UBSI Jatiwaringin Tanamkan Karakter Sosial Lewat Program Berbagi Nasi Box Ramadhan
Universitas Bina Sarana Informatika (UBSI) kampus Jatiwaringin menggelar program berbagi nasi box selama bulan Ramadhan 1447 H sebagai wujud nyata penanaman karakter sosial dan kepedulian di kalangan civitas akademika. Kegiatan yang berlangsung sejak 23 Februari hingga 13 Maret 2026 ini tidak hanya sekadar membagikan makanan kepada warga sekitar, tapi juga sebagai bagian dari pendidikan karakter yang diusung kampus di tengah era digital saat ini.
Program Berbagi Nasi Box sebagai Pendidikan Karakter
Program berbagi nasi box yang berlangsung setiap Senin sampai Jumat ini diinisiasi oleh Yayasan Bina Sarana Informatika dan dilaksanakan di kampus UBSI Jatiwaringin yang beralamat di Jl. Raya Jatiwaringin No.18, Bekasi. Kepala Kampus UBSI Jatiwaringin, Ahmad Fauzi, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian integral dari pendidikan karakter bagi mahasiswa dan staf kampus.
“Berbagi nasi box ini bukan hanya aksi sosial biasa, tapi upaya menanamkan empati serta kepedulian sosial yang penting di era transformasi teknologi yang sangat pesat,” ujar Ahmad Fauzi dalam keterangan resminya, Sabtu (7/3/2026).
Ia menambahkan, keberhasilan institusi pendidikan tinggi tak hanya diukur dari kemampuan digital mahasiswanya, tapi juga dari seberapa besar kontribusi positif yang dapat diberikan kepada lingkungan sosial di sekitarnya.
Komitmen UBSI Jatiwaringin sebagai Kampus Akreditasi Unggul
UBSI kampus Jatiwaringin dikenal sebagai kampus digital kreatif pertama di Indonesia yang juga mengedepankan nilai religius yang inklusif. Melalui program berbagi nasi box, kampus ingin menunjukkan bahwa pendidikan bermutu harus selaras dengan aksi nyata yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Menurut Ahmad Fauzi, program ini tidak hanya melatih kepedulian sosial, tapi juga mendisiplinkan mental generasi muda agar memiliki keseimbangan antara kemampuan profesional dan nilai-nilai sosial.
- Melatih kedisiplinan mental mahasiswa selama Ramadhan.
- Membangun karakter tangguh dan empati tinggi yang sangat dibutuhkan dunia industri.
- Menjadi simbol kehangatan dan jembatan hubungan antara akademisi dengan masyarakat ekonomi menengah sekitar kampus.
Sinergi Teknologi dan Nilai Kemanusiaan
Fauzi juga mendorong mahasiswa untuk terus berinovasi di bidang teknologi tanpa meninggalkan akar sosial dan tanggung jawab kemasyarakatan. Menurutnya, suasana Ramadhan yang kondusif di kampus dapat menjadi semangat baru agar mahasiswa tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga berkontribusi nyata dalam pembangunan bangsa.
UBSI kampus Jatiwaringin menegaskan kembali posisinya sebagai institusi pendidikan dengan Akreditasi Unggul yang memadukan kemajuan teknologi dengan nilai-nilai kemanusiaan. Melalui kegiatan sosial seperti berbagi nasi box yang berkelanjutan, UBSI ingin mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara digital tetapi juga memiliki karakter sosial yang kuat.
Analisis Redaksi
Menurut pandangan redaksi, inisiatif UBSI kampus Jatiwaringin ini merupakan contoh konkret bagaimana pendidikan tinggi dapat berperan aktif dalam membentuk karakter sosial mahasiswa, bukan sekadar fokus pada kecakapan teknis. Di era digital yang cenderung mendorong individualisme, kegiatan sosial seperti pembagian nasi box menjadi pengingat pentingnya empati dan solidaritas sebagai modal sosial yang tak kalah krusial.
Langkah ini juga memperlihatkan bahwa institusi pendidikan dapat menjadi agen perubahan sosial yang membantu mengatasi kesenjangan dan meningkatkan kesejahteraan komunitas sekitar. Ke depan, program ini bisa dikembangkan dengan melibatkan lebih banyak pihak dan memperluas cakupan manfaatnya, sekaligus menginspirasi kampus lain untuk mengintegrasikan pendidikan karakter secara nyata dalam aktivitas sehari-hari.
Oleh karena itu, pembaca diharapkan terus mengikuti perkembangan program ini dan mendukung inisiatif serupa yang menjadikan pendidikan bermutu sebagai fondasi kemajuan bangsa yang berkelanjutan.
What's Your Reaction?
Like
0
Dislike
0
Love
0
Funny
0
Angry
0
Sad
0
Wow
0