Harga Emas Hari Ini 7 Maret 2025 Melonjak Tajam, Begini Faktor Penyebabnya

Mar 7, 2026 - 20:50
 0  4
Harga Emas Hari Ini 7 Maret 2025 Melonjak Tajam, Begini Faktor Penyebabnya

Harga emas dunia kembali mencatat kenaikan signifikan pada hari Sabtu, 7 Maret 2025, setelah data pengupahan Amerika Serikat (AS) yang lebih lemah dari perkiraan memberikan harapan penurunan suku bunga Bank Sentral AS, Federal Reserve (The Fed). Meskipun demikian, harga emas masih mencatat penurunan mingguan pertama dalam lima pekan akibat penguatan dolar AS yang menekan logam mulia tersebut.

Ad
Ad

Kenaikan Harga Emas dan Faktor Penyebab Utama

Dikutip dari CNBC, harga emas di pasar spot naik 1,4% ke level USD 5.149,14 per ons. Sementara itu, harga emas untuk kontrak pengiriman April di AS naik 1,6% menjadi USD 5.158,70. Meski demikian, secara mingguan, harga emas tertekan dengan penurunan mencapai 2,4%.

Data pengupahan AS yang mengejutkan pasar menjadi katalis utama kenaikan harga emas. Laporan terbaru menunjukkan penurunan jumlah pekerjaan sektor non-pertanian sebesar 92.000, jauh di bawah ekspektasi kenaikan 59.000, sekaligus menaikkan tingkat pengangguran menjadi 4,4%.

"Laporan pengupahan yang sangat lemah yang menunjukkan kehilangan pekerjaan besar-besaran di sektor swasta bersamaan dengan kenaikan upah mengisyaratkan stagflasi; mari kita lihat apakah ini cukup untuk membantu emas pulih dari apa yang telah menjadi minggu yang mengecewakan," ujar Tai Wong, Pedagang Logam Independen.

Pengaruh Geopolitik dan Penguatan Dolar AS

Selain faktor ekonomi AS, ketegangan geopolitik juga turut memengaruhi pergerakan harga emas. Israel melakukan pemboman di Beirut setelah memerintahkan evakuasi besar-besaran wilayah selatan ibu kota Lebanon, memperluas konflik yang melibatkan Iran dan AS. Situasi ini meningkatkan permintaan aset safe-haven seperti dolar AS dan emas.

Namun, penguatan dolar AS justru memberi tekanan pada harga emas. Karena emas diperdagangkan dalam dolar, penguatan mata uang ini membuat emas menjadi lebih mahal bagi pembeli luar negeri, sehingga menekan permintaan dan harga logam mulia.

"Ada penjual algoritmik yang secara otomatis menjual emas ketika dolar menguat, yang menjadi salah satu faktor kinerja buruk logam mulia minggu ini," kata Hugo Pascal, Pedagang Logam Mulia dari InProved.

Kurs dolar AS diperkirakan mencatat kenaikan mingguan terkuat dalam lebih dari satu tahun akibat meningkatnya konflik Timur Tengah yang mendorong investor mencari aset aman.

Prospek Kebijakan Suku Bunga The Fed dan Dampaknya

Para pembuat kebijakan The Fed dijadwalkan bertemu pada 18 Maret 2025. Pasar memperkirakan suku bunga acuan akan dipertahankan stabil pada pertemuan tersebut, dengan kemungkinan pemotongan suku bunga baru akan terjadi pada Juli 2025, berdasarkan alat CME FedWatch.

Emas biasanya berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah karena tidak menghasilkan pendapatan, sehingga menjadi lindung nilai inflasi jangka panjang. Kenaikan harga emas sepanjang tahun ini sudah melebihi 18%, dipicu juga oleh kenaikan harga minyak mentah akibat konflik geopolitik yang menimbulkan kekhawatiran inflasi baru.

Pergerakan Harga Logam Mulia Lainnya

Selain emas, logam mulia lain juga mengalami fluktuasi harga pada hari ini:

  • Harga perak spot naik 2,6% menjadi USD 84,30 per ons
  • Harga platinum spot naik 0,5% ke level USD 2.131,50
  • Harga paladium turun 1,1% menjadi USD 1.646,84

Meski demikian, semua logam mulia ini mencatat kerugian mingguan akibat penguatan dolar dan dinamika pasar global.

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, kenaikan harga emas hari ini menunjukkan bahwa meskipun ada tekanan dari penguatan dolar, faktor fundamental seperti data tenaga kerja AS yang lemah dan ketegangan geopolitik masih sangat berpengaruh dalam menjaga permintaan emas sebagai aset safe-haven. Situasi ini mengindikasikan bahwa pasar masih waspada terhadap risiko stagflasi dan ketidakpastian global.

Ke depan, perhatian utama akan tertuju pada hasil pertemuan The Fed pada 18 Maret dan perkembangan situasi di Timur Tengah. Jika The Fed menunda pemangkasan suku bunga atau konflik geopolitik meluas, harga emas berpotensi kembali volatil dan berpeluang naik lebih lanjut. Investor dan masyarakat umum disarankan untuk terus memantau perkembangan ini sebagai bagian dari strategi investasi dan perlindungan nilai aset.

Selain itu, dinamika algoritma perdagangan yang otomatis menjual saat dolar menguat juga menunjukkan bahwa pergerakan harga emas bisa sangat dipengaruhi oleh faktor teknis jangka pendek, sehingga penting untuk memperhatikan tren jangka menengah dan panjang.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad