempromosikan migrasi Yahudi ke Israel berdasarkan nubuat Alkitab. Langkah ini dinilai oleh banyak pihak sebagai bagian dari strategi perluasan pemukiman ilegal dan penghapusan keberadaan Palestina secara sistematis.

Berikut beberapa poin kontroversial terkait kepemimpinan Moore di Yayasan Kemanusiaan Gaza:

  • Mempromosikan bantuan yang memiliki muatan politis dan militer, bukan murni kemanusiaan.
  • Mendukung kebijakan pengusiran paksa warga Palestina dari wilayah Gaza.
  • Berkolaborasi erat dengan kelompok sayap kanan Israel dan politikus pro-Israel AS.
  • Menggunakan alasan keagamaan untuk membenarkan kebijakan ekspansi wilayah.

Reaksi dari para pendukung Palestina dan organisasi kemanusiaan amat keras, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk persenjataan bantuan yang melemahkan upaya kemanusiaan sejati dan memperkuat dominasi kolonial pemukim Israel.

Aksi Protes dan Pemakian di Washington DC

Ketika Moore hendak memasuki Gedung Putih untuk berdoa bersama Donald Trump, sejumlah aktivis HAM memprotes keras dan melontarkan makian yang sangat tajam.

"Berapa banyak anak yang kamu bunuh hari ini?" teriak para aktivis. "Dia membunuh bayi-bayi Palestina. Dia adalah seorang pembunuh!"

Aksi ini menunjukkan ketegangan yang semakin meningkat antara kelompok pro-Israel dan aktivis HAM yang menentang kebijakan keras Israel terhadap Palestina, khususnya di Gaza yang menjadi titik konflik utama.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, insiden ini menyoroti sebuah realitas pahit bahwa isu Israel-Palestina masih sangat sensitif dan memicu konflik bahkan dalam konteks politik dan sosial Amerika Serikat sendiri. Johnnie Moore bukan sekadar tokoh agama biasa, tetapi seorang aktor politik yang mampu mempengaruhi kebijakan luar negeri AS dan Israel melalui jaringan yang kuat.

Pengangkatan Moore sebagai kepala Yayasan Kemanusiaan Gaza sebenarnya mencerminkan bagaimana bantuan kemanusiaan bisa dipolitisasi dan dimanfaatkan untuk agenda geopolitik tertentu, terutama dalam konflik yang sudah berlangsung puluhan tahun ini. Ini menjadi peringatan bagi masyarakat internasional agar lebih kritis dan waspada terhadap siapa yang mengendalikan bantuan kemanusiaan dan dengan tujuan apa.

Ke depan, peristiwa ini juga memperingatkan bahwa ketegangan antara kelompok pro-Israel dan aktivis HAM akan terus berlanjut, terutama menjelang pemilu AS dan dinamika politik Israel yang tidak menentu. Publik harus terus mengawasi kebijakan dan tindakan tokoh seperti Moore, yang meski mengaku berlandaskan agama, ternyata memiliki dampak serius terhadap kehidupan jutaan warga Palestina.

Kita perlu menanti bagaimana Donald Trump dan pemerintahan AS berikutnya akan merespons tekanan dari berbagai pihak terkait isu ini, serta dampaknya bagi perdamaian di Timur Tengah.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad