Korban Banjir Bandang Buleleng: Satu Ditemukan Meninggal, Dua Anak Masih Dicari

Mar 7, 2026 - 21:00
 0  4
Korban Banjir Bandang Buleleng: Satu Ditemukan Meninggal, Dua Anak Masih Dicari

Banjir bandang yang melanda Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali, pada Jumat malam, 6 Maret 2026, telah menimbulkan dampak serius. Satu korban bernama Komang Suci (44) ditemukan meninggal dunia pada Sabtu (7/3/2026) pukul 13.18 Wita, sementara dua anaknya yakni Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12) masih dalam pencarian tim SAR dan Basarnas Bali.

Ad
Ad

Banjir Bandang Melanda Buleleng: Kronologi dan Dampak

Banjir bandang yang terjadi secara tiba-tiba di wilayah tersebut membawa arus air deras hingga merusak sejumlah rumah warga. Salah satunya adalah rumah milik Komang Suci yang dindingnya jebol diterjang arus air deras, menyebabkan keluarganya terseret dan terpisah.

Selain Komang Suci, korban meninggal dunia lain adalah Dewa Ketut Adi Suarjaya (55), warga Dusun Santal, Desa Banjar, yang juga terdampak banjir bandang tersebut.

Upaya Pencarian dan Evakuasi Korban

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Bali, I Nyoman Sidakarya, menyatakan bahwa berdasarkan data dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Buleleng, korban yang ditemukan meninggal sudah teridentifikasi sebagai Komang Suci. Namun, pencarian masih terus dilakukan untuk menemukan dua anak korban yang hilang.

Tim SAR gabungan dari Basarnas Bali, BPBD, serta relawan lokal terus melakukan pencarian di area terdampak dengan harapan dapat segera menemukan Putu Wini dan Kadek Wahyu dalam kondisi selamat.

Fakta-fakta Penting Mengenai Banjir Bandang di Buleleng

  • Tanggal kejadian: Jumat malam, 6 Maret 2026
  • Lokasi: Desa Banjar, Kecamatan Banjar, Kabupaten Buleleng, Bali
  • Korban meninggal: 2 orang, termasuk Komang Suci dan Dewa Ketut Adi Suarjaya
  • Korban hilang: 2 anak Komang Suci, Putu Wini (17) dan Kadek Wahyu (12)
  • Kondisi rumah: Dinding rumah jebol dihantam arus deras
  • Tim pencarian: Basarnas Bali, BPBD Buleleng, dan relawan

Analisis Redaksi

Menurut pandangan redaksi, bencana banjir bandang di Buleleng ini kembali mengingatkan pentingnya mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah rawan banjir seperti Bali. Peristiwa ini tidak hanya menimbulkan korban jiwa tetapi juga trauma bagi keluarga dan masyarakat sekitar.

Situasi ini juga menegaskan perlunya peningkatan sistem peringatan dini dan infrastruktur yang mampu menahan dampak banjir bandang, terutama di daerah-daerah yang secara geografis rentan terhadap bencana alam seperti Desa Banjar.

Ke depan, masyarakat dan pemerintah daerah harus semakin memperkuat koordinasi serta edukasi mengenai tindakan cepat dan tepat saat bencana agar dapat meminimalisir risiko kehilangan nyawa. Selain itu, dukungan terhadap korban dan keluarga harus menjadi prioritas utama selama masa pemulihan pascabencana ini.

Dengan adanya perkembangan pencarian dua anak korban yang masih hilang, publik diharapkan terus mengikuti informasi terbaru dan mendukung upaya pencarian agar keluarga ini mendapatkan kepastian secepatnya.

What's Your Reaction?

Like Like 0
Dislike Dislike 0
Love Love 0
Funny Funny 0
Angry Angry 0
Sad Sad 0
Wow Wow 0
admin As a passionate news reporter, I am fueled by an insatiable curiosity and an unwavering commitment to truth. With a keen eye for detail and a relentless pursuit of stories, I strive to deliver timely and accurate information that empowers and engages readers.
Ad
Ad